Berita Ragam

Mengenal 7 Tarian Sumatera Barat yang Filosofis. Gerakannya Menawan Banget!

3 menit

Berbicara mengenai tarian Sumatera Barat, tentu kamu akan langsung teringat pada tari Piring. Padahal, ada banyak jenis tari tradisional lainnya yang tidak kalah menawan, lo. Yuk, kenali lebih dalam melalui ulasan berikut ini!

Di Sumatera Barat, mayoritas penduduknya merupakan anggota suku Minangkabau.

Karena itulah kebanyakan tarian daerahnya juga berasal dari suku satu ini.

Menariknya, setiap tarian tradisional ini ternyata memiliki makna filosofis tersendiri.

Ada yang bertujuan untuk menyambut tamu, mengucap syukur, dan lainnya.

Untuk lebih jelasnya, ini dia ulasan lengkap menganai tarian Sumatera Barat untukmu!

7 Tarian Sumatera Barat yang Filosofis

1. Tari Pasambahan

jenis tarian dari sumatera barat

Sumber: backpackerjakarta.com

Kata “pasambahan” secara harfiah artinya adalah “persembahan”.

Sesuai dengan namanya, tari tradisional ini berfungsi sebagai persembahan untuk menyambut tamu.

Terutamanya tamu kehormatan seperti presiden, tokoh terkenal, tamu besar negara, dan lainnya.

Tari Pasambahan memadukan aksi pencak silat khas Minang dan gerakan anggun penari wanita.

Lalu, ada penari wanita yang akan membawa perlengkapan persembahan sirih, penang, sadah, dan lainnya untuk tamu.

2. Tari Piring

tari piring khas sumatera barat

Sumber: mundomaya.travel

Salah satu tarian yang berasal dari Sumatera Barat adalah tari Piring.

Para penari akan mengayunkan tangannya yang memegang piring dalam gerakan cepat dan teratur.

Menurut catatan sejarah, tarian ini berasal dari daerah Solok dan dulunya berfungsi sebagai ritual dalam upacara kesuburan.

Namun, ada juga yang menyebutnya sebagai ungkapan rasa syukur terhadap para dewa ketika masa panen tiba.

Tujuannya adalah untuk berterima kasih atas hasil panen yang melimpah ruah.

3. Tari Payung

jenis tari tradisional indonesia

Sumber: bobo.grid.id

Berikutnya, ada tari berpasangan yang menggunakan properti utama berupa payung.

Karena itulah kita mengenalnya dengan nama tari Payung dari Sumatera Barat.

Gerakannya mencerminkan pergaulan muda-mudi dengan payung yang berfungsi sebagai pelindung mereka dari hal negatif.

Tepatnya, para penari pria akan melindungi kepala penari wanita dengan payung selagi mereka menari menggunakan selendang.

4. Tari Indang Badindin

tari tradisional indang badindin

Sumber: kompas.com

Tarian Sumatera Barat berikutnya adalah Indang Badindin atau Indang Minangkabau.




Gerakannya mengharuskan para penari untuk membungkukkan badan sembari berlutut bersamaan.

Makna tariannya adalah penghormatan kepada Tuhan dan kerap ditampilkan dengan musik rebana sebagai pengiring.

Secara umum, tari Indang Badindin dilakukan oleh 14 orang dan berlangsung selama 30 menit.

5. Tari Alang Babega

tari tradisional dari sumatera barat

Sumber: tribunnewswiki.com

Selanjutnya, ada tari Alang Babega yang menggambarkan gerakan burung elang ketika berburu.

Jumlah penarinya sekitar dua hingga enam orang dan bisa kamu lakukan berpasangan.

Gerakan awalnya menampilkan tangan penari yang menyerupai elang ketika terbang.

Lalu, penari akan mengepakkan sayap dan terlihat seperti menukik untuk menyambar mangsa.

Meski gerakannya sederhana, tarian dari Sumatera Barat ini sudah terkenal hingga mancanegara, lo.

6. Tari Ambek-Ambek Koto Anau

daftar jenis tarian tradisional sumatera barat

Sumber: seringjalan.com

Ada juga tari tradisional bernama Ambek-Ambek Koto Anau.

Gerakan tari tradisional ini menyerupai mimik anak-anak ketika bermain gelut atau pura-pura berkelahi.

Karena itulah kamu bisa melihat perpaduan antara gerakan silat dan tarian di dalamnya.

Dulunya, tarian ini pernah menjadi ritual sakral keagamaan di wilayah Minangkabau.

Anak-anak lelaki akan menarikannya setelah mereka selesai belajar mengaji di surau.

7. Tari Lilin

tari lilin khas sumatera barat

Sumber: suaranusantara.co

Terakhir, ada tari Lilin yang juga berasal dari Minangkabau.

Awalnya, tarian ini berfungsi sebagai ungkapan rasa syukur kepada dewa ketika musim panen tiba.

Namun, seiring waktu maknanya berubah dan kini fungsinya beralih menjadi tarian hiburan.

Gerakannya menceritakan tentang seorang gadis yang kehilangan cincin tanda pertunangan dari kekasihnya.

Karena itulah ada banyak gerakan membungkuk dan berdoa sepanjang tarian.

***

Semoga informasi di atas bermanfaat untukmu ya, Property People!

Simak artikel menarik lainnya hanya di Berita 99.co Indonesia.

Jangan lupa, kunjungi 99.co/id dan Rumah123.com yang selalu #AdaBuatKamu untuk menemukan hunian impian.

Ada berbagai penawaran properti menarik seperti kawasan Kota Baru Parahyangan di Padalarang, Bandung.




Hanifah

Penulis 99.co Indonesia | Knit & Crochet Enthusiast

Related Posts