Berita Berita Properti

Mengenal The Exchange 106, Gedung Pencakar Langit Kontroversial Milik Djoko Tjandra

2 menit

Tahanan kasus pengalihan hak tagih utang Bank Bali, Djoko Tjandra, terlibat dalam pembangunan The Exchange 106. Intip kemegahannya pada artikel berikut ini.

Nama Djoko Tjandra sedang panas-panasnya diperbincangkan oleh media Indonesia.

Pria asal Kalimantan Barat itu akhirnya tertangkap setelah menghilang selama 11 tahun.

Djoko Tjandra merupakan Direktur PT Era Giat Prima.

Perusahaan Djoko dikenal telah menjalin hubungan dengan Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) dan Bank Bali.

Campur tangannya dengan Gedung The Exchange 106 bermula dari Grup Mulia yang memiliki aset properti di Malaysia.

Berikut berita selengkapnya.

The Exchange 106, Gedung Pencakar Langit yang Penuh Kontroversi

The Exchange 106 adalah gedung pencakar langit yang berlokasi di kawasan bisnis elite Kuala Lumpur, Malaysia.

Kawasan tersebut merupakan area keuangan internasional terpadu yang dipanggil dengan nama Tun Razak Exchange (TRX).

Dilansir dari Kompas.com, kawasan bisnis ini ditunjang oleh dana kontroversial 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Proses pembangunan gedung sempat mengalami kendala ketika 1MDB tersandung sebuah skandal di tahun 2015.

Meskipun begitu, pembangunan akhirnya diputuskan untuk tetap berjalan.

Kementerian Keuangan Malaysia turut membantu mendanai sisa pembangunan The Exchange 106 pada tahun 2018.

Keputusan ini merupakan kolaborasi dengan pengembang Indonesia, Grup Mulia.

Menurut New York Times, Grup Mulia memiliki sekitar 49% dari seluruh bangunan.

Sementara itu sisanya dimiliki oleh Kementerian Keuangan Malaysia.

Baca Juga:

Kisah Pengusaha Sukses Properti Elang Gumilang. Dulunya Jualan Donat, Sekarang Omzet Puluhan Miliar!




Mengintip Kemegahan Gedung Milik Djoko Tjandra

The Exchange 106

sumber: skyscrapercenter.com

Gedung The Exchange 106 merupakan salah satu bangunan tertinggi di Malaysia.

Bangunannya dibangun dengan tinggi arsitektural 445,5 meter dan atau sebanyak 106 lantai.

Beberapa meter lagi, gedungnya bisa mengalahkan status Petronas Tower yang gagah berdiri dengan ketinggian 451,9 meter.

Gedung tinggi ini dilengkapi dengan area ritel seluas 100.000 kaki persegi, atau sekitar 9.200 meter persegi.

92 lantai di dalam gedung dikhususkan untuk perkantoran.

Area ini disebut-sebut sebagai kantor tanpa kolom terbesar di Malaysia.

Sedangkan lantai 57 dibuat khusus untuk mereka yang ingin mencuci mata dengan melihat keindahan Malaysia dari atas.

“The Exchange 106 menawarkan ruang kantor yang bebas kolom dengan bentang panjang mulai dari 22.000 kaki persegi hingga 34.000 kaki persegi, ruang tanpa kolom terbesar di Malaysia,” jelas perwakilan gedung melalui Straits Times.

Sebagai informasi tambahan, Grup Mulia merupakan perusahaan yang berjasa dalam membangun banyak properti mewah di Indonesia.

Perusahaannya didirikan oleh Tjandra Bersaudara di tahun 1970-an.

Nama-nama properti yang mereka bangun termasuk Apartemen Taman Anggrek, Hotel Mulia Senayan, Atrium Mulia, dan The Mulia Bali.

Baca Juga:

Pertama di Dunia! Hotel Mewah di Vietnam Ini Berlapis Emas 24 Karat. Intip Kamarnya, yuk!

Jangan lupa untuk pantau terus informasi penting seputar properti lewat Berita Properti 99.co Indonesia.

Untuk kamu yang tertarik tinggal di hunian minimalis modern seperti Bintaro Plaza Residence, langsung saja kunjungi 99.co/id, ya! 




Samala Mahadi

Content Writer and all things Basquiat connoisseur.

Related Posts