Berita Ragam

Wanita 60 Tahun Ditipu “Petugas Bank” Terkait Beli Bitcoin, Rugi hingga Rp4,4 Miliar!

2 menit

Wanita 60 tahun di Malaysia ditipu oleh seorang yang mengaku sebagai petugas bank. Akibatnya, pensiunan sebuah perusahaan swasta tersebut harus kehilangan miliaran rupiah.

Investasi mata uang digital atau cryptocurrency adalah salah satu jenis investasi yang sedang tren saat ini.

Ternyata tren ini dimanfaatkan oleh seorang penipu untuk mendapat keuntungan sendiri.

Seperti halnya seorang wanita di Malaysia yang “dituduh” melakukan transaksi mencurigakan untuk membeli bitcoin

Tanpa disangka, ternyata penelepon tersebutlah yang menipu wanita 60 tahun tersebut.

Wanita 60 Tahun Ditipu hingga Miliaran Rupiah

wanita 60 tahun ditipu hingga miliaran rupiah

Melansir Bernama, Kepolisian dari Petaling Jaya, ACP Mohamad Fakhrudin Abdul Hamid, mengatakan bahwa korban adalah pensiunan sebuah perusahaan swasta.

Pada tanggal 9 Mei 2021, wanita tersebut menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai petugas Bank Negara.

Kemudian, dia mendapat pemberitahuan bahwa kartu kreditnya digunakan untuk membeli bitcoin di sebuah situs sosial.

Wanita tersebut mengaku tidak pernah melakukan transaksi itu.

Lalu, penipu tersebut pun menawarkan bantuan untuk melaporkan hal ini ke polisi.

Merasa percaya kepada penelepon, dia pun terus memberikan informasi pribadinya kepada penelepon, termasuk tujuh rekening banknya.

“Korban menerima salinan laporan polisi pada pukul 09.02 pagi keesokan harinya melalui aplikasi WhatsApp dan diminta untuk memberikan perincian semua rekening banknya untuk keperluan perpanjangan,” kata Mohamad Fakhrudin, dilansir dari Indozone.id yang mengutip Bernama, Kamis (20/5/2021).

Setelah itu, pada 10 Mei 2021, korban pergi ke Bank Negara untuk mengkonfirmasi kebenaran penelepon tadi.




Bank Negara kemudian memberi tahu bahwa panggilan tersebut adalah panggilan palsu.

Sampai saat ini, terhitung kerugian korban telah mencapai 1,3 juta ringgit atau sekira Rp4,4 miliar.

Sampai berita ini ditulis, kasus penipuan ini masih dalam penyelidikan.

Di Malaysia, modus penipuan ini dikenal dengan istilah Makau Scam.

Pelaku Makau Scam memang menyasar lansia yang dianggap sebagai korban empuk karena kurangnya pengetahuan mengenai dunia digital.

Mengenal Makau Scam

ilustrasi makau scam modus beli bitcoin

Pada prinsipnya, pelaku Makau Scam selalu berpura-pura menjadi petugas sebuah instansi.

Mereka bisa mengaku sebagai petugas pos, bank, bea cukai, kepolisian, dan lain-lain.

Kemudian, penipu akan memberitahu korban bahwa terdapat masalah di rekening korban, misalnya ada indikasi pencucian uang, transfer mencurigakan, dan lain-lain.

Selanjutnya, penipu akan memancing korban untuk memberikan informasi rekeningnya.

Kasus penipuan serupa memang sudah sering terjadi di Malaysia.

Ngeri ya modus penipuannya?

Kalau menerima telepon mencurigakan, berhati-hati ya Sahabat 99!

***

Semoga artikel ini bermanfaat ya!

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di portal Berita 99.co Indonesia.

Jika sedang mencari rumah di Semarang, bisa jadi Potala Semarang adalah jawabannya!

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!




Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts