Berita Ragam

Menyedihkan, Nenek 90 Tahun Kena Tipu Rp462 Miliar oleh “Pejabat Keamanan” China. Modusnya Rapi Banget!

2 menit

Seorang nenek berusia 90 tahun kena tipu hingga merugi 250 juta dolar Hong Kong atau sekira Rp462 miliar.

Melansir Channel News Asia, Rabu (21/4/2021), modus yang dilakukan penipu tersebut adalah berpura-pura menjadi pejabat keamanan China.

Berdasarkan laporan kepolisian Hong Kong, pelaku memang telah lama mengincar orang-orang kaya yang telah lanjut usia.

Berbagai cara dilakukan penipu untuk memancing para korbannya mentransfer sejumlah uang dengan berbagai modus.

Nenek 90 Tahun Kena Tipu Ratusan Miliar Rupiah

ilustrasi nenek 90 tahun kena tipu

Seorang nenek berusia 90 tahun itu diketahui tinggal di sebuah permukiman elite di Hong Kong bernama The Peak.

Melansir inews.id yang mengutip South China Morning Post (SCMP), pelaku mulai menghubungi nenek tersebut pada musim panas tahun lalu.

Awalnya pelaku berpura-pura menjadi pejabat keamanan publik China.

Lalu, si pelaku berkata kepada korban bahwa namanya dicatut dalam sebuah kasus kejahatan berat di China.

Singkat cerita, pelaku pun mulai meminta sang nenek mentransfer sejumlah uang dari rekening miliknya ke sebuah rekening yang disebutnya sebagai “rekening tim investigasi”.

Pelaku merayu dengan meyakinkan si nenek bahwa rekening tersebut lebih aman dan lebih mudah diawasi.

Beberapa hari setelahnya, seseorang datang ke rumahnya sambil membawa ponsel dan kartu SIM khusus.

Ponsel tersebut digunakan untuk berkomunikasi dengan seseorang yang berperan sebagai petugas keamanan palsu.

Lalu, pria itu kembali meminta si nenek mentransfer sejumlah uang.

Total, si nenek melakukan 11 kali transfer bank.

Dalam waktu lima bulan, si nenek mentransfer 250 juta dolar Hong Kong atau Rp462 miliar.

Kasus ini bahkan disebut-sebut sebagai kasus penipuan melalui sambungan telepon terbesar yang pernah terjadi di Hong Kong.




Kasus Terungkap Berkat Pembantu Rumah Tangga

ilustrasi pelaku penipuan di Hong Kong tertangkap

Awalnya kasus ini tidak tercium pihak kepolisian.

Namun, berkat kecurigaan pembantu rumah tangga, kasus ini bisa masuk dalam penyelidikan kepolisian.

Setelah merasa curiga, sang pembantu rumah tangga pun menghubungi putri majikannya.

Putri si nenek lah yang akhirnya melaporkan kejadian penipuan ke polisi.

Dari hasil penyelidikan tersebut, polisi menangkap seorang remaja berusia 19 tahun.

Namun, anak muda ini dibebaskan setelah adanya jaminan.

Remaja ini berperan mendatangi rumah korban dan membawa ponsel.

Melansir inews.id, Hong Kong adalah tempat tinggal banyak miliarder.

Hal ini membuat banyak penipu mencoba peruntungannya dengan menargetkan para orang kaya yang telah lanjut usia sebagai korbannya.

Kepolisian Hong Kong pun mengakui bahwa kasus penipuan ini semakin marak.

Laporan kasus penipuan serupa disebut meningkat 18 persen pada kuartal pertama 2021.

Total kerugian yang dialami korban mencapai 350 juta dolar Hong Kong.

Berkaca pada tahun 2020, kepolisian Hong Kong telah menangani 1.193 kasus penipuan dengan total kerugian korban mencapai 574 dolar Hong Kong.

Salah satu kasus yang menjadi perbincangan banyak orang adalah penipuan terhadap wanita berusia 65 tahun dengan modus serupa.

Dalam kasus ini, korban merugi hingga 68,9 juta dolar Hong Kong.

Untuk melancarkan aksinya, si pelaku juga berpura-pura menjadi petugas keamanan publik dari China.

***

Semoga kita bisa belajar dari kasus penipuan seperti ini ya!

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di portal Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari rumah di Bali?

Bisa jadi Damara Village di Kuta Selatan adalah jawabannya!

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!




Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts