Berita Berita Properti

Tarif Listrik Apartemen Mahal, Mitos atau Bukan?

< 1 menit

Baru tinggal satu bulan di apartemen, tiba-tiba dikagetkan dengan tagihan listrik yang besar di akhir bulan. Banyak yang bilang memang, saat kamu tinggal di apartemen harus siap dengan berbagai tagihan yang mahal, termasuk listrik apartemen. Lantas, apakah memang seperti itu adanya?

Perlu diketahui, salah satu konflik yang umu terjadi antara penghuni dengan pengelola apartemen adalah mengenai transparansi tarif listrik.

Ada saja pengelola yang memberikan tarif listrik apartemen yang nominalnya tidak sama dengan tarif yang dikeluarkan PLN.

Banyak para penghuni apartemen merasa pihak pengelola mencari untung dengan menaikan biaya bulanan.

Sedangkan pengelola merasa itu dilakukan karena ada proses pemeliharaan dan operasional yang membutuhkan biaya tambahan.

Itulah kenapa tarif ini lebih mahal dibandingkan  rumah tapak.

Apakah kamu juga mengalami hal serup di apartemenmu, Sahabat 99?

Jika ya, inilah yang kamu harus ketahui!

Tarif Listrik Apartemen dari Pemerintah

Per tanggal 1 Januari 2016, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan sejumlah ketentuan.

Di dalam ketentuan tersebut disebutkan bahwa perhimpunan pemilik tidak diperbolehkan mengutip keuntungan atas penyaluran tenaga listrik pada satuan bangunan, bangunan yang menjadi bagian bersama hingga benda bersama.

Intinya jika pengelola apartemen ingin menaikan tarif, mereka harus terlebih dahulu bermusyawarah dengan penghuni untuk menyepakati skema pemungutan tarif.

Untuk melihat detail peraturannya, kamu bisa lihat di sini.




Terjawab, deh mengapa biaya atau tarif listrik di apartemen lebih mahal dibanding rumah-rumah pada umumnya.

Meskipun lebih mahal, kalau tinggal di apartemen kamu bakal jarang ngalamin yang namanya mati lampu dibandingkan rumah tapak.

Jika di rumah tapak pemakaian listrik terkadang lebih fluktuatif, di apartemen kamu bisa mengontrol penggunaannya.

Untuk itu kamu harus pintar-pintar menyiasati pemakaiannya.

Pemakaian daya listrik terbesar bisa dibilang hanya untuk AC, TV, dan Kulkas.

Itupun kamu gunakan setelah jam kerja misalnya dari jam 6 sore sampai jam 7 pagi.

Mematikan semua peralatan yang menggunakan listrik (kecuali kulkas) pada saat kamu bekerja, sudah cukup mengerem besarnya tagihan di akhir bulan.

Semoga ulasan di atas bermanfaat ya!

Baca terus artikel lainnya seputar properti, hunian, hingga gaya hidup hanya di halaman Berita 99.co Indonesia.




Tiara Syahra Syabani

Seorang jurnalis/editor kemudian beralih profesi menjadi content dan copywriter. Pecinta buku komik Hai, Miiko! Senang traveling dan makan makanan gurih.

Related Posts