Gaya Hidup Kesehatan

Diduga Penyebab Wabah Covid-19, Daging Kelelawar Dipercaya Memiliki 4 Manfaat Ini

3 menit

Saat ini dunia masih menghadapi pandemi Covid-19. Muncul dugaan bahwa penyebab munculnya virus corona berasal dari kelelawar. Di sisi lain, daging kelelawar dipercaya sebagian orang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit.

Kasus pertama Covid-19 terjadi di Wuhan, China.

Sumber penyebaran virus corona penyebab Covid-19 diduga berasal dari pasar hewan di Wuhan yang menjual daging kelelawar.

Daging kelelawar yang dikonsumsi warga disebut mengandung virus corona.

Setelah kasus Covid-19 muncul di Wuhan, China, kini virus corona menyebar ke berbagai belahan dunia.

Hampir semua negara kini terkena wabah Covid-19.

Beberapa orang yang mengonsumsi daging kelelawar mengatakan bahwa rasa daging ini sangat lezat seperti ayam.

Meski diduga sebagai penyebab penyebaran virus corona, kelelawar tetap dikonsumsi banyak orang.

Selain itu, daging ini juga dipercaya memiliki segudang manfaat untuk kesehatan.

Melansir berbagai sumber berikut sejumlah manfaat daging kelelawar.

4 Manfaat Daging Kelelawar

1. Mengatasi Alergi

Banyak orang percaya bahwa mengonsumsi kelawar dapat mengurangi gatal akibat alergi pada kulit.

Daging ini harus dikonsumsi secara teratur agar alergi dan gatal pada tubuh menghilang.

2. Meningkatkan Kecerdasan

daging kelelawar

Banyak orang percaya bahwa mengonsumsi daging kelelawar dapat meningkatkan kecerdasan anak.

Hal ini dikarenakan kandungan Omega-3 dalam daging ini.

Kandungan inilah yang dapat meningkatkan kecerdasan otak anak, kemampuan bersosialisasi, dan menghindari gangguan autisme.

3. Daging Kelelawar Bisa Sembuhkan Asma

Daging kelawar juga dipercaya dapat menyembuhkan penyakit asma.

Berdasarkan penelitian, kelelawar mengandung senyawa kitofein yang dapat menyembuhkan penyakit asma.

Senyawa ini juga ditemukan pada hewan lain, semisal kelinci.

4. Menambah Stamina

daging kelelawar

Daging kelelawar dipercaya dapat meningkatkan stamina seseorang.

Namun poin ini masih bersifat mitos, karena belum ada penelitian yang dapat membuktikannya secara pasti.

Banyak kaum pria juga mengonsumsi daging ini untuk menambah keperkasaan sebelum berhubungan intim.

Akibat mitos ini, banyak orang mencoba mengonsumsi kelelawar.

5. Mencegah Penuaan Dini

Beberapa tanda penuaan dini adalah munculnya keriput dan bintik hitam pada wajah.

Daging kelelawar dipercaya dapat mencegah tanda penuaan dini tersebut.




Banyak orang juga mengonsumsi kelelawar agar tetap terlihat awet muda.

6. Daging Kelelawar Menyembuhkan Iritasi

Iritasi kulit bisa disebabkan banyak hal, semisal gigitan serangga, alergi terhadap cuaca, atau salah memilih produk kosmetik.

Kelelawar dipercaya dapat menjadi obat alternatif untuk mengatasi iritasi pada kulit.

Hal itu dikarenakan kandungan Omega-3 dan Omega-9 pada daging hewan pemakan buah itu.

Baca Juga:

9 Manfaat Susu Kambing untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

Bahaya Daging Kelelawar

Meski memiliki sederet manfaat, tetapi kamu juga harus berhati-hati.

Ada sejumlah bahaya jika kamu mengonsumsi kelelawar.

Berikut sejumlah bahaya dari mengonsumsi kelelawar:

1. Diduga Penyebab Penyebaran Virus Corona

Seperti yang telah banyak diberitakan di berbagai media, kelelawar diduga menjadi penyebab penyebaran virus corona.

Daging yang dijual pedagang pasar hewan di Wuhan diduga tidak bersih dari virus.

Hal ini membuat orang yang mengonsumsi daging tersebut terkena Covid-19.

Selain itu, berdasarkan penelitian, kode protein virus corona (novel coronavirus) mirip dengan kode protein yang berada pada ular.

Diduga, saat ular memburu kelelawar di alam liar, virus corona berpindah dari tubuh kelelawar ke ular.

Kemudian manusia tertular saat mengonsumsi ular tersebut.

Meski hal ini masih dalam dugaan, ada baiknya kita menghindari mengonsumsi kelelawar.

2. Terdapat Puluhan Virus di Daging Kelelawar

Kelelawar adalah salah satu hewan yang memiliki tubuh sangat kuat.

Meski di dalam tubuhnya bersarang lebih dari 60 virus mematikan, kelelawar masih tetap bertahan hidup.

Pada penelitian Cell Host and Microbe pada 2018, ilmuwan China dan Singapura memeriksa DNA kelelawar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kotoran kelelawar adalah bagian yang paling banyak menyimpan virus.

Dari kotoran tersebut juga berpotensi menyebar banyak penyakit ke berbagai tempat.

Jika kotoran tersebar di sembarang tempat, maka penyebaran penyakit akan lebih cepat.

Beberapa penyakit yang bisa ditularkan kelelawar, di antaranya adalah virus nipah, virus hendra, virus marburg, dan rabies.

Baca Juga:

7 Ciri Ciri Daging Sapi yang Baik untuk Dikonsumsi | Jangan Tertipu!

Itulah sederet manfaat dan bahaya mengonsumsi daging kelelawar.

Tetap hati-hati saat mengonsumsi berbagai makanan dan tetap jaga kesehatan ya!

Semoga artikel ini menambah wawasan kamu mengenai kelelawar.

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di situs Berita Properti 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari sewa apartemen di Bandung dan sekitarnya?

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan apartemen idamanmu!




Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts