Berita Berita Properti

Pakar Ekonomi Sebut Proyek Infrastruktur Jokowi Sering Rugi Dibanding Proyek Soeharto, Ini Alasannya

2 menit

Seorang pakar ekonomi Indonesia Rizal Ramli mengatakan bahwa proyek infrastruktur Jokowi sering mengalami kerugian. Rizal pun menyatakan beberapa alasan mengapa hal tersebut sering terjadi.

Dilansir dari pikiran-rakyat.com, Rizal Ramli menilai bahwa beberapa proyek infrastruktur yang dibangun oleh presiden ketujuh Indonesia hampir selalu merugi.

Pernyataan ini ia sampaikan pada wawancara yang diunggah di kanal YouTube Karni Ilyas Club pada 12 Juni 2021.

Menurut Rizal, alasan utama mengapa proyek infrastruktur Jokowi sering merugi adalah karena kurangnya perencanaan.

Hal ini sangat jauh berbeda dengan proyek-proyek infrastruktur presiden sebelumnya, seperti Soeharto dan Gus Dur.

Alasan Mengapa Proyek Infrastruktur Jokowi Sering Rugi

proyek infrastruktur jokowi rugi

Berdasarkan penilaian Rizal Ramli, beberapa proyek yang dibangun pada zaman Jokowi tidak memberikan keuntungan yang besar pada Indonesia.

Bahkan beberapa di antaranya justru membuat Indonesia malah mengalami kerugian.

Alasan utama mengapa hal ini terjadi adalah karena perencanaan yang tidak dipikirkan dengan baik.

“Hampir semua proyek infrastruktur itu merugi. Kenapa? Karena sloppy planning, perencanaan yang ngasal,” ujar Rizal.

“Jokowi berkunjung ke mana terus bilang ‘Bangun nih jalan ini’, ‘Yes sir!’, dibangun (jalan),” lanjut Rizal.

Menurut Rizal hal ini sangat jauh berbeda dengan presiden sebelumnya, seperti Soeharto atau Abdurrahman Wahid.

“Zaman dahulu Indonesia, dari zaman Soeharto, zaman kita (kepemimpinan Abdurrahman Wahid), perencanaan itu betul-betul matang…

…Prospeknya kayak apa, return kayak apa, bukan berdasarkan daftar keinginan presiden,” tegas Rizal.

Rizal pun memberikan beberapa contoh proyek yang mengalami kerugian.



“Contohnya, monorail yang di Palembang itu hancur-hancuran. (Bandara) Kertajati, banyak lagi yang lain. Itu mubazir.”

Benarkah Pembangunan Jokowi Merugi?

bandara kertajati

sumber: id.wikipedia.org

Rizal Ramli mengatakan bahwa salah satu contoh infrastruktur Jokowi yang merugi adalah monorail Palembang dan Bandara Kertajati.

Berdasarkan data dari kompas.com, dalam sebulan LRT atau monorail Palembang merugi sebesar Rp9 miliar pada tahun 2019.

Dalam mengoperasikan transportasi umum ini, pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp10 miliar dalam sebulan.

Sayangnya, penghasilan dari LRT Palembang hanya mencapai Rp1 miliar per bulan dengan total penumpang sehari sekitar 5000 orang.

Alhasil, LRT mengalami kerugian mencapai Rp9 miliar per bulannya.

Sementara itu, Bandara Kertajati yang menelan biaya Rp2,6 triliun hingga sekarang masih sepi penerbangan.

Alasan utama bandara sepi adalah aksesnya yang sulit untuk dijangkau.

Karena kurangnya pengunjung, bandara ini pun terus mengalami kerugian setiap bulannya.

***

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu, Sahabat 99!

Simak juga artikel menarik lainnya hanya di portal Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari rumah di Tangerang? Bisa jadi Parkville adalah jawabannya!

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!




Shafira Chairunnisa

Lulusan Hubungan Internasional di Universitas Katolik Parahyangan dan pernah bekerja sebagai jurnalis di media nasional. Sekarang fokus menulis tentang properti, gaya hidup, desain, dan politik luar negeri. Senang bermain game di waktu senggang.
Follow Me:

Related Posts