Berita Ragam

Pengertian Konjungsi Temporal, Jenis-Jenis, dan Contohnya. Wajib Dipahami!

2 menit

Dalam materi pelajaran Bahasa Indonesia, ada banyak jenis konjungsi yang harus dipahami. Salah satu jenis konjungsi tersebut adalah konjungsi temporal. Sudah tahu, ‘kah?

Konjungsi adalah kata hubung yang memiliki berbagai variasi dan fungsi yang beragam.

Oleh karena fungsinya yang beragam, konjungsi pun dibagi ke dalam berbagai jenis.

Sudahkah kamu tahu apa yang dimaksud dengan konjungsi temporal? Kalau belum, simak penjelasan lengkap berikut ini, ya!

Apa Itu Konjungsi Temporal?

konjungsi temporal

sumber: inc.com

Sebagaimana diketahui, “konjungsi” merupakan kata hubung. Lalu menurut KBBI, “temporal” adalah hal yang berkaitan dengan waktu.

Dengan demikian, dari dua definisi kata tersebut, bisa diambil kesimpulan terkait apa yang dimaksud dengan jenis konjungsi yang satu ini.

Konjungsi temporal adalah kata hubung yang berkaitan dengan waktu, baik dalam kalimat atau antar kalimat itu sendiri.

Sederhananya, konjungsi ini juga bisa diartikan sebagai kata hubung yang digunakan untuk menghubungkan dua peristiwa berbeda dan berkaitan dengan waktu.

Untuk memahami lebih lanjut tentang jenis konjungsi ini, kamu juga perlu mengetahui apa saja ciri-ciri, fungsi, dan jenisnya.

Ciri-Ciri Konjungsi Temporal

Dibandingkan dengan jenis-jenis konjungsi yang lainnya, konjungsi ini memiliki beberapa ciri khas yang menjadi pembeda.

Berikut ini ciri-ciri yang harus kamu ketahui:

  1. Berfungsi sebagai subjungtif atau modus yang menegaskan kemungkinan objektif dalam suatu kalimat. Penggunaan konjungsi ini akan membuat suatu kalimat memiliki makna yang lengkap, koheren, dan juga mudah dipahami oleh pembaca.
  2. Bisa ditempatkan di mana saja, baik di awal, di tengah, ataupun di akhir kalimat. Dengan demikian, penempatan konjungsi ini bersifat fleksibel selama pemilihan bentuk konjungsinya sesuai dengan makna dari kalimat yang disusun.
  3. Bisa bertindak sebagai tautan, yakni konjungsi yang mengaitkan antara klausa dengan kalimat induk. Penggunaan konjungsi ini akan membantu pembaca untuk mengetahui lebih mudah terkait hubungan antara klausa dengan kalimat induk.
  4. Menghubungkan  kalimat yang memiliki unsur waktu, sehingga konjungsi ini tidak bisa digunakan pada kalimat yang tidak memiliki keterkaitan dengan waktu.

Fungsi

Fungsi utama dari jenis konjungsi adalah untuk menghubungkan kata dan kalimat yang memiliki hubungan dengan waktu.

Penggunaan konjungsi ini pun akan membuat kalimat saling terhubung dengan makna yang mudah dipahami.

Dengan demikian, kalimat yang dihubungkan bisa membentuk paragraf yang memaparkan suatu kejadian, peristiwa, maupun proses secara urut dengan kronologi yang jelas.

Kehadiran konjungsi ini pun penting untuk memastikan agar pembaca tidak merasa membaca tulisan yang urutannya melompat-lompat dan acak.




Jenis konjungsi ini biasanya ditemukan pada teks eksplanasi, prosedural, atau teks-teks lain yang sejenis.

Jenis Konjungsi Temporal

1. Konjungsi Temporal Sederajat

Konjungsi temporal sederajat adalah kata sambung yang digunakan untuk menghubungkan dua kalimat yang setara atau majemuk.

Secara teknis, letak konjungsi ini berada di tengah-tengah kalimat.

Contoh konjungsi temporal sederajat di antaranya adalah lalu, kemudian selanjutnya, setelahnya, dan lain sebagainya.

2. Konjungsi Temporal Tidak Sederajat

Konjungsi temporal tidak sederajat adalah kata hubung yang digunakan untuk menghubungkan kalimat yang bertingkat atau tidak sederajat.

Sederhananya, jenis konjungsi ini merupakan kebalikan dari jenis konjungsi di atas.

Penempatan konjungsi ini lebih fleksibel karena bisa diletakkan di awal, tengah, dan akhir kalimat.

Contoh konjungsi temporal tidak sederajat adalah sementara, sambil, bila, apabila, semenjak, ketika, tatkala, demi, dan lain sebagainya.

Contoh Konjungsi Temporal Sederajat

  1. Setelah air mendidih, kemudian masukkan mi dan bahan kering pelengkapnya.
  2. Acha kehilangan tasnya, lalu ia segera melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi.
  3. Kondisi kesehatannya sudah mulai membaik, selanjutnya ia akan dipindahkan ke ruang perawatan umum.
  4. Angga mengikuti ekstrakurikuler basket sore ini, setelahnya ia salat berjamaah di masjid dan mengaji.
  5. Lututnya masih terasa nyeri ketika berlari, padahal sebelumnya ia sudah berobat ke ahli terapi cedera olahraga. 

Contoh Konjungsi Temporal Tidak Sederajat

  1. Ibu pergi ke pasar, ketika adik sedang tertidur.
  2. Sementara minyak dipanaskan, siapkan bahan-bahan yang hendak ditumis.
  3. Apabila matahari mulai bersinar, lampu di jalan itu mulai dimatikan.
  4. Kakak terbangun dari tidurnya, saat mendengar suara ayah memanggil namanya
  5. Sejak kemarin, ibu kota diguyur hujan yang teramat deras sehingga menyebabkan banjir.

***

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari rumah dijual di Cianjur Kota?

Kunjungi www.99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!




Alya Zulfikar

Penulis 99.co Indonesia

Related Posts