Berita Berita Properti

Pembangunan Infrastruktur Indonesia dari Era Soeharto hingga Jokowi, Perbedaan dan Pandangan dari Bank Dunia

2 menit

Bank Dunia kerap memberikan kritikan pada pembangunan infrastruktur Indonesia dari era Soeharto hingga era Jokowi. Kritikan utama yang paling sering dilontarkan adalah pembiayaan yang masih berfokus di BUMN dan pelaksanaan pembangunan yang belum sempurna.

Dari pemerintahan Soeharto hingga Jokowi, Bank Dunia kerap memberikan laporan, kritik, dan saran untuk memperbaiki pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Hal tersebut karena pembangunan hampir selalu memiliki kekurangan, mulai dari dibangun dari utang hingga pelaksanaan yang kurang baik.

Berikut adalah laporan Bank Dunia mengenai pembangunan infrastruktur Indonesia dari era Soeharto hingga Jokowi yang dilansir dari cnnindonesia.com.

Pembangunan Infrastruktur Era Soeharto

pembangunan infrastruktur indonesia era soeharto

sumber: voi.id

Berdasarkan laporan berjudul Indonesia A Strategy for Infrastructure Development, Bank Dunia memuji pembangunan Indonesia di tahun 1992.

Pujian ini berawal dari alokasi dana untuk infrastruktur yang sangat tinggi, yakni mencapai 40% dari anggaran pemerintah.

Bank Dunia juga memuji pemerintahan Soeharto yang memiliki rencana panjang pembangunan ekonomi dan infrastruktur dalam bentuk Garis Besar Haluan Negara.

Sayangnya, pembangunan infrastruktur pada masa Soeharto dilaksanakan ketika Indonesia sedang dalam kondisi utang yang tak sehat.

Pembangunan tersebut pula menjadi salah satu hal yang menyeret Indonesia dalam krisis ekonomi Asia pada tahun 1998.

Pembangunan Era Susilo Bambang Yudhoyono

pembangunan era sby

sumber: pikiran-rakyat.com

Meski perekonomian Indonesia mulai pulih sejak tahun 1998, pembangunan di Indonesia masih belum terlaksanakan dengan baik.




Pada laporan Bank Dunia di tahun 2014 tertulis bahwa investasi infrastruktur yang rendah membuat ekonomi Indonesia tertinggal dibanding negara Asia lainnya.

Di era kepemimpinan SBY, Bank Dunia beberapa kali menyoroti bahwa kalahnya daya saing investasi di Indonesia adalah karena poin infrastrukturnya yang rendah.

Minimnya pembangunan ini dapat terlihat dari rendahnya anggaran untuk infrastruktur yang dialokasikan pemerintah pada tahun 2015.

Di tahun 2015, anggaran infrastruktur pemerintah hanya mencapai sebesar Rp290,3 triliun, jauh lebih rendah dibandingkan dengan anggaran infrastruktur di tahun 2020.

Pembangunan Infrastruktur Era Jokowi

pembangunan infrastruktur indonesia era jokowi

sumber: detik.com

Dibandingkan dengan pembangunan ketika era SBY, pembangunan infrastruktur di pemerintahan Jokowi lebih banyak kritikannya.

Namun, kritikan tersebut terbilang wajar karena jumlah pembangunan infrastruktur di era Jokowi jauh lebih banyak dibandingkan pada era SBY.

Bank Dunia juga ikut mengkritik pembangunan di era Jokowi karena tidak dirancang dengan baik dan masih memiliki banyak kekurangan.

Salah satu persoalan yang muncul dari pembangunan di era Jokowi adalah pembiayaan dan pelaksanaan yang kurang baik.

Proyek pembangunan kerap diserahkan pada BUMN dan penerbitan surat utang yang terus meningkat dari waktu ke waktu karena besarnya dana yang dibutuhkan.

Selain itu, perencanaan dan eksekusi pembangunan juga masih harus diperbaiki, terutama karena sulitnya birokrasi, pembebasan lahan yang lama, dan konflik agraria.

***

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu, Sahabat 99!

Simak juga artikel menarik lainnya hanya di portal Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari rumah di Bandung? Bisa jadi Mustika Townhouse adalah jawabannya!

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!




Shafira Chairunnisa

Penulis 99.co Indonesia
Follow Me:

Related Posts