Berita Ragam

Kisah Kampung Tersepi di Indonesia, Dulunya Ramai Lalu Ditinggalkan Semua Penghuninya

3 menit

Apa rasanya ya tinggal di sebuah rumah yang berlokasi di salah satu kampung tersepi di Indonesia? Kalau penasaran, kamu harus mengunjungi kampung di Ponorogo, Jawa Timur ini!

Nama kampung ini adalah Kampung Sumbulan yang merupakan bagian dari Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo.

Melansir Tribunnews.om, kampung dengan luas sekira satu hektare ini awalnya adalah sebuah perkampungan yang ramai penduduk.

Namun, tanpa alasan yang jelas, kampung ini ditinggal warganya seiring waktu.

Namun, kini Kampung Sumbulan menjadi kampung tersepi di Ponorogo.

Sejarah Kampung Sumbulan

rumah di kampung tersepi di indonesia

sumber: Youtube Purbo Sasongko

Menurut sejarah, kampung ini konon berdiri pada tahun 1900.

Mengutip tayangan di kanal Youtube Purbo Sasongko, penamaan Kampung Sumbulan merupakan ide dari Kyai Ali Murtado

Kyai Ali Murtado sebenarnya adalah seorang pengikut Paku Buwono II yang kemudian mengungsi ke Ponorogo.

Singkat cerita, setelah menikahi anak dari Kyai Ali Usman, Kyiai Ai Murtado pun membangun sebuah permukiman bernama Kampung Sumbulan.

Nama Kampung Sumbulan diambil dari nama kampung tempat asal Kyai Ali Murtado di Surakarta.

Diceritakan juga bahwa kampung ini sempat menjadi tempat pendidikan banyak santri dan penyebaran Agama Islam.

jalan di kampung tersepi di sumbulan

sumber: Youtube Purbo Sasongko

Namun, kini kampung tersebut tampak seperti kampung mati karena ditinggal warganya.

“Dulu ada 15-an KK (kepala keluarga) hampir jadi satu RT tapi berangsur-angsur warga pergi hingga kampung tersebut benar-benar tak berpenghuni 5 tahun yang lalu,” kata Kepala Desa Plalangan, Ipin, dikutip dari TribunJatim.com, Rabu (3/3/2021).

Nyaris tidak ada aktivitas di kampung ini, kecuali beberapa warga yang masih memiliki rumah di sini, masih kerap datang untuk membersihkan rumahnya.

Selain itu, beberapa warga yang bekerja di ladang sawah juga masih kerap berkunjung ke kampung ini untuk beristirahat dan melaksanakan ibadah sholat.

“Masjidnya masih dipakai, masih bersih. Dzuhur juga masih dipakai, kadang orang ke sawah juga mampir ke situ untuk ibadah,” kata Ipin.

Jika masuk ke kampung ini, mungkin kamu akan teringat dengan Kampung Pitu di Gunungkidul yang juga sangat sepi.

Kampung Tersepi dan Terisolasi di Ponorogo

rumah di kampung sumbulan

sumber: Youtube Purbo Sasongko

Karena ditinggal warganya, kampung ini pun tampak tidak terawat.




Jalan di kampung ini hanya dilapisi tanah dan bebatuan, bukan jalan aspal seperti di permukiman lainnya.

Di sisi jalan, kita bisa melihat pepohonan dan rumput yang cukup tinggi.

Tidak terdengar atau terlihat aktivitas warga di sini.

Sesekali kita hanya bisa melihat beberapa warga yang masih menggunakan masjid untuk sholat.

Tidak lain dan tidak bukan, mereka adalah buruh tani yang bekerja di ladang sawah dekat kampung ini.

masjid di kampung tersepi kampung sumbulan

sumber: TribunJatim.com/Sofyan Arif Candra

Jika mereka tidak bekerja, otomatis kampung ini nihil aktivitas sama sekali.

Saat berjalan-jalan mengitari kampung ini, kita bisa melihat sejumlah rumah yang tampak tidak terurus.

Dari luar, tampak rumah tersebut berdebu dan ada juga yang tampak struktur bangunannya sudah reyot.

Bahkan, beberapa rumah pun tampak tidak terlihat sepenuhnya dari kejauhan karena terhalang oleh rerumputan yang tinggi.

“Sebenarnya tempatnya nyaman. Kalau orang dulu menganggapnya tempatnya ‘sidem’, masih banyak pohon, dirasakan beda adem. Jadi warga dari kampung-kampung lainnya juga biasa ke situ,” kata Ipin.

Sahabat 99 berniat tinggal di kampung ini?

Kampung Horor?

rumah ditinggal warganya di sumbulan

sumber: Youtube Purbo Sasongko

Karena sepinya aktivitas di kampung ini, tentu akan membuat bulu kuduk kita merinding saat berjalan-jalan di sekitar kampung.

Apakah warga meninggalkan kampung ini karena bernuansa horor?

Sebagai kepala desa, menurut Ipin, bukan itu alasan kampung ini menjadi sangat sepi.

jalan ke sungai di Ponorogo

sumber: Youtube Purbo Sasongko

“Kalau dibilang mistis, hampir semua tempat sama saja, semua tempat ada cerita itu. Jadi saya rasa bukan alasan itu,” ucap Ipin.

Sepengetahuannya, keluarga terakhir yang tinggal di desa ini pindah karena ikut tinggal di tempat anaknya.

Selain itu, ada pula yang dibelikan rumah di permukiman lain.

Maka dari itu, tidak ada alasan pasti kenapa warga meninggalkan kampung ini.

***

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Sahabat 99 ya!

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di portal Berita 99.co Indonesia.

Jika sedang mencari apartemen di Surabaya, bisa jadi The Rosebay Surabaya adalah jawbannya.

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan apartemen idamanmu!




Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts