Berita Berita Properti

Perhatikan 5 Hal Ini agar Bantuan Rumah Subsidi Murah Tak Dicabut

2 menit

Rumah subsidi murah bisa menjadi pilihan realistis di tengah perubahan harga properti yang terus naik.

Memanfaatkan subsidi dari pemerintah, memiliki rumah sudah bukan lagi mimpi semata.

Keluarga baru dan generasi milenial sekarang tidak perlu khawatir lagi dengan masa depan mereka.

Selain itu, rumah subsidi ini pun bisa dicicil selama 15-20 tahun.

Tentunya ini merupakan angin segar untuk orang-orang yang berpenghasilan rendah hingga menengah.

Rumah Subsidi Murah Bisa Dicabut

Namun, pemerintah ternyata bisa mencabut subsidi jika kamu ternyata terindikasi melakukan pelanggaran.

Hal ini tentu saja membuat khawatir para pemilik rumah bersubsidi.

Apa saja sih sebenarnya pelanggaran yang dimaksud?

Inilah beberapa hal yang menyebabkan subsidi rumah murah dicabut oleh pemerintah:

1. Rumah Subsidi Murah Tidak Dihuni Lebih dari Satu Tahun

Pembeli rumah bisa diberi sanksi pencabutan subsidi jika ternyata rumah yang dibeli tidak ditinggali selama lebih dari setahun.

Setelah setahun tidak ditinggali, pelanggar akan diberi surat peringatan.

Surat peringatan lainnya akan diberikan pada 3 bulan dan 6 bulan setelahnya.

Jika subsidi dibacut, pemilik rumah harus membayar kredit dengan suku bunga komersial atau lebih besar dari 5%.

2. Merenovasi Rumah Subsidi Murah

rumah subsidi murah

Pemilik rumah subsidi ternyata tidak boleh melakukan renovasi rumah besar-besaran.

Renovasi tersebut meliputi membangun rumah baru di atas tanah lama atau menggabungkan 2 rumah menjadi 1.

Pemilik rumah akan kehilangan privilege bantuan subsidi jika hal ini sampai terjadi.

3. Mengontrakkan atau Menjual Rumah Subsidi Murah

Rumah murah bersubsidi tidak boleh sampai dibisniskan oleh sang pemilik.

Dengan kata lain, pemilik tidak boleh menghasilkan uang dengan cara menyewakan atau menjadikan rumah sebagai kontrakan.

Lebih parah lagi jika rumah ini sampai dijual.

Sejatinya, rumah yang disubsidi ini hanya boleh ditinggali oleh pemiliknya.

Akibat dari pelanggaran ini tentu saja mengakibatkan pencabutan subsidi oleh pemerintah.

4. Memiliki Rumah Lain

rumah subsidi murah




Program rumah subsidi ditujukan untuk orang-orang yang belum memiliki rumah.

Namun, terkadang banyak sekali orang yang mencoba untuk membeli rumah ini dengan alasan untuk berinvestasi.

Tentu saja hal ini akan sangat merugikan orang yang benar-benar memimpikan memiliki rumah sendiri.

Untungnya, pemerintah memiliki peraturan yang ketat agar subsidi ini bisa tepat sasaran.

Hal ini dilakukan agar rumah subsidi hanya dimiliki oleh orang yang berhak.

Jika rumah tidak ditempati, biasanya pemerintah akan menoleransi jika alasannya karena pindah kerja.

Jika sampai ketahuan memiliki rumah lain, siap-siap saja subsidi rumah dicabut oleh pemerintah.

5. Memalsukan Identitas

Pemerintah telah menemukan banyak sekali kecurangan dalam penyelenggaraan rumah subsidi ini.

Salah satu pelanggaran yang terjadi adalah pemalsuan identitas.

Jika sampai terbukti memalsukan identitas, tentu saja pemerintah tidak akan tinggal diam.

Selain itu, pemalsuan identitas juga bisa dikenai Pasal 378 KUHP tentang penipuan yang berbunyi:

“Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.”

Syarat Mendapatkan Subsidi Rumah Murah

rumah subsidi murah

  1. Rentang umur berkisar 21-45 tahun
  2. Menyertakan surat pernyataan dari kelurahan mengenai ketidakpemilikan rumah
  3. Menyertakan slip gaji (penghasilan per ulan tidak boleh lebih dari Rp4 juta

***

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya di portal Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari hunian di Sentraland Avenue?

Kunjungi 99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!




Mukhammad Iqbal

Editor at 99.co Indonesia, English Literature graduate, bibliophile, midnight gamer, cinema enthusiast.
Follow Me:

Related Posts