Gaya Hidup Kesehatan

10 Penyebab Keputihan Tidak Normal dan Cara Mengatasinya yang Benar. Jangan Dianggap Sepele!

4 menit

Keputihan terjadi karena reaksi alamiah yang terjadi pada wanita untuk menjaga kebersihan vagina. Tapi, ada beberapa penyebab keputihan yang wajib diwaspadai, lo!

Penyebab keputihan tidak normal bisa dipicu oleh pertumbuhan jamur, bakteri, atau penyakit tertentu dengan ciri-ciri yang berbeda-beda ‒ misalnya warna cairan yang tidak umum dan menimbulkan bau tak sedap.

Pada dasarnya, dinding vagina dan leher rahim memang mengeluarkan cairan yang berfungsi untuk menjaga kebersihan.

Cairan keputihan yang normal umumnya berwarna bening atau putih susu dan tidak mengeluarkan bau yang menyengat.

Namun, keputihan bisa berjalan tidak normal karena ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi.

Simak penyebab keputihan berbau dan tidak normal berikut ini, yuk!

Penyebab Keputihan yang Tidak Normal

1. Bacterial Vaginosis

Bacterial Vaginosis

Penyebab keputihan tidak normal yang umum terjadi pada wanita adalah karena infeksi bacterial vaginosis (BV).

Infeksi ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara bakteri baik dan bakteri jahat dalam vagina.

Pemicunya bisa saja terjadi karena perilaku seks yang berisiko, misalnya tidak menggunakan alat kontrasepsi atau sering berganti pasangan.

Kondisi ini juga bisa dipicu karena kebersihan yang kurang terjaga.

Gejala yang ditimbulkan dari infeksi ini berupa cairan keputihan yang berwarna putih, abu, atau hijau dengan bau busuk dan disertai rasa gatal.

2. Trikomoniasis

Trikomoniasis

Trikomoniasis juga bisa memicu terjadinya keputihan yang tidak normal. Bukan disebabkan oleh bakteri, kondisi ini disebabkan oleh parasit.

Penyebab kondisi ini bisa dipicu dari perilaku seks yang tidak aman dan kerap berganti pasangan.

Gejala yang ditimbulkan berupa cairan keputihan yang berwarna kuning atau hijau dengan bau yang menyengat dan disertai rasa gatal.

3. Klamidia

Klamidia

Klamidia juga termasuk infeksi menular yang dipicu dari perilaku seks yang tidak aman dan ini adalah penyakit menular

Cairan keputihan saat klamidia berwarna kuning dengan bau yang cukup menyengat.

Kondisi ini disertai dengan rasa nyeri pada perut bagian bawah dan terasa sakit saat buang air kecil.

4. Gonore

Gonore

Gonore juga dikenal sebagai kencing nanah, salah satu penyakit seksual yang dapat membuat keputihan berjalan tidak normal.

Saat mengalami gonore, cairan keputihan yang keluar akan lebih banyak berwarna kuning atau hijau dan disertai nanah.

Jika mengalami kondisi ini, kamu harus segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang benar.

5. Penggunaan Alat Kontrasepsi

alat kontrasepsi

Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) juga bisa menjadi penyebab keputihan yang tidak normal.

Alat ini langsung dimasukkan ke rahim dan tubuh umumnya akan merespon benda asing yang masuk ke dalam tubuh.




Gejala keputihan pada kondisi ini tidak terlalu parah. Cairan yang keluar tidak berbau, tapi disertai dengan rasa nyeri atau gatal pada panggul.

6. Radang Panggul

radang panggul

Radang panggul bisa ditularkan melalui perilaku seks yang tidak aman dan menyerang vagina, rahim, saluran tuba, atau ovarium.

Cairan keputihan yang dikeluarkan pada kondisi ini warnanya berbeda dari keputihan normal dan menimbulkan bau yang tidak sedap.

7. Radang Leher Rahim

Radang Leher Rahim

Radang leher rahim terjadi pada bagian ujung bawah raih, di sekitar bukaan vagina.

Penyebabnya bisa disebabkan dari perilaku seksual yang tidak aman sehingga memicu infeksi bakteri dan virus.

Kondisi ini menyebabkan produksi cairan keputihan berlebih.

8. Vaginitis

Vaginitis

Vaginitis disebabkan adalah peradangan pada vagina yang disebabkan karena adanya infeksi virus, bakteri, jamur, atau parasit.

Infeksi ini menyebabkan keputihan yang tidak normal, rasa gatal, iritasi, nyeri saat buang air kecil, dan nyeri saat berhubungan seksual.

9. Kanker Serviks

kanker serviks

Kanker serviks adalah salah satu penyakit serius yang sangat membutuhkan pertolongan medis.

Penyakit ini dapat dicegah dengan pemindaian PAP smear dan pemberian vaksin HPV.

Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah keputihan yang tidak normal disertai potongan jaringan yang ikut keluar bersama keputihan.

10. Alergi

alergi

Alergi juga bisa menjadi pemicu terjadinya keputihan yang tidak normal.

Kondisi ini bisa disebabkan dari penggunaan pembersih vagina, kondom, pelumas, dan hal-hal sejenisnya.

Meski tidak terlalu parah, sebaiknya kamu tetap berkonsultasi pada dokter.

Cara Mengatasi Keputihan Tidak Normal

1. Pakai Pakaian Berbahan Katun

Cara pertama untuk mengatasi keputihan berlebih atau keputihan tidak normal bisa dimulai dengan memperhatikan jenis bahan kain pakaian dalam.

Jenis bahan tertentu bisa meningkatkan pertumbuhan bakteri pada vagina.

Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya  kamu menggunakan pakaian dalam berbahan katun karena katun dapat menyerap keringat lebih baik.

Selain itu, hindari menggunakan celana ketat, sebab hal tersebut dapat memperparah kondisi keputihan.

2. Selalu Basuh Vagina dengan Air Setelah BAK

Ahli kesehatan menganjurkan untuk membasuh vagina dari depan ke belakang setiap selesai buang air kecil (BAK) untuk menghindari bakteri dari anus.

Ketika membasuh, tidak perlu untuk selalu menggunakan sabun, tapi pastikan selalu menggunakan air bersih.

3. Kunjungi Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin

Apabila penyebab keputihan tidak normal yang dialami menunjukkan gejala yang serius, sebaiknya segera mengunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin atau dokter kandungan.

***

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari hunian di Sentraland Avenue?

Kunjungi www.99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!




Alya Zulfikar

Penulis 99.co Indonesia

Related Posts