Berita Ragam

4 Negara di Dunia yang Menggunakan Pawang Hujan. Enggak Cuma Indonesia!

2 menit

Tak hanya Indonesia, beberapa negara di dunia turut menggunakan jasa pawang hujan untuk mengamankan situasi-situasi tertentu. Efektif atau tidak ya, kira-kira?

Sahabat 99, perbincangan seputar pawang hujan tengah ramai karena sosok Rara Istiani Wulandari di MotoGP Mandalika beberapa waktu lalu.

Pasalnya, penggunaan jasa pawang hujan di MotoGP mengundang pro dan kontra.

Beberapa orang menilai cara tersebut mengesankan kuno, tetapi tak sedikit yang melihatnya wajar sebagai budaya Indonesia.

Terlepas dari sosok atau benda-benda tertentu, praktik pawang hujan ternyata lumrah digunakan oleh negara selain Indonesia.

Negara mana sajakah yang mempraktikkan cara serupa yakni menggunakan pawang hujan?

Dilansir dari Insertlive.com, simak daftarnya sebagai berikut.

4 Negara di Dunia yang Menggunakan Pawang Hujan

1. Jepang

teru teru bozu

artikel.rumah123.com

Negara Jepang memiliki cara tersendiri untuk menangkal datangnya hujan.

Mereka menggunakan sebuah boneka bernama “Teru-Teru Bozu”.

Nama Teru-Teru Bozu disebut berasal dari Tiongkok pada masa Heian.

Menurut kepercayaan warga setempat, boneka ini adalah wujud mistis seorang gadis pembawa sapu yang akan menyapu awan agar tidak menitikkan hujan di daerah tersebut.

Boneka itu terbuat dari kain atau tisu berwarna putih yang kemudian diikat oleh tali.

Saat ingin digunakan untuk menangkal hujan, masyarakat Jepang harus menggantungkan boneka tersebut di jendela atau atap rumah.

2. Afrika Selatan

suku di afrika

en.wikipedia.org

“Moroka” adalah sebutan untuk pawang hujan di Afrika Selatan.

Sebutan tersebut diketahui berasal dari suku setempat, yakni Suku Pedi.

Uniknya, pawang hujan di sini bisa menangkal hujan atau justru memanggilnya.

Ritual Moroka dilakukan dengan cara memberikan sejumlah uang atau persembahan terlebih dahulu.

Setelah itu, pemimpin suku dan anak-anak, baik itu perempuan atau laki-laki, memukul tongkat ke tanah seraya berteriak memanggil hujan.




Jika ingin memanggil, kecil atau derasnya hujan dilihat dari nominal uang atau persembahan.

Semakin besar nominalnya, maka hujan yang datang justru bisa semakin besar!

Sementara untuk menangkal hujan, dilansir dari Insertlive, kawanan Suku Pedi wajib menggunakan pakaian dengan bahan kulit sapi yang dikenakan oleh wanita tua selama upacara penolakan hujan berlangsung.

3. India

ritual varuna yajna

telegraph.co.uk

Ritual hujan di India disebut Varuna Yajna.

Mirip seperti Afrika Selatan, Varuna Yajna ini difokuskan untuk memanggil hujan di luar musim seharusnya.

Ritual tersebut dilakukan dengan cara para pendeta dari kuil menenggelamkan diri dalam wadah besar berisi air.

Warga setempat percaya bahwa ritual Varuna Yajna dapat membuat dewa air senang sehingga ia menurunkan hujan.

Berdasarkan kepercayaan di sana, hujan adalah simbol dari sebuah keberuntungan.

Bahkan mereka menilai, curah hujan yang rendah adalah pertanda bahwa dewa air sedang marah!

4. Thailand

Terakhir ada Thailand, negara tetangga Indonesia yang memiliki curah hujan tinggi.

Sama dengan negara kita, penggunaan pawang hujan di sana dikhususkan untuk menghentikan, bukan memanggil.

Cara menangkal hujan paling populer di sana adalah memanggil gadis perawan untuk menancapkan tanaman serai secara terbalik ke tanah.

Setelah itu, para gadis mesti berdoa terus-menerus untuk menghentikan hujan.

***

Semoga bermanfaat, Sahabat 99.

Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Kunjungi www.99.co/id dan rumah123.com untuk menemukan hunian impianmu dari sekarang.

Dapatkan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan properti, karena kami selalu #AdaBuatKamu!




Bobby Agung Prasetyo

Senior Content Editor at 99.co Indonesia. Keep up with all things business, economics, and property. Into video games and heavy metal.
Follow Me:

Related Posts