Berita Ragam

Kisah Tan Sam Cai, Santri Kesultanan Cirebon yang Murtad dan Diangkat Jadi Dewa setelah Mati. Sempat Viral!

2 menit

Dalam sejarah, terdapat seorang santri dari Kesultanan Cirebon bernama Tan Sam Cai yang murtad. Meski seorang muslim, pria ini memiliki istana harem dan diangkat menjadi dewa oleh kaum Tionghoa.

Dilansir dari sindonews.com, sejak zaman dahulu kaum Tionghoa sudah tinggal di Indonesia.

Mereka menetap di berbagai tempat, salah satunya Cirebon.

Orang-orang keturunan Tionghoa sering kali memiliki banyak nama, yaitu nama China, nama Jawa, dan nama Arab.

Meski pada umumnya, mereka lebih populer menggunakan nama Jawa atau nama Arab, ada beberapa yang memilih menggunakan nama China mereka.

Salah satunya adalah Tan Sam Cai, seorang santri dari Kesultanan Cirebon yang terkenal murtad.

Simak sejarah mengenai Tan Sam Cai di bawah ini!

Kisah Tan Sam Cai

Menteri Keuangan Kesultanan Cirebon yang Murtad

makam tan sam cai

sumber: journals.openedition.org

Tan Sam Cai memiliki nama Arab atau Jawa, yakni Muhammad Syafii gelar Tumenggung Arya Wiracula.

Pria ini adalah seorang Menteri Kesultanan Cirebon di tahun 1569 sampai 1585.

Karena berhasil menjalankan tugasnya dengan baik, dia berhasil mendirikan haremnya sendiri yaitu Istana Sunjaragi.

Meski merupakan seorang santri, Tan disebut sebagai seorang murtad.

Hal tersebut karena dia tidak menyukai nama Arabnya dan lebih senang mengunjungi klenteng Talang serta membakar hio daripada salat di masjid.

Tan bahkan pernah menguasai Kesultanan Cirebon ketika sang sultan mangkat dan digantikan oleh putra mahkota yang masih muda.




Diangkat Menjadi Dewa Setelah Meninggal

makam tan sam cai

sumber: fahmina.or.id

Berkuasa diluar batas, Tan pun mendapatkan perlawanan dari banyak pihak.

Salah satunya adalah Haji Kung Wu Ping, kuncen kuburan sultan.

Ketika Tan tewas diracun di harem miliknya, Haji Kung Wu Ping menolak menguburkan Tan di pemakaman sultan.

Akhirnya jenazah Tan yang sudah dibawa ke pemakaman Sembung dibawa lagi ke Cirebon.

Atas permintaan istrinya, Tan pun dikuburkan secara Islam di pekarangan rumahnya sendiri.

Namun, pemakamannya dilakukan secara non-muslim.

Masyarakat Tionghoa non-muslim di Cirebon meminta izin untuk menggelar upacara naik arwah di klenteng.

Nama Tan Sam Cai pun ditulis di kertas merah, sehingga membuat dirinya diangkat menjadi dewa dengan nama Sam Cai Kong.

Tan pun menjadi satu-satunya santri yang bisa mengabulkan doa dengan cara membakar dupanya.

***

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Sahabat 99, ya!

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di portal Berita 99.co Indonesia.

Jika sedang mencari rumah di Deli Serdang, bisa jadi Arnavat Darpha adalah jawabannya.

Cek saja di 99.co.id dan rumah123.com untuk menemukan rumah idamanmu!




Shafira Chairunnisa

Penulis 99.co Indonesia
Follow Me:

Related Posts