Berita Ragam

8 Contoh Percakapan Bahasa Sunda dan Artinya Singkat Berbagai Tema yang Menarik

3 menit

Percakapan bahasa Sunda dan artinya bisa dipelajari dengan mudah dalam kegiatan sehari-hari sekaligus dapat kamu praktikkan bersama teman, keluarga, dan lainnya. Yuk, pelajari melalui artikel ini!

Sahabat 99, apakah kamu tertarik belajar bahasa Sunda?

Bahasa Sunda adalah bahasa daerah yang digunakan oleh masyarakat di bagian barat Pulau Jawa.

Menurut sejumlah sumber, bahasa Sunda merupakan salah satu bahasa ibu dengan penutur terbanyak di Indonesia.

Nah, jika kamu ingin belajar bahasa Sunda maka salah satu hal yang mesti kamu perhatikan adalah menghapal kosa-kata bahasa tersebut.

Belajar bahasa Sunda juga bisa dimulai dengan melakukan percakapan agar lambat laun menjadi terbiasa.

Berdialog dalam bahasa daerah sangatlah penting karena kamu turut menjaga tradisi dan budaya, lo.

Di sekolah, percakapan bahasa Sunda masuk dalam materi pembelajaran paguneman.

Apa Itu Percakapan Bahasa Sunda

percakapan bahasa sunda dan artinya

Sumber: djarumfoundation.org

Percakapan bahasa Sunda adalah obrolan antara dua orang atau lebih yang bersifat resmi atau tidak resmi.

Hal tersebut menurut buku “Pamekar Diajar Basa Sunda” dari Dinas Pendidikan Jawa Barat 2014.

Percakapan bahasa Sunda juga disebut sebagai paguneman yaitu berkomunikasi dengan orang lain sehingga mengetahui pikiran lawan bicara tersebut.

Adapun percakapan dalam bahasa Sunda bisa secara resmi atau tidak resmi tergantung dari suasana dan keadaannya.

Contoh percakapan bahasa Sunda adalah obrolan antara anak dan ibu yang tergolong tidak resmi, sedangkan percakapan resmi contohnya adalah diskusi.

Dalam percakapan tersebut, salah satu hal yang mesti kamu perhatikan adalah tata krama (undak-unduk basa).

Undak-unduk basa terdiri atas bahasa loma (sedang), lemes (sopan) untuk diri sendiri, dan lemes (sopan) untuk orang lain.

Yuk, simak contoh paguneman atau contoh dialog bahasa Sunda berikut ini!

Percakapan Bahasa Sunda dan Artinya

1. Percakapan Bahasa Sunda

Asep: “Jang, badé kamana?” (Jang, mau ke mana?)
Jajang: “Badé ka tonggoh, Sep!” (Mau ke daerah atas, Sep)
Asep: “Aya peryogi naon, Jang?” (Ada keperluan apa, Jang?)
Jajang: “Badé ngalongok réréncangan, nuju teu damang.” (Mau menjenguk teman yang sakit)
Asep: “Oh, kituh. Ati-ati di jalan, Jang. Sing salamet!” (Oh, hati-hati di jalan. Selamat sampai tujuan)
Jajang: “Hatur nuhun, Sep!” (terima kasih)

2. Percakapan Bahasa Sunda Sama Pacar

Ikin: “Néng, Akang badé nyarios.” (Neng, Akang mau bicara)
Ratna: “Muhun Kang, dupi aya naon?” (Iya, ada apa Kang?)
Ikin: “Akang badé ngalamar Néng Ratna. Néng Ratna tos siap dilamar Akang?” (Akang mau melamar Neng Ratna. Sudah siap dilamar Akang?)
Ratna: “Alhamdulillah gusti, Néng mah siap waé, Kang. Akang nyarios atuh ka pun Bapa.” (Alhamdulillah ya Allah, Neng siap, Kang. Akang sampaikan, ya, ke Ayah.)
Ikin: “Muhun, Insya Allah pagéto Akang ka bumi, Néng. Wios?” (Iya, Insya Allah lusa Akang ke rumah, Neng. Tidak apa-apa?)
Ratna: “Wios atuh, Kang. Néng carioskeun heula ka pun Bapa, nya!” (Tidak apa-apa, Kang. Neng sampaikan juga ke ayah, ya!)
Ikin: “Muhun, mangga.” (Silakan)
Ratna: “Diantos di rorompok, Kang!” (Ditunggu di rumah, Kang!)

3. Contoh Percakapan Bahasa Sunda

Usep: “Fazri, atos ngerjakeun PR basa Sunda teu acan?” (Fazri, sudah mengerjakan PR bahasa Sunda belum?)
Fazri: “Atos. Sawalerna atos teu acan?” (Sudah. sebaliknya, sendirinya sudah belum?)
Usep: “Teu acan, abdi hilap.” (Belum, saya lupa)
Fazri: “Har, naha? Engké bu guru bendu.” (Yah, kenapa? Nanti ibu guru marah)
Usep: “Muhun, abdi hilap. Tibra tos nonton bola. Wios wé diseuseulan ge da rumaos teu acan ngerjakeun, Zri.” (Iya, saya lupa. Ketiduran habis nonton bola. Ya, sudah tidak apa-apa dimarahin juga karena memang saya salah belum mengerjakan)
Fazri: “Engké mah tong hilap deui supados bu guru teu bendu, énjing mah kerja kelompok sareng abdi, nya.” (Lain kali jangan lupa lagi supaya bu guru tidak marah. Besok-besok kita kerja kelompok saja, ya)
Usep: “Muhun, siap. Hatur nuhun” (Iya, siap. Terima kasih)




4. Percakapan Bahasa Sunda 2 Orang tentang Perkenalan

Lilis: “Tepangkeun, wasta pun Lilis.” (Kenalkan, nama saya Lilis)
Etty: “Sim abdi Etty, Lis. Kawit ti mana?” (Saya Etty, Lis. Asal dari mana?)
Lilis: “Kawit ti Majalengka. Sawalerna?” (Asal dari Majalengka, sebaliknya?)
Etty: “Sim abdi ti Banjar. Linggih di mana?” (Saya dari Banjar, tinggal di mana?)
Lilis: “Linggih di kos Purnama, payun IPDN.” (Sekarang tinggal di kos Purnama, depan IPDN)
Etty: “Har, caket atuh sareng abdi. Abdi linggih di kos Haji Edi.” (Dekat dengan kos saya, saya di kos Haji Edi)
Lilis: “Oh, muhun atuh ari kitu mah tiasa sasarengan angkat kuliahna.” (Oh, kalau begitu nanti bisa berangkat kuliah sama-sama)
Etty: “Muhun, Lis. Tiasa angkat sareng nganggé motor sim abdi.” (Iya, Lis. Bisa berangkat sama-sama pakai motor saya)
Lilis: “Hatur nuhun, Etty.” (terima kasih, Etty)
Etty: “Sawangsulna, Lis.” (Sama-sama, Lis)

5. Contoh Paguneman

Acep: “Mulih ti mana ieu téh?” (Habis dari mana?)
Dadan: “Wangsul ti bumina Pa RT. Aya peryogi ngalereskeun KTP pun bapa.” (Dari rumah Pak RT, mengurus KTP ayah)
Acep: “Oh, ical atanapi kumaha KTP tuang rama téh?” (Oh, hilang atau bagaimana KTP ayah?)
Dadan: “Henteu ari ical mah, mung ku pun adi diguntingan. Disangkana cocooan. Éta tuda ku pun biang disimpenna dina laci méja, teu disimpen dina lomari.” (Tidak hilang, tapi sama adik malah digunting disangka mainan. Disimpan sama ayah di laci meja, bukan dalam lemari)
Acep: “Kutan.” (Rupanya)

Sumber: Buku Pamekar Diajar BASA SUNDA

6. Percakapan Bahasa Sunda 2 Orang di Telepon

Romlah: “Halo. Assalamu’alaikum, sampurasun.” (Halo. Assalamu’alaikum, sampurasun.)
Encip: “Waalaikumsalam, rampes.” (Waalaikumsalam, rampes)
Romlah: “Kumaha damang, Cip?” (Apa kabar, Cip?)
Encip: “Pangésto, aya hibar. Sawangsulna?” (Sehat, sebaliknya?)
Romlah: “Alhamdulillah, abdi ogé. Nuhun upami damang mah. Cip, Enjing Persib maen tabuh sabaraha?”(Alhamdulillah, saya juga. Syukur kalau sehat. Cip, besok Persib main jam berapa?)
Encip: “Tabuh dalapan wengi, Rom.” (Jam delapan malam, Rom)
Romlah: “Hatur nuhun, Cip.” (Terima kasih, Cip)
Encip: “Sawangsulna.” (Sama-sama)

7. Percakapan Bahasa Sunda 5 Orang

percakapan bahasa sunda dan artinya

 

8. Contoh Percakapan Bahasa Sunda Halus

percakapan bahasa sunda dan artinya

***

Semoga bermanfaat.

Simak artikel lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Kunjungi www.99.co/id dan rumah123.com untuk menemukan hunian impian.

Salah satunya mungkin Citra Maja Raya!




Ilham Budhiman

Penulis 99.co Indonesia. Lulusan sastra daerah yang berkarier sebagai wartawan sejak 2016 dengan fokus liputan terkait hukum, logistik, dan properti nasional.

Related Posts