Berita Berita Properti

Minim Perawatan, Seperti Ini Potret Taman Kering Ala Rumah Naganara

2 menit

Ada banyak pertimbangan dalam menentukan konsep taman rumah, misalnya tampilan dan perawatannya. Apabila kamu menginginkan taman yang cantik namun minim perawatan, taman kering Rumah Naganara bisa jadi inspirasi yang tepat untuk kamu!

Taman kering adalah taman yang terlihat simpel dan elegan dengan ciri khas penggunaan batu sebagai pengganti rumput.

Menilik sejarahnya, konsep taman kering mengacu pada konsep taman zen atau taman batu Jepang yang dominan dengan batu dan pasir.

Jenis taman seperti ini sangat cocok untuk kamu yang tidak ingin direpotkan dengan merawat taman di rumah, tapi tetap memiliki taman yang sedap dipandang.

Seperti halnya Rumah Naganara yang mengusung konsep low maintenance atau perawatan yang minim, sang pemilik pun memilih menerapkan taman berbatu.

Ada kisah menarik dalam penerapan taman tersebut, ingin tahu seperti apa kisahnya?

Resi Wimbadi, pemilik Rumah Naganara, menjelaskan bagaimana ia memilih menerapkan tangan kering dan tips-tips merancangnya kepada Berita 99.co Indonesia.

Kenapa Rumah Naganara Memilih Taman Kering?

taman basah

Dari awal merancang rumah impiannya, Resi bersama sang istri mengedepankan ke hal, yakni sirkulasi udara bagus, rumah yang terang, dan low maintenance atau eco energy.

Hal tersebut mereka wujudkan dalam setiap sudut rumahnya, tak terkecuali pada bagian taman rumah.

Namun hal yang menarik, ternyata Rumah Naganara sempat mengganti konsep taman yang ada di rumahnya.

“Awalnya ini sebenarnya taman ini taman basah, saya menanam rumput, rumput gajah pada waktu itu. Tapi, karena rumah saya kebanyakan putih, jadi rumput itu kena tampias air dari atas. Itu ngebikin dia muncrat ke tembok, sehingga nggak bisa dibersihin,” ungkap Resi Wimbadi.

Selain itu, Resi juga menjelaskan bahwa taman basah juga memunculkan banyak binatang seperti semut, kelabang, dan sebagainya.

“Kita kalau ada teman, kerabat yang datang, kita mau mini barbeque juga jadi susah. Misalnya semalam habis hujan, itu masih basah, sehingga ngebikin kotor,” tambahnya.

Tiga hal tersebutlah yang menjadi pertimbangan Resi dan istri untuk mengubah taman basah di halaman belakang rumahnya menjadi taman kering.




Tips Merancang Taman Kering

taman batu

Apabila kamu ingin beralih dari taman basah ke taman kering karena alasan yang sama seperti di atas, kamu bisa mengikuti bagaimana cara Rumah Naganara merancang taman tersebut.

Hal terpenting yang harus benar-benar diperhatikan dalam merancang taman seperti ini adalah pemilihan lapisan yang tepat.

Menurut Rumah Naganara, berikut ini urutan lapisan untuk taman kering:

  • Tanah
  • Pasir
  • Paranet atau ijuk (boleh tidak pakai, asal pasir minimal setebal 5 cm)
  • Batu split

Dengan lapisan tersebut, khususnya jika menutup tanah dengan pasir setebal 5 cm, tanaman liar tidak akan tumbuh.

Selain tidak ditumbuhi tanaman atau terhindar dari hewan, taman tersebut juga bisa menjadi area resapan yang baik.

taman rumah naganara

“Jadi ini sebenarnya adalah area resapan. Jadi kalau ada hujan atau air, dia langsung meresap. Kemarin sempat hujan seharian, ini tidak tergenang sama sekali. Tapi kalau pada waktu masih tanah, itu dia sempat tergenang baru surut,” jelas Resi.

Di samping mencegah genangan air, taman ini tidak membutuhkan perawatan apapun.

“Saya sekarang nggak perlu yang ekstra perhatian, ‘duh, ini rumputnya harus dicukur, gitu-gitu’. Itulah pertimbangan saya,” katanya.

Jenis taman minim perawatan ini sangat cocok untuk kamu yang sibuk beraktivitas, sehingga tidak perlu menyisihkan waktu khusus untuk merawat taman.

***

Semoga artikel ini dapat menginspirasi Sahabat 99 yang juga sedang berencana membuat rumah impian, ya!

Jangan lupa, baca juga artikel menarik lainnya di portal Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari rumah dijual di Tangerang Selatan seperti Rumah Naganara?

Kunjungi 99.co/id dan temukan pilihan menarik!

**Sumber foto: dok. Rumah Naganara




Alya Zulfikar

Penulis 99.co Indonesia

Related Posts