Berita Berita Properti

Kawasan Terpadat di Asia Tenggara, Intip 7 Potret Gang Venus di Jakarta yang Sumpek. Minim Cahaya Matahari!

3 menit

Gang Venus di Tambora, Jakarta Barat dikenal sebagai kawasan terpadat di Asia Tenggara. Banyak rumah-rumah warga tidak disinari matahari selama 24 jam penuh. Intip potretnya di sini!

Ibu Kota DKI Jakarta adalah kota metropolitan yang dikelilingi banyak gedung-gedung tinggi dan mewah.

Namun, siapa sangka, di balik semua itu rupanya masih ada kawasan permukiman di ibu kota yang padat penduduk.

Salah satunya adalah gang Venus di Tambora, Jakarta Barat.

Kawasan tersebut dikenal sebagai permukiman yang sempit dan minim terkena sinar matahari.

Bahkan, rumah-rumah warga di sana masih semi permanen sehingga sering terjadi kebakaran.

Lantas, seperti apa potret gang Venus di Jakarta?

Intip potretnya di bawah ini, yuk!

7 Potret Gang Venus, Kawasan Terpadat di Jakarta

1. Seluas 540 Ha

kawasan terpadat di asia tenggara

Sumber: republika.co.id

Melansir harnas.co, gang Venus diketahui dihuni sekitar 1.800 kepala keluarga (KK) atau sekitar 250 ribu warga.

Permukiman di gang Venus tercatat seluas 540 hektare.

Rata-rata warganya adalah buruh dan pedagang.

2. Gang Sempit

gang venus

Sumber: merdeka.com

Gang yang satu ini dikenal sempit, Sahabat 99.

Bak labirin, siapa pun yang belum pernah berkunjung ke sana rawan tersesat.

Menurut laporan harnas.co, semakin ke dalam dan ke tengah, suasana di gang ini sangat berbeda.

Gang kian menyempit dengan lebar hanya sekitar 0,5 meter dan langit-langit tertutup atap beton.

3. Rumah Semi Permanen

gang venus

Sumber: jakarta.tribunnews.com

Selain sempit, rumah-rumah warga di sana juga masih ada yang semi permanen.

Tidak hanya satu lantai, rumah semi permanen di gang ini juga ada yang dua lantai.

Satu rumah biasanya ditempati dua sampai tiga KK.

Dengan ukuran yang sederhana, rumah tersebut terkesan sesak.

4. Minim Terkena Sinar Matahari

Sumber: merdeka.com

Gang Venus populer dengan sebutan permukiman minim terkena sinar matahari.

Hal ini lantaran akses yang sempit, jalanan yang tertutup asbes dan terpal, hingga sisi kanan dan kiri dibatasi dinding beton.




Saking minimnya cahaya matahari, warga menyalakan lampu hampir 24 jam penuh!

Pemandangan ini sudah biasa bagi warga gang Venus.

Namun, tampak asing bagi siapa pun yang baru melihatnya.

5. Kumuh dan Padat

gang venus

Sumber: mediaindonesia.com

Menurut situs harnas.co, data Dinas PRKP DKI Jakarta mencatat kalau Kampung Venus yang berada di RW 03 dihuni kurang lebih sebanyak 4.317 jiwa.

Adapun jumlah KK sebanyak 1.001 KK dengan kepadatan penduduk kurang lebih 654 jiwa per hektare.

Salah satu warga sekaligus ketua RT, Deden, mengatakan kalau fenomena gang kumuh tersebar di sejumlah titik.

“Ada yang lebih kumuh, lebih gelap seperti gua, serta lebih becek, tak jauh dari RT-nya. Gang Venus bukan di RW 13 saja yang kumuh. Banyak. Cuma imbasnya di area sini terkesan kumuh,” katanya.

6. Rumah Rawan Kebakaran

gang venus

Sumber: boombastis.com

Dengan kondisi padat, kumuh, dan minim cahaya matahari membuat kawasan ini rawan kebakaran.

Apalagi dengan rumah di gang yang semi permanen dan beberapa di antaranya kurang layak.

Maka tak heran di sana kerap terjadi kebakaran.

7. Warga Tetap Bertahan

Sumber: medcom.id

Meskipun permukiman kumuh dan padat penduduk, rupanya masih banyak warga lebih memilih bertahan.

Salah satu alasannya adalah faktor ekonomi.

Banyak warga pendatang dari berbagai daerah yang enggan pindah ke tempat lebih layak.

Kendati demikian, warga di sana juga diklaim jarang terkena penyakit serius.

“Warga di sini normal-normal saja. Enggak ada apa-apa. Malah yang terkena demam berdarah bukan di sini,” tutur Deden.

***

Semoga bermanfaat.

Simak artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Kunjungi www.99.co/id dan rumah123.com jika kamu sedang mencari rumah impian.

Temukan segala kemudahan dalam mencari hunian karena kami #AdaBuatKamu.

Dapatkan rumah terjangkau dari sekarang salah satunya Botania Lake Residence!




Ilham Budhiman

Penulis 99.co Indonesia. Lulusan sastra daerah yang berkarier sebagai wartawan sejak 2016 dengan fokus liputan terkait hukum, logistik, dan properti nasional.

Related Posts