Berita Ragam

Kisah Pertapa Angkat Lengan 48 Tahun hingga Kurus Kering. Ternyata Tujuannya Penuh Makna……

2 menit

Pernahkah membayangkan bagaimana rasanya mengangkat lengan selama puluhan tahun? Pasti pegal dan tak tertahankan. Namun, hal tersebut nyatanya dilakukan oleh Shadu Amar Bharati. Begini kisahnya….

Shadu Amar Bharati adalah seorang pria tua asal India yang kini menjadi seorang pertapa.

Dia memiliki perawakan yang kecil, jenggot lebat, rambut penuh uban, dan salah satu lengan yang kurus kering.

Salah satu lengannya memang demikian karena nazar yang dilakukannya, Sahabat 99.

Hal yang mencengangkan, dia telah mengangkat lengan kanannya sejak tahun 1973!

Kira-kira, sudah 48 tahun Shadu Amar Bharati mengangkat lengan kanannya tersebut.

Sementara lengan kirinya tampak biasa saja.

Dia beranggapan, mengangkat lengan kanan berarti memutuskan dan memisahkan diri dari kesenangan duniawi.

Kisah Pertapa Sadhu Amar Bharati

Sebelum menjadi pertapa, Shadu Amar Bharati menjalani hidup seperti manusia normal lainnya.

Dia bekerja, memiliki rumah, dan istri dengan tiga orang anak.

Namun, hal itu berubah pada tahun 1970.

Melansir Kumparan, mulanya dia merasa mendapat wangsit ketika terlelap di malam hari.

Lewat mimpi, dia mendapat isyarat harus meninggalkan semua kehidupan duniawinya.

Dia harus mendedikasikan dirinya untuk mengabdi dan melayani Dewa Siwa.

Syahdan, dia pun memutuskan untuk meninggalkan semua kenikmatan hidupnya.

Segala bentuk kemewahannya perlahan ditinggalkan, Sahabat 99.

Usai terbangun dari tidur yang misterius itu, Shadu Amar Bharati gemar memakai pakaian sederhana.

Dia pun membawa sebuah trisula dalam kesehariannya.

Kesederhanaan itu berlangsung selama tiga tahun, sebelum dia memutuskan hal yang lebih ekstrem.

Menurutnya, dia masih memiliki hubungan dengan kemewahan duniawi.

Dari situ, dia mulai mengangkat lengan kanannya untuk menunaikan nazarnya lebih khusyuk.




Mengangkat Lengan hingga 48 Tahun

pertapa Bharati

Sumber: Kumparan

Orang yang mengangkat lengan kanannya itu adalah Sadhu Amar Bharati.

Sadhu Amar Bharati mengangkat lengan kanannya tersebut pada 1973 sampai puluhan tahun.

Melansir Era.id, dia pun berjanji tidak akan pernah menurunkannya.

Bahkan, dia juga tak pernah menggunakan tangan kanannya.

Akibatnya, lengan kanannya menjadi kurus kering.

Lengan kanan Bharati ibarat tulang terbungkus kulit.

Walau berdampak fatal, dia bersikukuh dan terus mempertahankannya.

Dia menganggap hal itu sebagai simbol keimanan terhadap Dewa Siwa.

Tidak banyak yang mengetahui pasti apa alasan Bharati melakukan aksinya ekstrem tersebut.

Namun, rekan Bharati sesama petapa mengungkap alasannya.

Bharati mengangkat lengannya karena risau dengan konflik dan perang yang terjadi di dunia.

Cara mengangkat tangan menurutnya merupakan tanda perdamaian.

Tidak Merasakan Sakit

Tak sedikit para pertapa mencoba hal serupa.

Namun, tak berlangsung lama karena tak kuat menahan rasa pegal dan sakit.

Hanya saja, hal itu tak berlaku bagi Sadhu Amar Bharati.

Meskipun, pada awal-awal dia memang merasakan sakit luar biasa.

Namun, lambat laun rasa sakit itu perlahan sirna.

Hal itu dikarenakan lengannya telah berhenti berkembang dan berada dalam posisi semi-vertikal.

Alhasil, struktur tulangnya pun tidak lagi berguna.

Sementara itu, kukunya terus memanjang karena tidak pernah dipotong.

***

Semoga artikel ini bermanfaat, Sahabat 99.

Simak terus tulisan menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Jangan lupa, cek ragam proyek hunian menarik hanya di www.99.co/id!

Salah satunya adalah Andar River Park!




Ilham Budhiman

Penulis 99.co Indonesia. Lulusan sastra daerah yang berkarier sebagai wartawan sejak 2016 dengan fokus liputan terkait hukum, logistik, dan properti nasional.

Related Posts