Berita Berita Properti

Cara Mengubah Status Tanah Girik ke SHM atau Sertifikat Hak Milik. Penting untuk Diketahui!

3 menit

Proses dan cara mengubah status tanah girik ke Sertifikat Hak Milik atau SHM perlu untuk diketahui agar tidak terjadi masalah di kemudian hari. Yuk, baca informasi lengkapnya lewat artikel berikut.

Melansir lsc.bphn.go.id, tanah girik merupakan status tanah yang yang belum terdaftar di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Kendati memiliki surat tanah girik, dokumen tersebut hanya berfungsi sebagai bukti bagi pemilik atas kuasa saja alias tidak tercatat secara resmi di Badan Pertanahan Nasional.

Dengan demikian, surat girik tanah tidak mempunyai kekuatan di mata hukum.

Biasanya, penguasaan tanah girik ini acapkali didapat secara turun temurun dalam suatu keluarga.

Nah, karena keabsahan tanah girik tidak terdaftar di Badan Pertanahan Nasional, sebagian orang sering kali mengubah statusnya menjadi sertifikat hak milik alias SHM.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menghindari sengketa tanah.

Lantas, bagaimana cara mengubah status tanah girik ke SHM?

Cara Mengubah Status Tanah Girik ke SHM

tanah girik ke shm

Perpindahan status tanah girik menjadi SHM membutuhkan proses dan langkah-langkah yang cukup panjang.

Kamu mesti mengurusnya ke dua tempat, yakni kelurahan setempat dan ke kantor pertanahan sehingga proses pemindahan status bakal berjalan sebagaimana mestinya.

Melansir berbagai sumber, berikut adalah langkah-langkah yang perlu kamu lakukan.

Mendatangi Kantor Kelurahan

Datanglah ke kantor kelurahan setempat dengan membawa surat-surat penting.

Adapun surat yang mesti dipersiapkan adalah sebagai berikut.

1. Membawa Surat Keterangan Riwayat Tanah

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, dikarenakan tanah girik sering kali berawal dari warisan, bukti berupa adanya histori penguasaan tanah girik perlu dibeberkan di kantor kelurahan.

Nantinya, surat ini berfungsi untuk menerangkan riwayat penguasaan tanah karena tidak menutup kemungkinan adanya perubahan luas tanah.

Dengan demikian, kelurahan setempat bakal mengetahui secara rinci.

2. Surat Keterangan Tidak Sengketa

Surat lainnya yang perlu kamu bawa ke kantor kelurahan untuk mengubah status tanah girik ke SHM adalah surat keterangan tidak sengketa.

Dalam surat tersebut, perlu ada saksi-saksi yang ikut terlibat dan memastikan bahwa tanah girik tidak dalam status sengketa.

Saksi yang tercantum dalam surat itu biasanya adalah Ketua RT dan Ketua RW meskipun tidak menutup kemungkinan saksi juga bisa dari tokoh adat di kawasan setempat.

3. Surat Keterangan Penguasaan Tanah secara Sporadik

Fungsi disertakannya surat ini guna membuktikan bahwa kamu benar-benar penguasa atas tanah girik tersebut.

Isi surat keterangan penguasaan tanah secara sporadik ini juga acapkali mencantumkan tanggal penguasaan tanah.




Mendatangi Kantor Pertanahan

kantor bpn

sumber: kompas.com

Proses selanjutnya setelah mendatangi kantor kelurahan, kamu mesti pula mendatangi kantor pertanahan.

Lalu, langkah-langkah apa yang mesti dilakukan?

1. Mengajukan Permohonan Sertifikat

Datangilah loket pelayanan di kantor pertanahan dengan maksud mengajukan dokumen permohonan.

Kamu mesti menyertakan sejumlah surat yang diperlukan yang telah dilakukan sebelumnya di kantor kelurahan.

Beberapa persyaratan yang mesti dilampirkan di antaranya fotokopi KTP, Kartu Keluarga, fotokopi SPT PBB tahunan, surat keterangan riwayat tanah asli, surat girik asli, surat pernyataan pemasangan tanda batas, dan lain sebagainya.

2. Pengukuran Tanah

Setelah berkas permohonan sebagaimana poin di atas telah diberikan dan kamu menerima dokumen, maka dilakukan pengukuran oleh petugas.

3. Pengesahan Surat Ukur

Apabila pengukuran tanah telah dilakukan, selanjutnya BPN bakal mencetak pengesahan surat ukur dan penelitian lalu Kepala Seksi Pengukuran dan Pemetaan menandatangani Surat Ukur.

Usai disahkan, surat tersebut bakal diperiksa Panitia A yang biasanya terdiri petugas BPN dan pihak dari kelurahan.

4. Pengumuman Data Yuridis

Kemudian, data yuridis permohonan hak tanah bakal diumumkan di kantor BPN dan kelurahan dalam kurun waktu 60 hari.

Fungsi dan tujuan dari adanya pengumuman ini supaya tidak ada pihak yang mengaku atau mengklaim sepihak dan menjamin pemohon sebagai pemilik tanah yang sah.

5. Penerbitan SK Hak Atas Tanah

Selanjutnya, apabila dalam kurun waktu 60 hari tidak ada yang keberatan mengenai status tanah girik yang diajukan, Kepala Kantor Pertanahan bakal mengeluarkan Surat Keputusan (SK) hak atas tanah.

Dengan demikian, status tanah girik telah berubah menjadi SHM alias tanah yang memiliki sertifikat legal.

6. Pembayaran BPHTB

Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan mesti dibayarkan kendati proses tanah girik ke SHM telah rampung dengan terbitnya SK Hak Atas Tanah.

7. Pendaftaran Penerbitan Sertifikat

Proses terakhir yang mesti dilakukan adalah pendaftaran SK Hak Atas Tanah untuk didaftarkan kemudian berlanjut pada proses penerbitan Sertifikat Hak Milik.

Kamu dapat mengambil sertifikat hak milik di loket pengambilan.

***

Itulah cara mengubah tanah girik ke SHM, Property People.

Semoga ulasannya bermanfaat, ya.

Baca informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari rumah aman dan nyaman seperti Golden Hills?

Yuk, kunjungi 99.co/id dan rumah123.com, karena kami selalu #AdaBuatKamu.




Hendi Abdurahman

Penulis 99.co Indonesia. Membahas sekaligus mengupas tentang berita properti, desain rumah, hingga tips & trik seputar hunian.

Related Posts