Berita Berita Properti

Tak seperti Daerah Lain di Indonesia, Kenapa Pembangunan Jalan dan Jembatan di Papua Sangat Sulit? Ini Alasannya!

2 menit

Pembangunan infrastruktur berupa jalan dan jembatan di Papua memiliki tantangan yang berat dibandingkan sejumlah daerah lain di Indonesia. Apa alasannya?

Presiden Joko Widodo alias Jokowi sedang gencar mencanangkan pemerataan pembangunan di sejumlah daerah di Indonesia.

Selain program Dana Desa, beberapa program untuk mendukung pembangunan daerah terpencil pun tengah digalakan.

Salah satu daerah yang mendapat perhatian adalah Provinsi Papua.

Pada 2021 lalu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berkomitmen untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur yang andal di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan yang tinggi dan mengurangi indeks kemahalan dan pemerataan pembangunan infrastruktur.

Namun, pembangunan di Papua bukanlah tanpa rintangan.

Teranyar, sebagaimana melansir kompas.com, pembangunan jalan dan jembatan di Papua disebut terasa sangat berat.

Hal ini diakui oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Papua Barat Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Gunadi Antariksa.

Kondisi Alam dan Cuaca di Papua Jadi Penyebab?

pembangunan jembatan di papua

sumber: ekonomi.bisnis.com

Gunadi Antariksa dalam rilisnya pada Minggu (5/6/2022) memberikan alasan perihal kesulitan pembangunan jalan dan jembatan di Papua.

“Tantangan dalam pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Papua di antaranya kondisi cuaca dan alamnya masih berupa hutan dengan kondisi geografi cukup berat, hampir pada semua segmen,” katanya.

Hal ini berbeda dengan pembangunan di beberapa wilayah yang relatif lancar, misalnya pembangunan jembatan di Pekanbaru, Riau, dan pembangunan jembatan permanen di Luhuang, Kabupaten Padang Pariaman.



Kementerian PUPR Bangun 29 Jembatan di Jalan Trans Papua

infrastruktur di papua

sumber: pu.go.id

Di luar itu, Kementerian PUPR sedang membangun 29 jembatan di ruas Merauke-Sorong, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat.

Untuk kamu ketahui, jembatan ini merupakan bagian dari kelanjutan program Jalan Trans-Papua yang bakal membuka keterisolasian wilayah.

Tak hanya itu, pembangunan ini dimaksudkan untuk meningkatkan konektivitas antarkabupaten atau kota di provinsi tersebut.

Secara keseluruhan, panjang jembatan mencapai 511,5 meter dan dibangun dengan anggaran sebesar Rp236,5 miliar pada Tahun Anggaran (TA) 2022 lewat 6 paket pekerjaan.

Gunadi juga mengatakan selain jembatan, Kementerian PUPR akan terus melanjutkan pembangunan Jalan Trans Papus ruas Merauke-Sorong yang berada di Kabupaten Teluk Wondama.

Pembangunan jalan tersebut meliputi

  • Jalan Kampung Muri – Kwatisore sepangjang 8,5 kilometer,
  • Jalan Simpang Goro – Kampung Muri sepanjang 20,28 kilometer,
  • Jalan Mameh – Windesi sepanjang 9,3 kilometer, dan
  • Jalan Simpang Tiga Mameh – Windesi sepanjang 11 kilometer.

***

Semoga informasinya bermanfaat, ya.

Pantau terus artikel menarik dan terbaru hanya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari hunian nyaman dan aman seperti Puri Harmoni Residence?

Kunjungi 99.co/id dan rumah123.com untuk menemukan hunian ideal dengan harga terbaik, karena kami selalu #AdaBuatKamu.




Hendi Abdurahman

Mengawali karier sebagai penulis lepas seputar tema olah raga di sejumlah media online. Sejak 2021 menjadi penulis konten di 99 Group dengan cakupan tema meliputi properti, marketing, dan gaya hidup. Senang menjelajah kota di akhir pekan.
Follow Me:

Related Posts