Berita Ragam

Ternyata, Ini 10 Pertapaan Soeharto untuk Jadi Presiden Indonesia. Pergi ke Cilacap hingga Dieng!

2 menit

Di Indonesia, hal-hal klenik memang masih melekat di sekitar masyarakat, termasuk para pejabat. Nah, salah satu pejabat yang sering bersentuhan dengan hal-hal klenik tersebut adalah mantan Presiden Indonesia, Soeharto. Kabarnya, Soeharto pernah melakukan pertapaan untuk menyukseskan kariernya menjadi presiden.

Soeharto menjabat sebagai Presiden RI ke-2 sejak 1967.

Dikabarkan, kesuksesannya tersebut tidak ia dapat karena kerja kerasnya di bidang politik.

Namun, Soeharto pernah melakoni pertapaan guna memuluskan keinginannya itu.

Menjalani 10 Pertapaan

soeharto

sumber: idprajuritpena.blogspot.com/

Melansir dari tempo.co, dalam artikel Dari Gua Semar, Wangsit itu Berasal, di Edisi Khusus Soeharto Majalah Tempo, 10 Februari 2008, dituliskan bahwa Soeharto setidaknya menjalani 10 pertapaan.

Pertapaan tersebut dimulai dari Gua Jambe Lima, Gua Jambe Pitu, dan Gua Suci Rahayu di kawasan Gunung Selok, Cilacap, Jawa Tengah.

”Di Suci Rahayu itulah Soeharto melakukan penyucian awal,” kata Rusmanto, juru kunci Gua Semar.

Menurut artikel tersebut, selama bersemedi, Soeharto ditemani juru kunci Darmaji, yang tak lain adalah paman dari Rusmanto.

Berkeliling Kota untuk Semedi

Dari Gua Suci Rahayu, Soeharto bergeser ke Gunung Srandil, yang juga ada di Cilacap.

Gunung yang berada di tepi pantai itu memang terkenal sebagai tempat khusus untuk ziarah.

Di sana, terdapat makam para leluhur tanah Jawa, yakni

  • Eyang Agung Heru Cokro;
  • Eyang Sukmo Sejati;
  • Eyang Kaki Tunggul Sabdo Jaati Doyo Amongrogo;
  • Nini Dewi Tanjung Sekar Sari; dan
  • Eyang Lalangbuono atau Ismoyo Ratu.

“Kemudian, Soeharto melanjutkan semedi di Gunung Lawu, tempat menghilangnya raga Raja Brawijaya,” kata Rusmanto.




Di Gunung Lawu, Soeharto melakukan empat tahap pertapaan:

  • Argo Dalam
  • Argo Tumila
  • Argo Piruso
  • Argo Tiling

Kemudian, Soeharto juga bertapa lagi pada sebuah gunung kecil di Kecamatan Bobotsari, Purbalingga, Jawa Tengah.

“Selain bertapa, di gunung itu juga ada acara nyekar di makam Syekh Jamu Karang,” tambah Rusmanto.

Bertandang ke Dieng

gua semar dieng

Usai deretan pertapaan itu, barulah Soeharto menuju kawasan Dieng.

Pada saat itu, kondisi Dieng belum sebagus sekarang karena jalannya berbatu-batu, menanjak, dan berlubang.

Menurut Rusmanto, Gua Semar adalah istana terakhir Mandala Sari alias Semar.

Di sana, kabarnya Semar bersemedi abadi setelah pertapaan di berbagai tempat.

“Menurut kepercayaan, urut-urutan pertapaan di tanah Jawa selalu berakhir di kawasan Dieng,” tukasnya.

Selama menjalani pertapaan, Soeharto hanya ditemani oleh juru kunci Darmaji.

Sementara para pengawalnya hanya menunggu pada jarak yang agak jauh.

Sebelum bertapa, Soeharto harus melakukan bimolukar atau mandi lulur.

“Tujuannya untuk menghilangkan nafsu angkara murka,” tutup Rusmanto.

***

Nah, itulah kisah mengenai pertapaan Soeharto untuk jadi presiden

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu ya, Sahabat 99.

Jangan lupa pantau terus artikel yang tak kalah menarik lainnya lewat Berita 99.co Indonesia.

Apakah kamu sedang mencari apartemen di Tangerang?

Bisa jadi, Apartemen Silk Town adalah pilihan terbaik!

Selain itu, kamu bisa mencari pilihan terbaik lainnya lewat 99.co/id.




Gadis Saktika

Penulis konten di 99.co Indonesia yang senang menyelami topik politik, properti, dan KPOP.

Related Posts