Berita Ragam

6 Pakaian Adat Sunda Jawa Barat dan Ciri Khasnya. Disertai Penjelasan Lengkap!

3 menit

Terdapat beberapa jenis pakaian adat Sunda Jawa Barat yang populer dan mesti kamu ketahui, Sahabat 99. Tak hanya itu, apa pula sejarah menarik dari pakaian tradisional yang satu ini, lo. Yuk, baca ulasan lengkapnya!

Pakaian adat Sunda Jawa Barat pada mulanya terdiri dari tiga jenis pakaian yang dibagi berdasarkan tingkatan sosial.

Adapun pengelompokan ketiga pakaian adat Jawa Barat yaitu kaum bangsawan, golongan menengah, dan rakyat jelata.

Akan tetapi, pengelompokan tersebut kini sudah tidak berlaku lagi.

Nah, sebelum mengenal nama dan jenisnya, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu sejarahnya.

Simak di sini!

Sejarah Pakaian Adat Sunda atau Pakaian Adat Jawa Barat

Melansir berbagai sumber, dahulu pakaian yang dipakai oleh kaum bangsawan laki-laki dari suku Sunda adalah jas dengan bahan beludru dan celana panjang hitam.

Sementara itu, kaum bangsawan perempuan memakai kebaya beludru hitam berhiaskan sulaman benang emas kain kebat motif rereng.

Di sisi lain, ada pula pakaian resmi untuk seluruh lapisan masyarakat.

Baju adat ini yang kerap dikenakan pada acara pemilihan duta pariwisata Jawa Barat.

Ya, lelaki atau jejaka menggunakan jas tutup, celana panjang, kain yang diikatkan di pinggang, penutup kepala bendo, hingga alas kaki memakai selop.

Bagi mojang, pakaian yang digunakan adalah kebaya polos dengan hiasan sulam, kain kebat, selendang, kamisol, serta selop.

Tidak ketinggalan aksesori berupa tusuk konde berhiaskan bunga, cincin, giwang, bros, sampai dengan peniti rantai.

Nama dan Jenis Pakaian Adat Sunda

1. Kebaya Sunda

pakaian adat sunda

Mengutip kompas.com, kebaya Sunda dikenakan oleh perempuan.

Pakaian adat ini berfungsi sebagai atasan, layaknya kebaya dari daerah lain.

Perbedaan kebaya Jawa dan Sunda ada pada desain kerahnya.

Jika kebaya Jawa berkerah V atau V-neck, maka kebaya Sunda memiliki kerah U (U-neck).

Tak hanya itu, kebaya Sunda juga didesain panjang sehingga menutupi pinggul dan paha.

Dari segi warna, kebaya Sunda umumnya berwarna lebih cerah, seperti merah, ungu muda, atau putih meski tidak menutup kemungkinan adanya warna-warna gelap, misalnya hitam.

Tidak seperti dahulu, kini pengguna kebaya ini merata dari strata sosial rendah hingga menengah.

2. Baju Bedahan

pakaian adat sunda

sumber: yuksinau.id

Baju bedahan merupakan salah satu pakaian adat Sunda Jawa Barat.

Pakaian ini berbentuk baju atasan untuk kaum laki-laki.

Pada masa penjajahan, baju bedahan biasanya dipakai oleh pegawai negeri dan pamongpraja.

Dalam pemakaiannya, baju bedahan acapkali berwarna putih yang dipadukan dengan kain kebat batik, sabuk, ikat kepala, alas kaki dan ikat pinggang.

3. Baju Pangsi

baju pangsi

Baju atau pakaian pangsi dikenakan kaum laki-laki Sunda dan hanya didesain dengan satu warna saja, yaitu hitam.

Desain pakaian pangsi sangat sederhana, yang terdiri dari celana pangsi hitam longgar dan atasan yang disebut salontreng.

Bukan tanpa alasan, desain sederhana menunjukkan jika pangsi diperuntukkan bagi kaum dengan strata rendah.




Namun, seiring berkembangnya zaman, baju pangsi kini dipakai masyarakat luas, termasuk wali kota di berbagai daerah di Jawa Barat.

4. Pakaian Mojang Jajaka

pakaian mojang jajaka

sumber: seputarbandungraya.com

Merujuk pada namanya, pakaian adat Sunda yang satu ini diperuntukkan bagi pemuda-pemudi Sunda yang belum menikah alias masih lajang.

Dalam Bahasa Sunda, mojang berarti gadis sedangkan jajaka adalah lelaki yang belum menikah.

Baju mojang jajaka didesain untuk setelan pria dan wanita.

Pakaian pria berupa jas tertutup sedangkan bawahannya yaitu celana panjang dengan warna senada dengan atasan.

Sementara bagi wanita, pakaian mojang jejaka umumnya berupa kebaya dengan warna sesuai dengan baju prianya.

Untuk bawahan, mojang Sunda mengenakan kain kebat bermotif batik yang dililitkan ke pinggang.

Pakaian ini sering kali dikenakan dalam acara-acara khusus.

5. Baju Pengantin

pakaian pengantin jawa barat

sumber: beautynesia.id

Untuk kamu ketahui, pakaian adat Jawa Barat untuk pengantin umumnya terpengaruh oleh pakaian putra-putri Kerajaan Sunda pada masa lalu.

Pakaian pengantin pria terdiri atas jas buka Prangwedana.

Menurut budaya Sunda atau Jawa Barat, pakaian ini melambangkan kewibawaan seorang laki-laki.

Untuk bawahannya, pengantin pria mengenakan kain bermotif batik yang dililitkan di pinggang dengan panjang yang sampai hingga mata kaki.

Di sisi lain, pengantin perempuan mengenakan atasan berupa kebaya dari bahan brokat dengan warna cerah, seperti putih, krem, kuning, dan lain sebagainya.

Selain itu, pengantin perempuan memakai kelat bahu di bagian lengan, cincin, kalung, dan gelang permata.

6. Aksesori Pelengkap

aksesoris siger

sumber: haibunda.com

Kendati sebagai aksesori pelengkap, tetapi tambahan ini acapkali termasuk ke dalam pakaian adat Sunda.

Untuk perempuan, misalnya, aksesoris yang dikenakan bisa berupa mahkota yang sering disebut siger.

Siger Sunda terbuat dari campuran logam yang memiliki berat 1,5 hingga 2 kilogram.

Siger melambangkan tingginya rasa hormat, kearifan, dan kebijaksanaan dalam pernikahan.

***

Itulah ulasan mengenai pakaian adat Sunda atau Jawa Barat, Sahabat 99.

Semoga bermanfaat ya.

Baca terus artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Jika kamu mencari rumah atau kebutuhan properti lainnya, kunjungi saja 99.co/id dan Rumah123.com, karena kami selalu #AdaBuatKamu.

Salah satunya seperti Grand Asritama Cihanjuang yang berada di daerah Bandung.




Hendi Abdurahman

Penulis 99.co Indonesia. Membahas sekaligus mengupas tentang berita properti, desain rumah, hingga tips & trik seputar hunian.

Related Posts