Berita Ragam

Kisah Heroik Kevin Cordon di Ajang Olimpiade 2020. Gagal Raih Medali, Disambut Bak Pahlawan di Guatemala!

3 menit

Pebulu tangkis asal Guatemala, Kevin Cordon, menjadi atlet yang menyedot perhatian publik dalam ajang Olimpiade Tokyo 2020. Kenapa? Yuk, simak kisahnya di sini.

Nama Kevin Cordon menjadi buah bibir publik luas setelah ia sukses menembus babak semifinal tunggal putra cabang olahraga bulu tangkis, pada ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Pasalnya, pencapaian tersebut digapai Cordon dengan kisah heroik yang tak biasa, sehingga menyedot atensi masyarakat luas, termasuk publik di Indonesia.

Begini cerita lengkapnya…

Kiprah Kevin Cordon di Olimpiade Tokyo 2020

kevin cordon

sport.tempo.co

Air mata Kevin Cordon pecah saat dirinya berhasil melaju ke semifinal tunggal putra, Cabor bulu tangkis, Olimpiade Tokyo.

Ia berhasil menang atas pebulu tangkis Korea Selatan, Heo Kwang-hee , dua set langsung di babak sebelumnya.

Prestasi tersebut terbilang luar biasa bagi dirinya dan negara asal Cordon, yaitu Guatemala.

Pasalnya, tak seperti Indonesia, Guatemala bukan negara yang fanatik dengan olahraga bulu tangkis.

Sebenarnya Olimpiade Tokyo bukanlah yang pertama bagi pria yang lahir pada tahun 1986 ini.

Namun, pada olimpiade kali inilah, Cordon sanggup masuk ke babak semifinal.

Sebelumnya, prestasi terbaik Cordon di olimpiade hanya mampu menembus babak 16 besar.

Tak ayal, Kevin Cordon begitu tampak emosional tatkala ia sanggup menembus babak semifinal Olimpiade Tokyo.

“Bisakah Anda percaya bahwa saya berada di semifinal sekarang? Perasaan ini luar biasa,” ungkap Cordon, kepada AFP, seperti dilansir laman indozone.id.

Sayang sungguh sayang, perjalanan Cordon terhenti di babak semifinal usai kandas dari wakil Denmark Viktor Axelsen.

Pada perebutan perunggu pun Cordon harus kalah dari atlet tunggal putra Indonesia, Anthony Ginting.

Akan tetapi, publik luas tetap menaruh simpati kepada sang atlet atas pencapaian besarnya tersebut.

Perjuangan Maha Berat Menjelang Olimpiade Tokyo 2020

Perjalanan Kevin Cordon untuk mampu berlaga di ajang Olimpiade Tokyo tak mudah.

Ia harus ‘berdarah-darah’ terlebih dulu karena dalam persiapannya berlaga di olimpiade, Cordon hanya berlatih di Aula Gereja sejak pertengahan 2020.

Hal tersebut dilakukan Cordon karena tempat latihannya di La Union, Zacapa, Guatemala, dialihfungsikan menjadi tempat perawatan pasien Covid-19.

Kevin Cordon tak bergeming dan akhirnya menemukan sebuah aula gereja di Kota La Union sebagai tempat berlatih baru.




Ia pun mengaku beruntung karena berbagai pihak, bermurah hati mendukung dirinya berlatih di sana.

“Pihak gereja saat itu mendukung saya. Mereka hanya mengatakan kepada saya bahwa pihak gereja akan mendukung dan membantu mulai dari pencahayaan hingga segala sesuatu yang saya butuhkan.”

“Setelah mendapat izin dari pihak gereja, saya langsung berbicara dengan walikota dan kepolisian setempat. Mereka saat itu juga mendukung saya,” ujar Cordon pada situs ESPN, dikutip kompas.com.

Sudah Mengejar Mimpi di Usia ke-12

kevin cordon olimpiade tokyo

sport.bisnis.com

Kecintaan Cordon pada bulu tangkis, sudah diperlihatkan sejak ia masih kecil.

Sadar jika di tempat asalnya tak mampu berkembang, Cordon kecil berani mengambil langkah besar!

Pada umur 12 tahun, Cordon sudah memberanikan diri merantau ke Ibu Kota Guatemala, La Union, untuk mendapat pendidikan bulu tangkis di sana.

”Orang tua saya tidak begitu paham soal bulu tangkis, namun mereka berkata: ‘Jika kamu ingin menjadi pebulu tangkis dan mau mewujudkan mimpimu, pergilah ke ibu kota (Guatemala City)’.”

”Ibu saya memberikan kata-kata terakhir, ia berkata: ‘Oke, pergilah. Namun hati-hati, jangan dekati alkohol dan obat-obatan (narkoba)’. Setelah 20 tahun, keluarga saya lebih bahagia dari saya (melihat Cordon sukses),” ungkap Cordon, di Olympics BWF Badminton, mengutip laman kumparan.com.

Alasan ia berani untuk pergi karena federasi bulu tangkis di Guatemala menjanjikan anak dengan bakat besar akan mendapat pelatihan, sekolah, makanan, dan akomodasi.

Pulang ke Guatemala dan Disambut bak Pahlawan Besar

kisah kevin cordon

twitter.com/@andresNadf

Walau kiprahnya di Olimpiade Tokyo hanya terhenti di babak semifinal dan gagal persembahkan medali, tapi saat Cordon pulang ke negaranya, ia disambut bak pahlawan!

Setibanya di Bandara Guatemala, Kevin Cordon langsung disambut riuh para penggemarnya dan diarak mengelilingi kota.

***

Semoga bermanfaat, Sahabat 99.

Baca ulasan menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Dapatkan hunian terbaik hanya di www.99.co/id.

Cek sekarang juga!




Insan Fazrul

Penulis 99.co Indonesia. Sejak kuliah sudah aktif menulis di Pers Kampus. Usai lulus, melanjutkan karier sebagai penulis lepas yang fokus dengan tema gaya hidup dan sepak bola. Kini, sepenuhnya menulis di Blog 99.co Indonesia dengan banyak membahas seputar properti, khususnya desain rumah.
Follow Me:

Related Posts