Berita Ragam

Ngeri! Inilah Kisah Kesaksian Algojo Pembantaian PKI. Korban Ada yang Bawa Kitab Surat Yasin!

2 menit

Cerita pembantaian orang-orang yang dituduh komunis di Sigli, Aceh pada tahun 1965 sangat mengerikan. Menurut kesaksian algojo pembantaian PKI, ada korban yang membawa kitab surat yasin sebelum dieksekusi.

Melansir bbc.com, peristiwa pembantaian di Kota Sigli, Aceh di antaranya terjadi di sekitar perbukitan Seulawah.

Di tempat itulah konon orang-orang yang dituduh komunis disembelih.

Udin, nama samaran, menjadi saksi penangkapan dan pembunuhan massal atas pimpinan, anggota, hingga simpatisan orang-orang PKI di pesisir timur Aceh tersebut.

Ketika itu, ia masih berusia 25 tahun dan kini dirinya telah berumur 81 tahun.

Adapun momen pembantaian tersebut dilatari oleh pembunuhan tujuh jenderal di Pulau Jawa, kudeta yang gagal, polarisasi politik tingkat lokal, dendam pribadi, isu agama, dan lain sebagainya.

Dalam suasana mencekam, Udin direkrut sebagai anggota pertahanan sipil yang disebutkan berperan dalam pembunuhan massal itu.

Bahkan, Udin lulus rekrutmen menjadi algojo.

“Saya masih simpan parang untuk memotong leher orang-orang PKI. Kalau bapak mau lihat, silakan,” tutur Udin kepada BBC Indonesia.

Ada Korban yang Membawa Kitab Surat Yasin

peristiwa g30spki

sumber: garudacitizen.com

Dalam wawancara yang dilakukan, Udin masih bisa membeberkan tindakan kejam yang terjadi pada saat itu kendati persitiwa tersebut telah berlangsung lebih dari 55 tahun.

“Ada yang membawa kitab Surat Yasin dikantongi bajunya,” ucapnya kepada BBC pada Oktober 2021 lalu.

“Tapi,” imbuhnya cepat-cepat, “Ada pula yang memberikan jawaban murtad ‘mana ada Tuhan, apa Tuhan, mana Tuhan?”

Pada masa-masa itu, Udin memiliki perawakan yang gempal.

Bahkan, menurut penuturannnya, ia ditakuti oleh masyarakat di kampungnya.




Udin adalah saksi dan berada dalam pusaran kekerasan itu.

Adapun sumber BBC News Indonesia di Sigli menyebut dia adalah bagian dari tim ‘tukang jagal’.

Akan tetapi, dalam wawancara, Udin mengaku hanya berperan kecil sebagai petugas yang berjaga di pos penjagaan tak jauh dari lokasi pembantaian.

Korban Mencapai Ribuan?

pemuda rakyat

sumber: tirto.id

Masih menurut sumber yang sama, dokumen internal militer di Aceh menyebut orang-orang yang dibantai di wilayah Sigli dan sekitarnya berjumlah 314 orang.

Namun, jika dihitung secara keseluruhan, korban di Aceh mencapai 1.424 jiwa.

Angka tersebut bertolak belakang dari perkiraan para peneliti dan pegiat HAM.

Diperkirakan 3.000 hingga 10.000 telah dibantai dalam kurun waktu 1965-1966.

Pada tahun-tahun tersebut, di Kota Sigli dan sekitarnya, ratusan orang yang dituduh PKI ditangkap dan dibawa ke sebuah penjara.

Beberapa di antaranya dipaksa naik ke dalam truk yang menuju lubang pembantaian tanpa diadili terlebih dahulu.

***

Itulah kisah kesaksian algojo pembantaian PKI di Sigli, Aceh, Sahabat 99.

Semoga informasinya bermanfaat ya.

Simak terus artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Kunjungi www.99.co/id dan www.rumah123.com untuk menemukan hunian idamanmu.

Salah satunya seperti Kota Taman Sunggal yang berada di kawasan Deli Serdang.




Hendi Abdurahman

Penulis 99.co Indonesia. Membahas sekaligus mengupas tentang berita properti, desain rumah, hingga tips & trik seputar hunian.

Related Posts