Berita Berita Properti

Gagasan Jokowi tentang KPR DP 0 Persen Dianggap Tidak Efektif. Apa yang Salah?

2 menit

Beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan ide KPR DP 0 persen. Beberapa pihak berpikir gagasannya masih harus dibenahi. Berikut alasannya.

Presiden Jokowi menyampaikan akan meluncurkan program beli rumah dengan DP KPR 0 persen.

Pernyataan ini ia sampaikan pada pertemuan redaksi di Istana Merdeka, Rabu (17/03/2021).

Pada pertemuan tersebut Jokowi menjelaskan, alasan dicetuskan program adalah untuk mendorong pembelian rumah kelas menengah.

Selama ini, pergerakkan pembalian unit rumah untuk kelas menengah cukup lambat.

“Untuk kelas menengah, sudah ada PPnBM ditanggung pemerintah untuk kendaraan. Ada juga DP 0 persen untuk rumah. Ini cara yang kita tempuh untuk kelas menengah,” kata Jokowi seperti dikutip dari Bisnis.com.

Kelancaran Program KPR DP 0 Persen Dianggap Terpentok Pandemi

cicilan kpr rumah

CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda menanggapi gagasan pemerintah tentang KPR DP 0 persen.

Khususnya, ia mengomentari kebijakan financing to value (FTV) dan loan to value (LTV) sebesar 100 persen.

Dalam arti lain, masyarakat tidak perlu mengeluarkan uang DP untuk membeli rumah atau properti lainnya.

Mengutip dari Bisnis, Ali berkomentar, “Dibarengi dengan penurunan BI Rate 7 Day Repo menjadi 3,5 persen, ini memperlihatkan bahwa pemerintah berusaha keras untuk dapat menggerakkan sektor properti lebih kencang lagi.”

Namun, menurut Ali, kebijakan di atas belum tentu efektif.

Gagasannya hanya akan mendorong minat, tetapi tidak akan membuat mereka membeli rumah.

Pada kondisi normal, golongan masyarkat menengah ke atas masih percaya diri untuk memborong rumah.

Apalagi setelah melihat keringanan yang diberikan oleh bank ini.

Namun, di masa pandemi, keinginan membeli rumah tidak seimbang dengan daya beli.




Kebanyakan golongan kelas menengah terkena dampak pandemi dan lebih memilih untuk memenuhi kebutuhan lain dibanding properti.

Strategi Uang Muka Gratis Sudah Diterapkan Banyak Pengembang

hitung rumah dp 0 persen

Alasan selajutnya adalah pengembang yang sudah lama menerapkan sistem DP gratis.

Khususnya belakangan ini, sudah banyak developer yang menjual rumah dengan strategi DP 0 persen.

Walaupun begitu, konsumen tetap diberatkan dengn biaya pajak rumah.

Pembeli harus mengeluarkan anggarn khusus untuk PPN, BPHTB, dan lain-lain sampai mencapai 23 persen.

“Ini yang harus juga dipertimbangkan pemerintah untuk dapat dikurangi saat kondisi pendemi seperti saat ini untuk menarik minat golongan menengah atas untuk membeli properti,” lanjut Ali.

Tidak berhenti di situ, program uang muka gratis juga rasanya akan percuma jika harga rumah kian melambung di masa pandemi.

“Tentunya pengurangan ini tidak harus diberlakukan selamanya jika memang pemerintah keberatan. Namun, paling tidak dalam 1 tahun ke depan, strategi relaksasi ini yang akan membuat pasar properti diperkirakan tetap meningkat dalam kondisi pandemi seperti saat ini,” tutupnya.

***

Semoga ulasan di atas bermanfaat ya, Sahabat 99…

Jangan lupa untuk pantau terus informasi terkini dan menarik seputar properti lainnya lewat Berita 99.co Indonesia.

Apabila kamu sedang bingung mencari rumah kece yang nyaman seperti Serpong Jaya, langsung saja kunjungi 99.co/id, ya!




Samala Mahadi

Content Writer and all things Basquiat connoisseur.

Related Posts