Berita Berita Properti

Kabar Baik! Program Sejuta Rumah Berlanjut pada 2021. Ini Kebijakan & Strategi yang Disiapkan

2 menit

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan tetap melanjutkan Program Sejuta Rumah pada tahun 2021 dengan menerapkan kebijakan dan strategi khusus yang sudah disiapkan.

Sejumlah kebijakan dan strategi yang disiapkan Kementerian PUPR tersebut guna mendorong program tersebut.

Hal ini untuk mencapai pembangunan rumah layak huni untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Direkrorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR pun memastikan bahwa program ini tak ada halangan di tengah pandemi Covid-19.

Dengan demikian, penyediaan perumahan layak huni bagi masyarakat khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tetap masuk dalam prioritas.

Sasarannya adalah untuk meningkatkan kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan rumah layak huni.

Ini baik melalui pembangunan rumah susun, rumah khusus, rumah swadaya, dan penyaluran bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) rumah bersubsidi.

Program Sejuta Rumah Dilanjutkan

ilustrasi rumah bersubsidi

Sumber: katadata.co.id

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid memastikan bahwa program ini berlanjut.

“Program Sejuta Rumah akan tetap dilanjutkan dan berjalan di tahun 2021,” ujar Khalawi Abdul Hamid dalam siaran pers yang diterima 99.co Indonesia.

Sesuai amanat rencana dan strategi, program ini dinilai mampu mendorong pemangku kepentingan bidang perumahan untuk membangun hunian layak bagi masyarakat.

Apalagi, di masa pandemi Covid-19 ini, masyarakat diharapkan melaksanakan segala aktivitasnya di rumah sehingga hunian yang layak menjadi salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi.

“Jika rumah yang ditempati layak dan sehat tentunya masyarakat bisa nyaman untuk melaksanakan segala aktivitasnya tersebut,” ujar dia.

Untuk melaksanakan hal tersebut, Kementerian PUPR telah menyusun sejumlah kebijakan dan strategi hingga tahun 2024 mendatang.

Strategi Program Sejuta Rumah pada 2021

Salah satu kebijakan yang diusung adalah berupaya meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian layak melalui penyediaan rumah layak huni secara kolaboratif.




“Kami tentunya tidak bisa melaksanakan program ini sendiri tapi juga perlu dukungan pemerintah daerah, pengembang, perbankan, kementerian/lembaga, sektor swasta, dan masyarakat,” terangnya.

Khalawi menambahkan, pihaknya juga telah mempersiapkan tiga strategi utama dalam melaksanakan program tersebut di lapangan.

Pertama, dengan mengoptimalkan penyediaan rumah layak huni.

Kedua, menyediakan sistem regulasi yang harmonis, memanfaatkan teknologi, dan meningkatkan koordinasi untuk mendukung kolaborasi antar pemangku kepentingan bidang perumahan.

Ketiga, mempercepat penyediaan rumah layak huni melalui implementasi skema penyediaan perumahan yang inovatif.

Pihaknya juga telah membentuk 19 Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) serta Satuan Kerja Non Vertikal tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“Kami juga berharap pemerintah daerah dapat memiliki perencanaan dan pendataan terhadap rumah-rumah masyarakat yang tidak layak huni untuk diajukan kepada kami melalui Sistem Informasi Bantuan Perumahan (SIBARU),” ujarnya.

Capaian Program

program sejuta rumah

Sumber: Liputan6.com

Dari tahun ke tahun, capaian Program Sejuta Rumah terus mengalami peningkatan.

Saat awal dicanangkan yakni di tahun 2015, program tersebut berhasil membangun 699.770 unit rumah.

Pada 2016 tercatat 805.169 unit rumah, tahun 2017 terbangun 904.758 unit, 2018 sebanyak 1.132.621 unit, dan tahun 2019 sebanyak 1.257.852 unit.

Tahun 2020, meskipun terdampak pandemi Covid-19, hasil pembangunan mencapai angka 965.217 unit rumah di seluruh Indonesia.

***

Semoga informasi di atas bermanfaat, Sahabat 99.

Simak terus artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang cari apartemen terjangkau?

Cek www.99.co/id dan temukan ragam hunian menarik, salah satunya Grand Central Bogor!




Ilham Budhiman

Penulis 99.co Indonesia. Lulusan sastra daerah yang berkarier sebagai wartawan sejak 2016 dengan fokus liputan terkait hukum, logistik, dan properti nasional.

Related Posts