Berita Berita Properti

Properti Gated Community di Indonesia Disebut Memicu Ketimpangan Sosial. Apakah Benar?

2 menit

Beberapa literatur menyebutkan pembentukan gated community akan menjadi tren yang semakin dominan di masa mendatang. Meski demikian jenis properti ini dinilai dapat memicu ketimpangan sosial. Apakah benar begitu?

Gated community adalah kawasan permukiman tertutup yang dihuni oleh kelompok sosial yang homogen.

Ruang publik di perumahan ini diprivatisasi melalui pembatasan akses dan perangkat keamanan.

Peneliti dari Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Rusli Cahyadi mengatakan permukiman jenis ini akan dominan baik di perkotaan maupun perdesaan.

Gated community akan dominan di sebagian besar wilayah di Indonesia bukan hanya di perkotaan, melainkan juga di perdesaan,” ungkapnya dalam webinar “Gated Communities and Inequality in Indonesia” pada Selasa (23/3/2021), yang dikutip dari laman ekonomi.bisnis.com.

Lantas bagaimana dampak dari properti ini? Simak ulasan berikut!

Mengenal Properti Gated Community

Gated community dipahami sebagai permukiman tertutup yang dirancang untuk memberikan keamanan kepada penghuninya serta mencegah penetrasi oleh non-penghuni.

Rumah-rumahnya berkualitas tinggi dan memiliki layanan serta fasilitas yang hanya dapat digunakan oleh penghuninya yang membayar biaya pemeliharaan wajib secara rutin.

Mereka juga memiliki badan pengatur swasta yang menerapkan aturan internal tentang perilaku dan konstruksi.

Dampak Gated Community di Desa

perumahan

sumber: kompas.com

Gated community di desa yang memiliki suasana persatuan dengan kondisi sosial dan ekonomi yang relatif setara diduga akan menimbulkan masalah yang berkaitan dengan segregasi sosial.

Selain itu, dapat menciptakan konflik yang berbeda jika pembangunannya tidak terkendali.

Sayangnya, masalah ini tampaknya belum mendapat perhatian akademisi yang cukup.

Selama ini, permasalahan segregasi sosial, ekonomi dan konflik akibat persebaran gated community masih terfokus di perkotaan.

“Di perkotaan kita tahu bahwa segregasi sosial dan konflik dapat dilihat telah menjadi bagian warisan kota atau ciri khas kota,” tutur Rusli.

Saat ini, sebagian besar studi yang dilakukan oleh akademisi lokal di Indonesia tentang dampak pembangunan gated community di perdesaan masih sangat jarang.




Penelitian yang spesifik dan mendalam tentang informasi dan pengembangannya di perdesaan masih sekadar melengkapi penelitian lain.

Oleh sebab itu, pengembangannya di perdesaan bisa menjadi fokus baru untuk penelitian di Indonesia.

Memicu Ketimpangan Sosial

gated community

Sumber: newswise.com

Gated community juga dapat memicu ketimpangan sosial perkotaan dan mendorong polarisasi sosial.

Hal itu diutarakan oleh peneliti dan dosen senior dari School of Earth and Environmental Sciences di Universitas Queensland Sonia Roitman dalam webinar yang sama.

Gated community mewujudkan ketimpangan dan mereproduksi ketidaksetaraan,” kata Sonia.

Berdasarkan studi kasus yang dilakukan di Jakarta dan Yogyakarta, Sonia menuturkan tidak ada data yang jelas mengenai jumlahnya di Indonesia.

Hasil penelitian itu menunjukkan properti tersebut di Indonesia beragam serta kurangnya data terkait perkembangannya.

Penelitian itu juga didukung sejumlah peneliti Indonesia seperti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Tarumanegara, dan Universitas Gadjah Mada.

Sonia menuturkan instrumen-instrumen perencanaan inklusi ada, tetapi tidak berkontribusi pada kepentingan publik.

Revisi atau perbaikan terkait kontribusi dan tanggung jawab sektor swasta terhadap kota mungkin diperlukan.

Sonia menuturkan di tingkat kota terdapat sejumlah dampak dari perkembangan gated community antara lain

  • mencegah pertemuan sosial dan integrasi di kota;
  • menciptakan ruang eksklusif;
  • memprivatisasi ruang kota;
  • mendorong nilai-nilai yang lebih individualistis; serta
  • memecah ruang kota dan menghambat mobilitas kendaraan.

Hal itu juga membuat ketimpangan pendapatan lebih terlihat di kota dan bahkan berkontribusi pada berbagai ketimpangan yang berkembang.

“Keamanan menjadi komoditas hanya bagi mereka yang mampu membayarnya, tidak mendukung kota inklusif,” pungkasnya.

***

Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Sahabat 99!

Jangan lupa baca artikel terkini lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari perumahan modern seperti di Cynthia Summarecon Bandung?

Temukan hanya di situs properti 99.co/id.




Nita Hidayati

Penulis konten
Follow Me:

Related Posts