Berita Ragam

Tulisan Amin yang Benar dan Artinya. Amin, Aamin, Amiin, atau Aamiin?

3 menit

Bagi umat muslim, kata dan pelafalan ‘amin’ sering kali dipanjatkan setelah berdoa atau usai didoakan oleh orang lain. Lantas, bagaimana tulisan amin yang benar? Yuk, simak ulasannya!

Property People, lafal amin sangat dekat dalam kehidupan sehari-hari umat Islam.

Berdasarkan pengucapannya, kata amin terbilang mudah dilafalkan.

Akan tetapi, perlu kamu ketahui jika pengucapan maupun tulisan amin yang berbeda memiliki makna yang berbeda pula.

Dalam tata bahasa, ‘amin’ adalah kata serapan dari bahasa Arab yang sudah dibakukan ke dalam bahasa Indonesia.

Menurut KBBI, amin berarti terimalah atau kabulkanlah.

Dengan demikian, tulisan amin yang benar menurut bahasa Indonesia yakni ‘amin’.

Namun, dalam kenyataannya, banyak yang menggunakan penulisan amin berbeda-beda, mulai dari amiin, aamin, aammiin, sampai dengan aamiin.

Untuk kamu ketahui, mengucap “Aamiin” (istilahnya ta’min) adalah sebab dikabulkannya doa, sebagaimana sabda Rasulullah:

إِذَا صَلَّيْتُمْ فَأَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ ثُمَّ لْيَؤُمَّكُمْ أَحَدُكُمْ فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا وَإِذَا قَالَ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ فَقُولُوا آمِينَ. يُجِبْكُمُ اللَّهُ

“Apabila kalian shalat maka luruskanlah shaf (barisan) kalian kemudian hendaknya salah seorang di antara kalian menjadi Imam. Apabila Imam bertakbir maka kalian bertakbir dan bila Imam mengucapkan “Ghairil maghdhubi alaihim waladh-dhaalliin”, maka ucapkanlah: Aamiin, niscaya Allah mengabulkannya. (HR Muslim)

Nah, dalam bahasa Arab, ketika suatu kata dilafalkan berbeda, maka perubahan tersebut juga mengalami perubahan makna.

Tulisan Amin yang Benar dan Artinya

tulisan amin yang benar

sumber: islamidia.com

Mengutip jurnal Hubungan antara Lafal, Konteks, dan Makna dalam Al-Qur’an yang ditulis Sukamta, terdapat aturan yang dikenal dengan ziyādah al-mabna tadullu‘alā ziyādah al-ma‘nā.

Artinya, penambahan pada bangunan kata menunjukkan perubahan makna.

Kaidah tersebut merupakan salah satu aturan yang berhubungan antara lafal dan makna.

Sementara itu, mengutip buku Tanya Jawab Islam oleh PISS KTB, Imam Nawawi menuturkan jika sighot ta’amin atau tulisan amin terdiri dari 4 macam.

Kata amin dapat ditulis sebagai berikut:

  • آمِيْن – amin
  • أَمِيْنٌ – amiin
  • أٰمِنْ – aamin
  • أٰمِيْنَ – aamiin

Lafal dan Tulisan Amin yang Benar dan Artinya

  1.  Tulisan ‘amin’ dengan alif dan mim yang memiliki arti berimanlah.
  2. ‘Amiin’ dengan alif pendek dan min panjang mempunyai arti orang yang amanah.
  3. ‘Aamin’ dengan alif panjang dan min pendek memiliki arti berimanlah atau beri jaminan keimanan.
  4. ‘Aamiin’ dengan alif panjang, mim tasyid, dan min panjang mempunyai makna orang yang hendak menuju suatu tempat atau kabulkanlah.

Penulisan Amin yang Benar Menurut Islam

Mengacu pada bahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa tulisan amin yang benar menurut Islam dalam konteks berdoa adalah “Aamiin”.




‘Aamiin’ memiliki arti kabulkanlah doa kami, sedangkan tulisan ‘amin’, ‘aamin’, dan ‘amiin’, bisa kamu sesuaikan dengan situasi dan kondisi tertentu.

Pendapat Imam An-Nawawi

penulisan amin yang benar

sumber: kumparan.com

Di sisi lain, ada pula beberapa cara mengucapkan amin menurut Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ syarh al-Muhadzzab.

  • Aamiin diucapkan dengan memanjangkan hamzah dan meringankan bacaan mim. Cara membaca ini merupakan yang paling fasih, paling masyhur, dan paling bagus menurut para ulama.
  • Amiin dilafalkan dengan memendekkan hamzah dan meringankan bacaan mim. Cara membaca ini diriwayatkan oleh Tsa’lab dan lainnya.
  • Eemiin diucapkan dengan memanjangkan hamzah serta mengucapkannya dengan imalah (antara fathah dan kasrah) dan dengan meringankan bacaan mim. Cara membaca ini diriwayatkan dari Hamdzah dan al-Kisai.
  • Aammiin dilafalkan dengan memanjangkan hamzah dan mentasydidkan huruf mim.

Khusus pelafalan pada poin keempat diriwayatkan oleh Al-Wahidi dari al-Hasan al-Bashri dan al-Husain bin al-Fadl.

Cara membaca tersebut dikomentari oleh para ulama sebagai cara membaca amin yang syadz (jarang dan menyelisihi yang lebih sahih), munkar, dan ditolak.

Cara membaca aammiin merupakan salah satu cara membaca yang salah, tetapi banyak diucapkan oleh orang awam.

Adapun pendapat lain dari Imam Syafi’i menyatakan bahwa orang yang melafalkan amin yang benar yakni lafal aamiin yang mempunyai makna kabulkanlah.

Penulisan Amin Menurut KBBI

Di sisi lain, seperti yang telah disinggung, penulisan ‘amin’ menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya kabulkanlah, demikianlah hendaknya (dikatakan pada waktu berdoa atau setelah berdoa).

Beberapa sumber menyebutkan bahwa penulisan ‘amin’ yang benar dan baku menurut Bahasa Indonesia adalah “Amin”.

Hal ini berbeda dengan penulisan bahasa Arab serta hukum bacaan tajwid yang menuliskan amin menjadi ‘aamiin’.

***

Itulah penulisan amin yang benar, Property People.

Semoga bermanfaat, ya.

Yuk, follow Google News kami agar tidak ketinggalan informasi paling anyar.

Jika kamu sedang mencari hunian yang aman dan nyaman di sekitar Bandung, bisa jadi Golden Hills adalah jawabannya.

Kunjungi pula laman www.99.co/id dan Rumah123.com untuk menemukan rekomendasi properti terbaik.

Dapatkan penawaran menggiurkan dan ragam promo karena kami selalu #AdaBuatKamu.




Hendi Abdurahman

Penulis 99.co Indonesia. Membahas sekaligus mengupas tentang berita properti, desain rumah, hingga tips & trik seputar hunian.

Related Posts