Berita Berita Properti

Akad Nikah Kaesang-Erina Digelar di Pendopo Royal Ambarrukmo, 1 Ruangan Ini Pantang Dimasuki. Apa Alasannya?

2 menit

Kaesang Pangarep dan Erina Gudono bakal melangsungkan akad nikah di Pendopo Royal Ambarrukmo. Namun, siapa sangka ada satu ruangan di kawasan tersebut yang dilarang untuk dimasuki, lo.

General Manager Royal Ambarrukmo, Herman Courbois, mengungkapkan meskipun acapkali digunakan sebagai tempat pernikahan, bukan berarti seluruh ruangan di sekitar kawasan Pendopo tersebut bisa dipakai.

“Ya memang Pendopo sering digunakan untuk wedding, tetapi tergantung berapa tamunya. Kalau hanya sedikit, ya di Pendopo. Tetapi kalau invoice-nya besar, bisa sampai Balai Kambang,” ucapnya seperti dikutip kompas.tv dari Tribun News.

Sebagai informasi, Balai Kambang merupakan ruangan yang terdapat di bagian belakang Pendopo.

Sementara melansir laman royalambarrukmo.com, Kedaton Ambarrukmo terdiri dari 7 wilayah.

“Lokasi yang dilarang tidak ada, kecuali Ndalem Ageng. Ada satu ruangan yang tidak bisa dimasuki karena di situ dulu adalah lokasi HB VII,” tandasnya.

Tempat Bersejarah

pendopo royal ambarrukmo

sumber: suara.com

Pendopo Royal Ambarrukmo merupakan bangunan bernilai sejarah yang dibangun pada zaman pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) II sekira tahun 1792.

Dalam perkembangannya, pembangunan dilanjutkan oleh Sri Sultan HB II lantas disempurnakan oleh Sri Sultan HB VII.

Dalam penuturan Herman Courbois, Pendopo Agung Kedathon Ambarrukmo adalah tempat singgah Sultan pada zaman dahulu, sekaligus sebagai tempat menyambut tamu-tamu penting.




Kemudian, ketika Sri Sultan HB VII wafat, tempat tersebut beralih fungsi menjadi tempat tinggal.

Tak hanya itu, bangunan itu pun sempat difungsikan sebagai markas tentara Belanda, perumahan sementara pegawai kantor pos, hingga tempat Pendidikan Kepolisian Republik Indonesia.

“Pada 27 Oktober 1920, Sri Sultan HB VII mundur dari jabatan Sri Sultan. Kemudian setelah resmi turun takhta, beliau menetap dan tinggal di Pesanggrahan Ambarrukmo,” kata Herman Courbois.

“Mengingat yang menempati kawasan Ambarrukmo adalah Sri Sultan HB VII, penyebutannya berubah menjadi Kedhaton Ambarrukmo. Beliau tinggal di Kedathon Ambarrukmo sampai wafat,” terangnya.

Pendopo Royal Ambarrukmo Penuh Nilai Filosofis

Masih menurut sumber yang sama, bangunan yang berumur 200 tahun lebih itu memiliki makna sera filosofi tersendiri pada tiap bentuk, struktur hingga ornamennya.

Pada pilar penyangga berupa hiasan dengan nama Putri Mirong, misalnya, dimaknai sebagai kesuburan, kemakmuran, dan kesejahteraan.

Sementara hiasan Ceplok Melati atau Wajikan yang berada pada langit-langit Pendopo memiliki simbol sifat kejujuran.

Secara umum, ornamen pada Pendopo Royal Ambarrukmo melambangkan kesuburan, keindahan, serta kebaikan.

***

Semoga ulasannya bermanfaat, ya.

Follow Google News kami untuk mendapatkan informasi terkini, ya.

Kamu juga dapat memperoleh ragam artikel menarik lainnya dengan mengakses Berita.99.co.

Yuk, kunjungi laman www.99.co/id dan Rumah123.com untuk menemukan rekomendasi properti terbaik.

Dapatkan juga promo dan diskon menggiurkan, karena kami selalu #AdaBuatKamu.

Salah satu hunian ideal dengan harga kompetitif adalah Nuansa Alam Setiabudi Clove yang berada di kawasan Bandung.




Hendi Abdurahman

Penulis 99.co Indonesia. Membahas sekaligus mengupas tentang berita properti, desain rumah, hingga tips & trik seputar hunian.

Related Posts