Berita Berita Properti

Suku Bunga KPR Rendah, REI Sebut Ini Lampu Hijau Beli Rumah. Cek Datanya!

2 menit

Real Estat Indonesia (REI) menilai bahwa turunnya suku bunga KPR seperti sekarang adalah momen yang tepat untuk membeli properti. Ketua REI, Paulus Totok Lusida, mengatakan bahwa turunnya suku bunga akan memudahkan masyarakat saat akan membeli rumah.

Besarnya suku bunga membuat banyak orang ragu untuk mengajukan kredit pemilikan rumah ke bank.

Namun, menurut Totok, masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut.

Pasalnya, sekarang hampir semua bank menggunakan suku bunga KPR dengan angka single digit.

“Semua sekarang itu termasuk KPR sudah single digit, sudah tidak ada lagi bunga KPR di atas 10 persen,” ujarnya, dikutip dari Bisnis.com, Kamis (23/9/2021).

Suku Bunga KPR Rendah dan Stimulus Pemerintah

suku bunga kpr rendah

Totok juga mengatakan bahwa selain suku bunga KPR yang rendah, stimulus dari pemerintah juga memudahkan masyarakat untuk bisa membeli rumah.

Stimulus yang dimaksud adalah program rumah DP 0% dan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah tapak atau rusun baru yang sudah siap huni.

“Jadi sudah sangat bagus. Apalagi tren inflasi sangat rendah. Sekarang itu yang terpenting untuk mencari properti,” kata Totok.

Berdasarkan data dari REI, tren penjualan rumah sejak Maret 2021 mengalami peningkatan sekira 20% dibanding sebelum adanya kebijakan PPN DPT.

Peningkatan penjualan tersebut merupakan bukti dari efektivitas insentif dari pemerintah, sehingga berdampak pada bisnis properti.

Pada data 11 September 2011 sendiri, REI mencatat realsiasi penjualan properti hingga 22.615 unit.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.439 unit sudah sampai tahap Berita Acara Serah Terima (BAST).

REI sendiri menargetkan bahwa hingga akhir tahun ini sudah harus ada 19.176 unit yang mencapai tahap BAST dengan potensi transaksi mencapai Rp11,82 triliun.



Data SBDK KPR Terendah

data kpr

Baru-baru ini, Bank Indonesia baru saja merilis asesmen transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) periode Agustus 2021.

Dalam dokumen tersebut, tertulis bahwa BI telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 225bps dan melonggarkan sisi kebijakan makroprudensial.

Namun, suku bunga kredit belum merespons dengan kecepatan yang sama.

“Oleh karena itu BI melihat masih terdapat ruang untuk dapat lebih menurunkan suku bunga kredit tersebut agar dapat sejalan dengan suku bunga kebijakan,” tulis BI dalam dokumen Asesmen Transparansi SBDK Agustus 2021.

Dengan transparansi ini, diharapkan masyarakat dapat membandingkan situasi dan suku bunga kredit yang ditawarkan masing-masing bank.

Sebagai informasi, bank dengan suku bunga KPR paling tinggi adalah Bank Neo Commerce dengan SBDK 26,33%.

Sementara, yang terendah adalah BPD Riau dengan 5,69%.

Berikut adalah data SBDK KPR beberapa bank dengan angka terendah.

  • BPD Riau – 5,69%
  • BPD Sulteng – 5,74%
  • BPD Yogyakarta – 5,85%
  • Bank Fama International – 6,04%
  • BPD Bengkulu – 6,44%
  • Shinhan Indonesia – 6,61%
  • China Construction Bank – 7,06%
  • Bank Sulselbar – 7,09%
  • BPD Jatim – 7,10%
  • BCA – 7,20%
  • Hana Bank – 7,25%
  • BTN – 7,25%
  • CIMB Niaga – 7,25%
  • BNI – 7,25%
  • Mandiri – 7,25%
  • BRI – 7,25%

***

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Sahabat 99, ya!

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di portal Berita 99.co Indonesia.

Jika sedang mencari rumah di Semarang, bisa jadi Potala Semarang adalah jawabannya.

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!




Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts