Berita Berita Properti

Siapa Sangka, Ternyata MBR Bisa Punya Rumah Murah di Tengah Kota. Begini Solusinya…

2 menit

Rumah murah semakin sulit ditemukan di tengah kota karena beragam alasan. Namun ternyata, masih ada hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Baca selengkapnya di sini!

Semakin ke sini, harga rumah semakin mahal, terutama rumah-rumah yang berlokasi strategis.

Problem ini mempersulit masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang bekerja di kota-kota besar.

Mereka tidak sanggup membeli rumah di daerah perkantoran karena harganya yang tidak sebanding dengan biaya hidup.

Melihat hal tersebut, pemerintah sempat menawarkan solusi dengan membangun rumah khusus MBR.

Sayangnya, perumahannya dibangun jauh dari pusat kota sehingga MBR masih harus mengeluarkan biaya untuk transportasi.

Lantas, apakah masalah ini akan terus berlanjut seiring mengecilnya lahan di tengah kota?

Ketua Kelompok Keahlian Perencanaan dan Perancangan Kota Institut Teknologi Bandung (ITB), Haryo Winarso tidak beranggapan demikian.

Ia bahkan memiliki solusi pembangunan rumah murah untuk MBR di tengah kota.

Berikut berita selengkapnya!

Ada Harapan untuk Mendapatkan Rumah Murah di Tengah Kota

rumah murah di jakarta

Winarso mengusulkan pembangunan rumah murah untuk MBR dengan konsep socio-capitalism.

Socio-capitalism adalah konsep pembangunan yang memerhatikan kebutuhan masyarakat kecil di kota-kota besar.

Pembangunannya bisa menyatu dengan fasilitas dan infrastruktur yang dibangun pemerintah.

“Saya usulkan agar pembangunan rumah MBR ini diintegrasikan dengan kantor atau fasilitas pemerintah. Misalnya, di kantor kecamatan atau kantor dinas,” ucap Winarso seperti dikutip dari Bisnis, Selasa (27/07/21).

Menurut Winarso, hunian MBR bisa dibangun dengan cara vertikal di pertengahan kota dan dekat dengan akses transportasi publik.




Huniannya bisa dibangun menjadi beberapa pilihan seperti

  • studio (21 m2, untuk 1-2 orang dewasa),
  • 2 BR (36 m2, untuk 2 orang tua dan 2 anak), dan
  • 3 BR (45 m2, untuk 2 orang tua dan 3 anak).

“Kami sudah lakukan perhitungan di DKI Jakarta, di mana fasilitas pemerintah dengan lahan minimal 10.000 meter persegi ada 68 titik fasilitas pemerintah yang bisa digunakan. Ini juga ada di tengah kota bukan pinggiran,” tambah Winarso.

Sistem Pembayaran Sewa

apartemen murah di jakarta

sumber: 99.co/id

Dari perhitungan Winarso, jumlah rumah murah vertikal yang bisa dibangun di tengah kota mencapai 672 rumah.

Perhitungan tersebut didasari asumsi satu hunian dibangun memenuhi 3 lantai.

“Jadi bangunnya vertikal untuk lantai 1-2 untuk komersial, lantai 3-4 untuk kantor layanan pemerintah dan lantai 5 ke atas untuk hunian MBR. Ini bisa dibangun di lahan milik pemerintah daerah atau pusat. Sistemnya masyarakat harus membayar sewa. Jadi tanah tetap milik pemerintah. Nantinya lembaga pemerintah seperti Perum Perumnas yang mengelola ini,” jelas profesor ITB itu.

Winarso juga menjelaskan, dengan membangun hunian vertikal, masalah backlog rumah MBR yang meningkat bisa teratasi.

***

Semoga bermanfaat ya, Sahabat 99…

Jangan lupa pantau terus artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Bagi kamu yang sedang mencari hunian strategis seperti One Icon Residence, langsung kunjungi 99.co/id, ya!




Samala Mahadi

Content Writer and all things Basquiat connoisseur.

Related Posts