Berita Berita Properti

Proyek Ibu Kota Negara Baru Akan Dilelang ke Swasta dan Asing Agar Tak Bebani APBN. Setuju?

2 menit

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas memberikan sinyal pembangunan ibu kota  negara (IKN) di Kalimantan Timur akan dilanjutkan kembali. Terkait hal tersebut, pemerintah berencana menawarkan proyek properti kepada swasta untuk ikut terlibat dalam proses pembangunan.

Keterlibatan swasta untuk mengerjakan proyek IKN dinilai bisa mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang kini sedang dimaksimalkan untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

“Kita bisa berikan kesempatan swasta untuk terlibat pada proyek sarana perumahan dan perkantoran,” ungkap Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa dalam video conference yang dilansir kumparan.com, Selasa (9/2/2021).

Keterlibatan Swasta Dinilai Bantu Pemulihan Ekonomi

suharso monoarfa

sumber: kumparan.com

Suharso menuturkan, langkah mengandalkan dana investasi swasta untuk pengerjaan proyek IKN dinilai bisa mendatangkan sederet keuntungan terhadap pemulihan ekonomi.

Terlebih, upaya tersebut diyakini dapat menyokong kembali pergerakan industri di bidang konstruksi.

Selain itu, terdapat jutaan kesempatan kerja yang muncul dari pembangunan tahap awal ibu kota negara baru ini.

Dengan demikian, Suharso optimis proyek tersebut akan mendatangkan investasi dan ekonomi nasional bisa berangsur pulih.

“Bappenas telah mencoba menghitung anggaran APBN. Kita ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada swasta, dengan demikian ekonomi bergerak dan kesempatan kerja terbentuk,” tambah Suharso.

Membuka Peluang Bagi Swasta

Dengan rencana tersebut, Bappenas membuka peluang untuk menawarkan sejumlah proyek pembangunan IKN kepada investor dalam negeri dan luar negeri.




Dilansir dari cnbcindonesia.com, nantinya investor bisa masuk melalui Lembaga Pengelola Investasi atau Sovereign Wealth Fund (SWF).

Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas, Rudy Soeprihadi Prawiradinata menuturkan, sudah banyak investor dalam negeri yang sudah tertarik untuk berinvestasi dalam proyek pembangunan ibu kota baru.

Bahkan investor asing pun sudah banyak melirik.

“Sebenarnya sebelum Covid-19 pun yang dari luar negeri sudah banyak, tapi mereka melihat ini akan dimulai setelah semua (wabah Covid-19) terkontrol,” ucap Rudy.

Membutuhkan Dana Rp500 Triliun

ibu kota baru

sumber: bbc.com

Pembangunan IKN di Kalimantan Timur sendiri, tambah Rudy, membutuhkan dana mencapai Rp500 triliun hingga 2024.

Dengan adanya keterlibatan swasta dalam pembangunan perumahan dan perkantoran, tentu akan mengurangi beban APBN.

Pengerjaan IKN Setelah Covid-19 Terkendali

Sementara itu, Suharso Monoarfa, mengatakan bahwa pengerjaan awal IKN akan dilaksanakan saat kasus Covid-19 sudah mulai terkendali.

Bappenas sendiri memperkirakan, penanganan pandemi sudah terkendali di bulan September 2020.

***

Semoga artikel ini bermanfaat untukmu ya, Sahabat 99.

Jangan lupa pantau terus artikel menarik lainnya lewat Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari rumah murah di kawasan Tangerang?

Cek saja di 99.co/id dan temukan pilihan menarik, seperti Citra Maja Raya!




Gadis Saktika

Penulis konten di 99.co Indonesia yang senang menyelami topik politik, properti, dan KPOP.

Related Posts