Berita Berita Properti

Transit Oriented Development Dijadikan Arah Kebijakan Pembangunan Jakarta, Mendahulukan Pejalan Kaki

2 menit

Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta menyatakan bahwa Transit Oriented Development (TOD) akan memprioritaskan pejalan kaki dibandingkan kendaraan. Berikut berita selengkapnya!

Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa kebijakan TOD ini merupakan perubahan mendasar.

Perubahan arah kebijakan ini merupakan rencana yang sudah digodok selama tiga tahun.

Melansir Kompas, kebijakan Transit Oriented Development akan mengesampingkan pengendara pribadi di Ibu Kota.

Hal tersebut sesuai dengan perubahan pembangunan gedung di Jakarta yang awalnya car-oriented.

Area Transit Oriented Development akan Menjadi Arah Kebijakan Pembangunan Baru di Jakarta

hunian transit oriented development lrt city bekasi

sumber: 99.co/id

Kini, para pejalan kaki Jakarta tidak perlu lagi khawatir akan keselamatan mereka di pinggiran jalan.

Pasalnya, area TOD diharapkan bisa memfasilitasi para pejalan kaki dan melindungi mereka dari bahaya kendaraan umum.

“Mengutamakan pejalan kaki Pemprov DKI Jakarta menyiapkan pedestrianisasi dan juga menyiapkan fasilitas pejalan kaki secara masif dalam tiga tahun terakhir ini,” kata Syafrin, seperti dikutip dari Kompas dalam diskusi virtual di Jakarta, Rabu (24/03/2021).

Kebijakan baru ini sebenarnya dimulai pada tahun 2018 dengan membenahi trotoar-trotoar di sepanjang jalanan Jakarta.

Contoh perbaikan trotoar aktif berada di area Sudirman-Thamrin, Thamrin 10, Kendal Menteng, dan Dukuh Atas.

“Jadi ketika jalur kendaraan bertransformasi menjadi jalur pejalan kaki yang nyaman dan aman maka terjadi perubahan paradigma dan gaya hidup warga Jakarta dalam mobilitas,” lanjut Syafrin.




Kendaraan Pribadi Menjadi Prioritas Terakhir

kemaceta kota

Syafrin Liputo juga membahas penggunaan kendaraan umum dan pribadi di Jakarta.

Menurutnya, jenis-jenis kendaraan tersebut akan menjadi prioritas terakhir, terutama mobil pribadi.

Pasalnya, setelah pejalan kaki, pemerintah Jakarta akan mengutamakan kendaraan ramah lingkungan seperti sepeda.

Akan tetapi, bukan berarti kendaraan umum luput dari perhatian Dishub DKI Jakarta.

Pasalnya, selama ini, Bus Rapid Transit (BRT) telah dibangun secara masif dari tahun 2004.

Kini, sudah tersedia sebanyak 13 koridor yang menyebar di seluruh Jakarta.

Selain BRT, dibangun juga Light Trail Transit (LRT), walaupun baru sepanjang 5,9 km dari Kelapa Gading ke Velodrome.

“Selanjutnya, ada juga Moda Rapid Transit (MRT) dari Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI. Ketiga moda transportasi ini diintegrasikan secara baik yaitu dengan angkutan jalan dan juga moda KRL,” ucap Syafrin.

Untuk kendaraan pribadi, penggunaannya menjadi prioritas paling bungsu.

“Kita ketahui bahwa sejak 2019 Pemprov DKI Jakarta melakukan pembatasan lalu lintas demikian masifnya sebelumnya ganjil genap berlaku pada 16 ruas jalan itu ditingkatkan menjadi 25 ruas jalan,” tutupnya.

***

Semoga ulasan di atas bermanfaat ya, Sahabat 99…

Jangan lupa pantau terus artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Bagi kamu yang mencari apartemen TOD seperti BSD City, langsung kunjungi 99.co/id, ya!




Samala Mahadi

Content Writer and all things Basquiat connoisseur.

Related Posts