Berita Ragam

16 Tanaman Antivirus yang Ampuh dan Mudah Dirawat Rumah, Sudah Punya?

5 menit

Tanaman antivirus merupakan tanaman ajaib yang patut kamu pertimbangkan ditanam di rumah karena bermanfaat sebagai tanaman obat. Apa saja nama tanaman tersebut? Cek satu per satu di sini!

Property People, tahukah kamu kalau sejumlah tanaman dikenal memiliki segudang manfaat untuk mencegah segala macam penyakit?

Bahkan, sejumlah tanaman telah digunakan sebagai obat herbal atau pengobatan tradisional di berbagai negara.

Nah, tanaman antivirus merupakan tanaman yang beberapa di antara merupakan obat antivirus terbaik.

Dengan menanamnya di rumah, kamu bisa memanfaatkan tanaman tersebut jika diperlukan sewaktu-waktu.

Keampuhan tanaman ini tak perlu diragukan lagi karena telah diteliti oleh sejumlah penelitian di berbagai negara, lo.

Melansir berbagai sumber, berikut adalah tanaman antivirus yang bisa kamu tanam di rumah.

Tak sulit untuk menanamnya, kok!

16 Tanaman Antivirus yang Bisa Ditanam di Rumah

1. Oregano

tanaman antivirus

Sumber: Kompas.com

Oregano adalah tanaman antivirus yang bisa kamu tanam di rumah.

Melansir healthline, senyawa tanaman ini termasuk carvacrol menawarkan sifat antivirus.

Minyak oregano dan carvacrol mengurangi aktivitas murine norovirus (MNV) dalam waktu 15 menit setelah terpapar.

MNV sangat menular dan penyebab utama flu perut pada manusia.

Minyak oregano dan carvacrol juga telah terbukti melawan virus herpes simpleks tipe-1 (HSV-1).

Virus lain yang dapat diatasi adalah rotavirus dan virus pernapasan syncytial (RSV) yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan.

2. Sage

tanaman antivirus

Sumber: britannica.com

Sage juga adalah tanaman antivirus yang termasuk anggota keluarga mint.

Tanaman ini merupakan aromatik yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati infeksi virus.

Sifat antivirus sage sebagian besar dikaitkan dengan senyawa safficinolide yang ditemukan di daun dan batang tanaman.

Tanaman ini dapat melawan virus human immunodeficiency tipe 1 (HIV-1), yang dapat menyebabkan AIDS.

Dalam sebuah penelitian, ekstrak sage secara signifikan menghambat aktivitas HIV dengan mencegah virus memasuki sel target.

Sage juga telah terbukti memerangi HSV-1 dan indiana vesiculovirus, yang menginfeksi hewan ternak seperti kuda, sapi, dan babi.

3. Basil

tanaman anti virus

Sumber: gardenzeus

Senyawa seperti apigenin dan asam ursolat dalam daun ini menunjukkan efek kuat terhadap virus herpes, hepatitis B, dan enterovirus.

Tanaman herbal basil telah terbukti meningkatkan kekebalan yang dapat membantu melawan infeksi virus.

Kamu bisa menanam basil dari biji menggunakan pot atau langsung di halaman rumah.

4. Adas

tanaman herbal antivirus

Sumber: liputan6.com

Adas adalah tanaman beraroma licorice yang dapat melawan virus tertentu.

Dalam sebuah penelitian, ekstrak adas menunjukkan efek antivirus yang kuat terhadap virus herpes dan parainfluenza tipe-3 (PI-3).

Terlebih lagi, trans-anethole atau komponen utama minyak esensial adas telah menunjukkan efek antivirus yang kuat terhadap virus herpes.

5. Bawang Putih

tanaman antivirus

Sumber: gdm.id

Menanam bawang putih di rumah memiliki ragam manfaat karena termasuk tanaman antivirus.

Bawang putih memiliki aktivitas antivirus melawan influenza A dan B, HIV, HSV-1, pneumonia virus, dan rhinovirus.

Bawang putih juga meningkatkan respons sistem kekebalan dengan merangsang sel kekebalan pelindung, yang dapat melindungi dari infeksi virus.

6. Lemon Balm

tanaman antivirus

Sumber: thespruce

Lemon balm adalah tanaman lemon yang biasa digunakan dalam teh dan bumbu.

Ekstrak lemon balm adalah memiliki aktivitas antivirus terhadap avian influenza (flu burung), virus herpes, HIV-1, dan enterovirus 71.

Masih ragu menanam lemon balm di rumah, Property People?

7. Peppermint

tanaman anti virus

Sumber: tastingtable.com

Peppermint adalah tanaman hias yang dikenal sebagai antivirus yang kuat.

Daun dan minyak esensial daun mint mengandung komponen aktif, termasuk mentol dan asam rosmarinic yang memiliki aktivitas antivirus dan anti-inflamasi.

Antivirus dalam tanaman herbal yang satu ini juga manjur melawan virus pernapasan syncytial (RSV).

8. Rosemary

tanaman antivirus

Sumber: gardenerspath.com

Tanaman herbal antivirus lainnya adalah rosemary.

Rosemary memiliki banyak senyawa termasuk asam oleanolic.

Asam oleanolic pada resemary menunjukkan aktivitas antivirus terhadap virus herpes, HIV, influenza, dan hepatitis.




Rosemary juga ampuh sebagai tanaman pengusir kecoa.

9. Echinacea

tanaman herbal antivirus

Sumber: americanmeadows

Tanaman hias bunga yang satu ini sangat cantik, lo.

Tak sedikit bagian tanaman termasuk bunga, daun, dan akarnya yang digunakan untuk pengobatan alami.

Varietas echinacea tertentu termasuk E. pallida, E. angustifolia, dan E. purpurea  sangat efektif dalam memerangi infeksi virus seperti herpes dan influenza

10. Sambucus

tanaman antivirus

Sumber: curenursery.com

Sambucus masih sangat jarang ditanam di halaman rumah.

Padahal, tanaman yang disebut elderberry ini kerap menjadi berbagai olahan untuk mengobati infeksi virus seperti flu dan pilek.

Jus elderberry dapat menekan replikasi virus influenza dan merangsang respons sistem kekebalan.

11. Licorice

Sumber: medicalnewstoday.com

Siapa yang belum tahu licorice atau akar manis?

Tumbuhan yang satu ini telah digunakan dalam pengobatan tradisional China selama berabad-abad.

Glycyrrhizin, liquiritigenin, dan glabridin merupakan beberapa zat aktif dalam licorice yang memiliki sifat antivirus yang kuat.

Ekstrak akar licorice efektif melawan HIV, RSV, virus herpes, dan coronavirus terkait sindrom pernapasan akut (SARS-CoV), yang menyebabkan jenis pneumonia serius.

Luar biasa, bukan?

12. Astragalus

tanaman antivirus

Sumber: healthline.com

Astragalus adalah tanaman anti virus berbunga yang populer dalam pengobatan tradisional China.

Penelitian menunjukkan bahwa astragalus memerangi virus herpes, hepatitis C, dan virus flu burung H9.

Tertarik menanamnya di rumah?

13. Jahe

Sumber: jawapos.com

Jahe sudah dikenal sebagai tanaman antivirus terbaik.

Jahe telah terbukti memiliki aktivitas antivirus yang mengesankan berkat konsentrasi tinggi pada senyawa tanaman.

Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak jahe memiliki efek antivirus terhadap flu burung, RSV, dan feline calicivirus (FCV), yang sebanding dengan human norovirus.

Selain itu, senyawa spesifik dalam jahe seperti gingerol dan zingerone telah ditemukan dapat menghambat replikasi virus dan mencegah virus memasuki sel inang.

Cara menanam jahe juga cukup mudah, lo!

14. Ginseng

Sumber: satuharapan.com

Selain jahe, ginseng juga sudah dipercaya menangkal efek signifikan terhadap RSV, virus herpes, dan hepatitis A.

Selain itu, senyawa dalam ginseng yang disebut ginsenosides memiliki efek antivirus terhadap hepatitis B, norovirus, dan coxsackievirus.

15. Dandelion

Sumber: gardeningknowhow

Dandelion atau randa tapak adalah tanaman bunga yang berkhasiat sebagai antivirus.

Penelitian menunjukkan bahwa dandelion dapat memerangi hepatitis B, HIV, dan influenza.

Selain itu, ekstrak dandelion menghambat replikasi demam berdarah, virus yang dibawa nyamuk yang menyebabkan demam berdarah.

16. Pegagan

Sumber: ners.unair.ac.id

Melansir Kompas, tanaman pegagan merupakan tanaman antivirus yang bermanfaat sebagai imunomodulator pada penyakit yang membutuhkan pertahanan sistem imun seluler maupun humoral.

Kandungan senyawa glikosida triterpenoid dan asiaticoside dapat mempercepat perbaikan sel-sel kulit dan meningkatkan daya tahan tubuh non spesifik.

***

Semoga bermanfaat, Property People.

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di Google News Berita 99.co Indonesia.

Cek rumah impian hanya di www.99.co/id dan rumah123.com.

Lagi cari rumah di Depok? Bisa jadi Grand CItra Residence adalah pilihannya!

Yuk, dapatkan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan properti karena kami selalu #AdaBuatKamu.




Ilham Budhiman

Penulis 99.co Indonesia. Lulusan sastra daerah yang berkarier sebagai wartawan sejak 2016 dengan fokus liputan terkait hukum, logistik, dan properti nasional.

Related Posts