Berita Ragam

Tinggal di Puncak Gunung Wilis Seorang Diri, Pria Ini Hidup dari Tiwul & Air Hujan!

2 menit

Kisah seorang pria bernama Hamzah baru-baru ini menyita perhatian publik. Pasalnya, ia memutuskan tinggal di puncak gunung Wilis seorang diri selama bertahun-tahun. Yuk, simak kisah selengkapnya berikut ini!

Ketika banyak orang berebut pindah ke kota besar, seorang pria justru memilih untuk menyepi di tengah gunung.

Hamzah namanya, ia merupakan pria berusia 47 tahun dari Kalidawir, Tulungagung, Jawa Timur.

Pria ini kabarnya telah hidup bertahun-tahun jauh dari keramaian dan saat ini tengah menetap di puncak gunung Wilis, Jawa Timur.

Kisah unik hidupnya pertama kali diunggah oleh akun Facebook Mas Ari Purnomo Adi.

Berikut cerita lengkapnya mengenai seorang pria yang tinggal di puncak gunung Wilis seorang diri.

Kisah Pria yang Tinggal di Puncak Gunung Wilis

pria tinggal di puncak gunung

Sumber: superadventure.co.id

Menurut penuturan Adi, Hamzah sudah menghuni salah satu puncak gunung Wilis selama 2,5 tahun.

Ia membangun sebuah bivak atau bangunan yang terbuat dari kayu dan daun sebagai perlindungan dari hujan serta suhu gunung nan dingin.

Sehari-harinya, Hamzah hidup dengan menyantap tiwul serta sayuran dan tanaman liar yang ada di gunung.

Misalnya saja bayam, ginseng, sawi, manis rejo, dan lainnya yang tumbuh liar di hutan.

Sementara untuk air, ia akan menampung air hujan atau mengambil langsung dari mata air di jurang di dekat tempatnya berteduh.

bivak milik hamzah di puncak gunung

Sumber: kumparan.com

“Tidak ada mata air, (Hamzah) turun ke jurang di sebelah kanan kiri tempatnya, ada jurang, di situ ada mata air,” terang Ari dilansir dari kumparan.com.




Namun sesekali, Hamzah akan turun gunung untuk mengisi ulang stok makanan jika kesulitan menemukannya di gunung.

“Jadi kalau makanannya habis, nggak ada makanan di puncak, dia turun. Turunnya ke arah Nganjuk, terus naik,” jelas Ari dilansir dari tribunnews.com.

Stok utama yang akan Hamzah cari adalah tiwul, karena itu merupakan makanan pokok pengganti nasi baginya.

Ari sendiri menjelaskan bahwa dirinya bertemu Hamzah secara tidak sengaja dalam perjalanan menjelajah puncak-puncak utama Gunung Willis.

Latar Belakang Keputusan Hamzah Menyepi

kisah pria tinggal di gunung

Sumber: tribunnews.com

Lebih lanjut, Ari juga menjelaskan bahwa ia sempat berbincang mengenai alasan Hamzah tinggal seorang diri jauh dari keramaian.

Alasan utama pria berusia 47 itu menyepi di gunung adalah untuk belajar mengenal diri sendiri.

Dari mengenal diri sendiri inilah nantinya ia akan bisa selangkah lebih dekat dengan Tuhan.

Oleh sebab itu Hamzah memilih tinggal di puncak gunung yang sepi dan sunyi.

Bisa dibilang, kesehariannya hanya berfokus pada cara bertahan hidup serta bertapa mendekatkan diri pada Sang Pencipta.

Kehidupan seperti ini ternyata sudah ia jalani sejak tahun 2000-an.

Selama ini ia terus berpindah-pindah mencari lokasi tersepi agar bisa lebih fokus, hingga akhirnya mencapai gunung Wilis 2,5 tahun lalu.

***

Semoga informasinya bermanfaat, Sahabat 99.

Simak artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Kunjungi 99.co/id dan temukan hunian impianmu.

Ada beragam pilihan properti menarik seperti kawasan Andalusia Residence Cikeas.




Hanifah

Penulis 99.co Indonesia | Knit & Crochet Enthusiast

Related Posts