Berita Ragam

Terjerat Kasus Pembunuhan, Inilah Kisah Penangkapan Tommy Soeharto oleh Tim Kobra Pimpinan Tito Karnavian. Bak Perburuan Pablo Escobar!

2 menit

Kisah penangkapan Tommy Soeharto sempat menggegerkan publik tanah air pada beberapa tahun silam. Tim kepolisian yang dipimpin Tito Karnavian pun dibuat tercengang saat menemukan sebuah bunker di rumah Cendana.

Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto terlibat kasus pembunuhan Hakim Agung Syaifudin Kartasasmita.

Dia adalah hakim yang menjatuhkan hukuman 18 bulan penjara pada Tommy atas kasus tukar guling tanah.

Putra bungsu Presiden Soeharto itu adalah dalang pembunuhan yang bermula dari kasus tukar guling tanah Bulog dengan PT Goro Batara Sakti pada 2000-an awal.

Saat hendak dieksekusi 18 bulan penjara, pemberitaan media mengungkap kalau Tommy Soeharto melarikan diri dan memerintahkan seseorang untuk membunuh hakim tersebut.

Penyelidikan polisi mengungkap kalau pembunuhan itu memang dilakukan oleh pembunuh bayaran suruhan Tommy.

Berawal dari situ, tim kepolisian lantas memburu Tommy Soeharto dengan membentuk Tim Kobra pimpinan Tito Karnavian.

Saat itu, Tito Karnavian adalah Kepala Satuan Reserse Umum Polda Metro Jaya berpangkat Komisaris Polisi.

Beranggotakan 23 orang dari satuan Reserse, Brimob, dan Sabhara yang berpengalaman mengungkap kasus besar mereka mencari jejak Tommy dari berbagai lokasi.

Inilah kisah tim Tito Karnavian tangkap Tommy Soeharto yang dramatis bak perburuan Pablo Escobar.

Kisah Penangkapan Tommy Soeharto

kisah penangkapan tommy soeharto

Sumber: makassar.terkini.id

Kendati beranggotakan para ahli, namun pencarian Tommy Soeharto ternyata tidak mudah.

Sebagian masyarakat juga menilai kalau perburuan tersebut sulit karena Tommy adalah anak mantan presiden.

Namun, rasa sungkan itu tak menyurutkan Tim Kobra untuk memburu Tommy di sejumlah lokasi termasuk rumah Cendana.

Melansir surabaya.inews.id, tim dipecah menjadi 3 unit.

Demi menangkap Tommy, satu  anggota tim bernama AKP M Saleh rela tidur sebulan beralasan tikar di emperan rumah milik anak-anak Soeharto.

Pada satu waktu, keberadaan Tommy Soeharto sempat terlacak di sebuah apartemen kecil di kawasan Kemang.

Namun, saat digerebek rupanya sosok konglomerat tersebut sudah tidak ada.

Kisah penangkapan Tommy Soeharto makin dramatis saat tim Tito Karnavian menemukan bunker di rumah Tommy, Jalan Cendana.

Penemuan Bunker di Rumah Cendana

Tim kepolisian mengirim 18 tim untuk menggerebek rumah keluarga besar Soeharto di Jalan Cendana, Jakarta.

Di sana, mereka memang tidak menemukan Tommy yang diduga bersembunyi, namun mendapati sebuah bunker rahasia 4×4 meter di kedalaman 3 meter.




“Kami sudah cari dengan berbagai cara, termasuk mengangkat karpet-karpet, mengetuk-ngetuk dinding, dan membuka semua lemari, tetapi kami tidak menemukan pintu masuk ke bunker atau ruang bawah tanah,” kata Tito Karnavian melansir Kompas.com.

Pada akhirnya, pintu bunker tersebut ditemukan di salah satu lantai rumah Tommy.

Bunker tampak rapi, tidak penuh debu, dan lengkap dengan lemari serta kitchen set U.

Tim Tito Karnavian Tangkap Tommy Soeharto

tito karnavian tangkap tommy soeharto

Sumber: Liputan6.com/Herman Zakharia

Meski bunker ditemukan, namun sosok Tommy Soeharto tak kunjung tertangkap.

Dalam satu momen, tim kepolisian mendapat titik terang keberadaan Tommy saat polisi menahan salah satu teman Tommy di sebuah apartemen.

Ditambah saat pelaku pembunuh bayaran Hakim Agung Syaifudin ditangkap polisi dan mengaku menerima imbalan Rp100 juta.

Dari situ, Tim Kobra bergerak dan mencari Tommy di tempat yang diduga persembunyiannya, kawasan Bintaro.

Namun, tim Tito Karnavian tidak langsung melakukan penggerebekan, tetapi menempati rumah kosong berjarak 400 meter dari lokasi untuk memantau keberadaan Tommy.

Dua anggota tim Brimmob yakni Bripka Eko dan Brigadir H Siregar juga memasang alat penyadap di rumah itu.

Setelah beberapa lama memantau dan merasa yakin Tommy ada di dalam, tim menggerebek rumah itu.

Di rumah tersebut, polisi menemukan Tommy Soeharto tengah tidur.

Inspektur F Danang yang menyergap Tommy lantas membangunkannya dengan menodongkan pistol siap tembak.

“Tampangnya sangat memelas,” kata penyidik melansir Kompas.com.

Terungkap kalau identitas Tommy pun berganti menjadi Ibrahim.

Kisah penangkapan Tommy Soeharto tersebut berakhir.

Dia menjalani hukuman 15 tahun dengan total 6 kali remisi sebelum akhirnya bebas pada 2006 silam.

Sementara karier Tito Karnavian makin moncer karena diangkat jadi Kapolri hingga Menteri Dalam Negeri.

***

Semoga bermanfaat, Sahabat 99.

Simak artikel menarik lain di Berita 99.co Indonesia.

Jangan lupa, cek rumah impian dari sekarang hanya di www.99.co/id dan rumah123.com.

Dapatkan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan properti, karena kami selalu #AdaBuatKamu.

Yuk, cek ragam promo terbatas salah satunya dari Cendana Homes!




Ilham Budhiman

Penulis 99.co Indonesia. Lulusan sastra daerah yang berkarier sebagai wartawan sejak 2016 dengan fokus liputan terkait hukum, logistik, dan properti nasional.

Related Posts