Berita Ragam

Hendak Jual Rumah Rp8 Miliar, Wanita Tunanetra Ini Malah Jadi Korban Penipuan Makelar Tanah. Kok Tega?

2 menit

Miris banget! Seorang wanita tunanetra di Bogor menjadi korban penipuan makelar tanah. Akibatnya, ia harus kehilangan rumah senilai Rp8 miliar dan tinggal di kontrakan bersama kedua anaknnya. Berikut kisah lengkapnya!

Endang Puspita Sari merupakan seorang tunanetra yang baru saja kehilangan suaminya.

Saat ini, ia terpaksa tinggal di rumah kontrakan sederhana bersama kedua anaknya yang masih di bawah umur.

Pasalnya, ia baru saja menjadi korban penipuan makelar tanah dengan modus pinjaman uang, Sahabat 99.

Wanita Tunanetra Jadi Korban Penipuan Makelar Tanah

wanita tunanetra korban penipuan makelar tanah

Sumber: jurnalglobal.com

Kemalangan Endang bermula dari niatnya menjual rumah peninggalan sang suami yang berlokasi di Sentul, Bogor.

Kediaman tersebut tergolong rumah mewah dengan taksiran harga mencapai Rp8 miliar.

Keinginan ini muncul karena ia harus menghidupi kedua anaknya yang masih di bawah umur.

“Karena sudah tidak memiliki penghasilan Ibu Endang ingin menjual rumah tersebut seharga Rp8 miliar,” ujar Pablo selaku kuasa hukum korban dilansir dari okezone.com.

Rencananya, uang hasil penjualan rumah akan ia pakai untuk membeli hunian lain yang lebih sederhana.

Kemudian sisanya akan menjadi modal membuka usaha agar ia memiliki sumber penghasilan tetap.

Sayangnya bukan untung yang didapat, Endang malah harus terusir dari kediamannya hanya dengan Rp800 juta.

Ini karena asisten rumah tangganya Airin justru mengenalkan Endang pada mafia tanah berinisial BL.

Kronologi Korban Kehilangan Rumahnya

rumah endang puspita sari tunanetra

Sumber: Okezone.com/Wildan

Modus awal BL adalah menawarkan pinjaman uang untuk usaha dengan jaminan rumah yang akan Endang jual.



Endang pun sepakat untuk mengajukan pinjaman Rp1 miliar dengan jaminan rumah yang berlokasi di Jalan Palimanan Golf, Mediterania III Sentul City.

Nantinya nominal tersebut akan terpotong biaya administrasi sehingga hanya tersisa Rp800 juta.

Namun saat transaksi berlangsung, ternyata yang ia tandatangani adalah surat perjanjian jual beli, Sahabat 99.

“Memanfaatkan kelemahan korban, BL meminta korban untuk menandatangani surat utang piutang yang belakangan kita ketahui ternyata itu surat Perjanjian Perikatan Jual Beli (PPJB),” kata Pablo dilansir dari sginews.id.

Tidak lama, BL kembali mendatangi korban dengan membawa Berita Acara Serah Terima (BAST) atas rumah korban.

Ia kemudian mengusir Endang dari rumahnya dengan iming-iming uang Rp325 juta dan ancaman pelaporan ke pihak polisi apabila menolak.

Akibatnya Endang harus keluar dari rumahnya sendiri dan kini tinggal di rumah kontrakan.

Melihat hal ini, tetangga Endang kemudian menawarkan diri menjadi kuasa hukumnya dalam naungan firma Pablo & Co.

Setelah mengumpulkan seluruh bukti pendukung, kuasa hukum Endang kemudian melaporkan BL ke kepolisian Bogor atas tuduhan memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik.

Harapannya, aparat segera menindak tegas BL dan kawan-kawannya agar korban segera mendapat keadilan.

***

Semoga informasinya bermanfaat Sahabat 99.

Simak artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari rumah tinggal di Bogor?

Jangan lupa, segera kunjungi 99.co/id untuk menemukan hunian impianmu.

Ada beragam pilihan properti menarik seperti kawasan Grand Central Bogor.




Hanifah

Hanifah adalah seorang penulis di 99 Group sejak tahun 2020. Lulusan Jurnalistik UNPAD ini fokus menulis tentang properti, gaya hidup, marketing, hingga teknologi. Di waktu senggang, ia senang menghabiskan waktu untuk kegiatan crafting dan membaca.

Related Posts