Berita Berita Properti

Gencar Pembangunan, Proyek Infrastruktur Indonesia Bikin Utang BUMN Membengkak?

2 menit

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia tengah gencar-gencarnya mengerjakan berbagai proyek infrastruktur. Hal ini ternyata berdampak besar terhadap kondisi keuangan BUMN konstruksi yang terlibat di dalamnya.

Peningkatan utang perusahaan pelat merah tak hanya meningkat karena gencarnya pembangunan infrastruktur, tapi juga terdampak oleh pandemi Covid-19.

Melansir dari Kompas, dari hasil laporan Fitch Solution, awalnya pemerintah Indonesia mengalokasikan proporsi yang cukup besar dalam Tahun Anggaran (TA) 2021 untuk pembangunan infrastruktur.

Namun sayang, pandemi yang belum berkesudahan ini memaksa pemerintah untuk melakukan penyesuaian alokasi dana penanganan krisis, termasuk pembangunan infrastruktur kesehatan.

Lantas bagaimana kondisi ini berpengaruh terhadap proyek infrastruktur Indonesia?

Proyek Infrastruktur Indonesia Sebabkan Utang BUMN Membengkak

pembangunan infrastruktur

sumber: detik.com

Kondisi memberikan dampak jangka panjang terhadap proyek-proyek lainnya yang masih belum memasuki tahap konstruksi.

“Hal tersebut dapat menyebabkan proyek dalam fase pra-konstruksi mendatang ada di bawah tekanan berat,” ungkap Fitch Solution.

Untuk itu, harus ada bantuan berupa penyertaan modal sebagai suntikan dana meskipun kondisi keuangan negara saat ini belum stabil.

Berdasarkan pada data Proyek Utama Infrastruktur (KPD), lebih dari 50 persen pekerjaan konstruksi diberikan kepada BUMN yang sudah mapan.




BUMN tersebut mencakup PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, serta PT Pembangunan perumahan (Persero) Tbk.

Beberapa perusahaan milik negara itu terlibat dalam sebagian besar proyek infrastruktur raksasa seperti Sistem Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta hingga proyek infrastruktur Pelabuhan Dalam Laut Patimban.

“Akibat dari Indonesia booming infrastruktur, BUMN terus menambah utang dalam jumlah besar dan terancam mengalami kesulitan keuangan, terutama dalam kondisi pandemi Covid-19,” terang Fitch Solution.

Hal ini memicu penundaan pada pelaksanaan proyek dan gangguan arus kas sehingga bisa menjadi masalah bagi BUMN yang bergerak di sektor konstruksi.

Kondisi ini pun semakin dipersulit oleh terjadinya lonjakan harga bahan bangunan sepanjang 2021, walaupun diperkirakan akan kembali normal pada 2022 mendatang.

Fitch Solution tetap optimis dengan pertumbuhan tahun 2022 dan seterusnya bisa meningkat seiring permintaan fundamental serta regulasi yang kuat.

Diperkirakan proyek infrastruktur skala besar yang didukung pemerintah seperti Proyek Strategis Nasional (PSN) serta reformasi struktural kemungkinan dipercepat sebelum Jokowi mengakhiri masa jabatannya.

***

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari rumah dijual di Dramaga, Bogor?

Kunjungi www.99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!




Alya Zulfikar

Penulis 99.co Indonesia

Related Posts