Berita Ragam

16 Kerajaan Islam di Indonesia dan Sejarah Singkat Perkembangannya

5 menit

Sejarah kerajaan Islam di Indonesia sangatlah panjang, mengingat Islam merupakan agama yang berkembang pesat di Nusantara.

Maka tak heran jika saat ini Indonesia dikenal sebagai negara dengan umat Islam terbesar di dunia.

Berdasarkan catatan sejarah, salah satu kerajaan Islam yang paling dikenal di Indonesia adalah Kerajaan Samudera Pasai karena dianggap sebagai kerajaan Islam tertua.

Selain itu, ternyata masih banyak lagi kerajaan Islam atau kesultanan yang tak kalah terkenal.

Dalam sejarah Nusantara, kerajaan-kerajaan Islam yang pernah berdiri juga tercatat pernah melakukan perlawanan terhadap kolonialisme Eropa.

Simak nama-nama dan penjelasan kerajaan Islam di Indonesia berikut ini, yuk!

Sejarah Kerajaan Islam di Indonesia

1. Kesultanan Peureulak

Banyak yang menganggap Kerajaan Samudera Pasai merupakan kerajaan Islam tertua di Indonesia, namun hal tersebut masih diragukan kebenarannya.

Sebab sejarawan menemukan bukti bahwa Islam telah lama masuk ke tanah Aceh jauh sebelum berdirinya kerajaan tersebut.

Salah satu bukti bahwa Samudera Pasai bukan kerajaan Islam pertama adalah ditemukannya bukti keberadaan kerajaan atau kesultanan Peureulak.

Kerajaan ini berdiri pada tahun 840-1292 M dengan Alaidin Sayyid Maulana Aziz Syah sebagai sultan pertamanya.

Namun, kerajaan ini bubar ketika Sultan Malikussaleh menggabungkan kerajaan ini dan mendirikan Kerajaan Samudera Pasai.

2. Kerajaan Samudera Pasai

kerajaan samudra pasai

sumber: pikiran-rakyat.com

Kerajaan Samudera Pasai merupakan kerajaan Islam di Indonesia yang pertama kali berdiri.

Kerajaan ini didirikan oleh Meurah Silu yang kemudian dikenal dengan nama Sultan Malikussaleh setelah ia masuk Islam.

Ia merupakan sultan Islam pertama di Indonesia yang berkuasa lebih sekitar 29 tahun (1297-1326 M).

Asal mula Kerajaan Samudera Pasai merupakan gabungan dari dua kerajaan, yakni Kerajaan Pase dan Kerajaan Peureulak.

Salah satu bukti arkeologis yang membenarkan keberadaan Kerajaan Samudera Pasai adalah ditemukannya makam para raja Samudera Pasai di kampung Geudong, Aceh Utara.

Makam ini terletak tidak jauh dari reruntuhan pusat Kerajaan Samudera Pasai yang terletak di desa Beuringin, kecamatan Samudera.

Pada masa kejayaannya, kerajaan ini merupakan pusat perniagaan penting yang banyak dikunjungi oleh para saudagar dari negeri lain, seperti Cina, Siam, Arab, India, dan Persia.

Puncak kejayaan Samudera Pasai terjadi dalam pemerintahan Sultan Malik At-Tahir  II.

3. Kerajaan Aceh Darussalam

Kerajaan Aceh Darussalam berdiri setelah runtuhnya Kerajaan Samudera Pasai, pendirinya adalah Sultan Ali Mughayat Syah.

Kerajaan yang terletak di Sumatera Utara ini berdiri cukup lama, mulai dari 1496-1903.

Dengan masa kekuasaan sekitar empat abad lamanya, Kerajaan Aceh Darussalam menjadi salah satu kerajaan Islam terbesar yang pernah berdiri di Nusantara.

Masa kejayaan kerajaan ini terjadi dalam pemerintahan Sultan Iskandar Muda Meukuta Perkasa Alam yang memerintah dari tahun 1607 sampai 1636.

Dalam sejarah, Sultan Iskandar Muda tercatat mampu memukul mundur pasukan Portugis yang mencoba mendarat di pantai Aceh pada masa itu.

Selain itu, pada masa pemerintahannya, Aceh mengalami masa ekspansi hingga menaklukkan Pahang yang merupakan sumber timah utama.

4. Kesultanan Malaka

kesultanan malaka

sumber: republika.com

Kerajaan Malaka atau Kesultanan Malaka adalah sebuah kerajaan Islam Melayu yang berdiri di tanah Malaka.

Kerajaan ini didirikan pada tahun 1405 dan didirikan oleh Parameswara.

Pada masa kejayaannya sekitar abad ke-15, Kerajaan Malaka merupakan pusat perdagangan dan penyebaran agama Islam di daerah Asia Tenggara.

Namun kerajaan ini akhirnya runtuh ketika pasukan Portugis di bawah pimpinan Jenderal Alfonso de Albuquerque menyerang kerajaan tersebut pada 25 Agustus 1511.

Keruntuhan Kerajaan Malaka merupakan pintu masuk kolonialisme Eropa di Nusantara.

5. Kerajaan Demak

Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam di Indoesia pertama dan terbesar yang pernah ada di Pulau Jawa.

Kerajaan ini pertama kali berdiri pada tahun 1478 dan dipimpin oleh Raden Patah.

Seperti namanya, kerajaan ini terletak di Demak daerah pesisir utara Jawa Tengah.

Di Pulau Jawa, Kerajaan Demak berperan sebagai pelopor penyebaran agama Islam dan bertepatan pada masa kemunduran Kerajaan Majapahit.

Pada masa kejayaannya, Kerajaan Demak merupakan kerajaan yang tak tersaingi di Pulau Jawa. Selain itu, kerajaan ini juga mendapat bantuan dari Wali Songo.

Kemunduran Kerajaan Demak terjadi lantaran adanya perang saudara antara Pangeran Surowiyoto dan Trenggana.

Setelah itu, masa keruntuhan kerajaan ini terjadi pada tahun 1544 ketika Hadiwijaya (Jaka Tingkir) melakukan pemberontakan. 

6. Kerajaan Pajang

kerajaan pajang

sumber: histori.id

Kerajaan Pajang berdiri setelah runtuhnya Kerajaan Demak tepat setelah pemberontakan Jaka Tingkir.

Setelah pemberontakan tersebut, Jaka Tingkir mendirikan Kerajaan Pajang dan sekaligus menjadi sultan pertama yang dikenal dengan nama Sultan Hadiwijaya.

Kerajaan ini berkuasa di daerah Pajang yang kemudian membawa pengaruh besar pada daerah tersebut.

Dalam masa pemerintahannya, Jaka Tingkir memperluas kekuasaannya ke arah timur hingga ke Madiun.

7. Kerajaan Mataram Islam

Kerajaan Mataram Islam merupakan kerajaan yang berpusat di Kotagede Yogyakarta dan berdiri pada abad ke-16.

Kerajaan ini mencapai masa kejayaan pada masa pemerintahan Raden Mas Rangsang atau juga dikenal sebagai Sultan Agung.




Menurut catatan sejarah, ia diketahui berhasil melakukan ekspansi dan menguasai hampir seluruh tanah Jawa.

Selain itu, ia bekerja sama dengan Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon untuk mengusir pasukan VOC.

8. Kesultanan Cirebon

kesultanana cirebon

sumber: rmol.id

Kesultanan Cirebon merupakan sebuah kesultanan yang cukup besar di Jawa Barat pada abad 15-16 M.

Kesultanan ini pertama kali didirikan oleh Pangeran Walangsungsang atau Sultan Cirebon I pada tahun 1430.

Setelah itu, pada tahun 1479, ia menyerahkan kekuasaannya pada Sunan Gunung Jati yang merupakan keponakannya.

9. Kesultanan Banten

Kesultanan Banten berdiri pada tahun 1526 dan terletak di tanah Pasundan.

Sultan pertama yang memimpin Kesultanan Banten adalah Sultan Maulana Hasanudin.

Tokoh paling terkenal dari kesultanan ini adalah Sultan Ageng Tirtayasa.

Namun, kesultanan ini terpaksa bubar karena adanya perang saudara dan sekaligus bertepatan dengan masa kolonial Inggris di Nusantara.

10. Kesultanan Banjar

kesultanan banjar

sumber: taldebrooklyn.com

Kesultanan Banjar merupakan salah satu kerajaan Islam yang bertahan cukup lama di Nusantara, yakni dari 1520-1905.

Pemimpin pertama Kesultanan Banjar adalah Sultan Suriansyah yang memimpin dari tahun 1526-1550.

Masa kejayaan kesultanan ini terjadi sejak periode awal hingga tahun 1787 karena pertanian dan militernya yang maju.

Namun, pada tahun 1880 Belanda membubarkan kesultanan ini secara langsung.

Meski dibubarkan Belanda, sejarah mencatat bahwa kerajaan ini tetap ada hingga tahun 1905.

11. Kerajaan Tanjungpura

Kerajaan Tanjungpura kerajaan Islam di Kalimantan Barat yang telah berdiri sejak abad ke-8.

Selama masa berdirinya, kerajaan ini mengalami beberapa kali pemindahan ibu kota.

Pertama terletak di Negeri Batu hingga dipindahkan ke Sukadana.

Pada abad ke-15, kerajaan ini berganti nama menjadi Kerajaan Matan sejak Raja Sorgi (Giri Kesuma) memeluk Islam.

12. Kesultanan Ternate

kesultanan ternate

sumber: cnnindonesia.com

Kesultanan Ternate pertama kali didirikan oleh Sultan Marhum dan terletak di Maluku Utara.

Di Maluku sendiri sebenarnya terdapat empat kesultanan dengan Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore merupakan kesultanan yang terbesar di Maluku.

Kesultanan ini berkembang pesat karena menjadi sumber penghasil rempah-rempah yang besar dan mencapai kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Baabullah.

Namun kesultanan ini mengalami kemunduran kerena tidak mampu melawan VOC.

13. Kesultanan Tidore

Kesultanan Tidore berdiri pada tahun 1081 dan dipimpin oleh Raja Muhammad Naqil.

Kesultanan ini terletak di sebelah selatan Kesultanan Ternate dan menjadi pusat perdagangan karena banyak bangsa Eropa yang berkunjung.

Masa kejayaan kesultanan ini terjadi pada masa pemerintahan Sultan Nuku pada 1780-1805 M.

14. Kesultanan Gowa

kesultanana gowa

sumber: republika.com

Kerajaan Makassar atau juga dikenal sebagai Kesultanan Gowa yang dipimpin oleh Sultan Alauddin.

Sebelum didirikan Kesultanan Gowa, sebenarnya terdapat banyak kerajaan yang terletak di daerah Sulawesi Selatan hingga akhirnya disatukan.

Tokoh terkenal dari kesultanan ini adalah Sultan Hasanuddin yang merupakan cucu dari Sultan Alauddin.

15. Kesultanan Bone

Kesultanan Bone juga merupakan kesultanan yang terletak di Sulawesi Selatan dan berdiri pada awal abad ke-16.

Kesultanan ini mencapai masa kejayaannya setelah perang Makassar berakhir pada tahun 1669.

Setelah itu, Kesultanan Bone berubah menjadi kesultanan yang paling dominan di wilayah Sulawesi Selatan.

16. Kesultanan Buton

kesultanan buton

sumber: republika.com

Kesultanan Buton adalah kesultanan yang terletak di Kepulauan Buton, Sulawesi Tenggara.

Setelah kesultanan ini berdiri, agama Islam berkembang pesat di wilayah kesultanan Buton.

Pada masa kejayaannya, kesultanan ini memiliki hubungan yang baik dengan banyak kesultanan di Nusantara karena kemampuan diplomasi yang baik.

***

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari hunian di Grand Taruma Karawang?

Kunjungi www.99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!




Alya Zulfikar

Penulis 99.co Indonesia

Related Posts