Gaya Hidup Kesehatan

Waspada Keputihan saat Hamil. Apakah Berbahaya untuk Janin? Ini Cara Mengatasinya!

3 menit

Bunda, khawatir dengan keputihan saat hamil yang berubah warna menjadi kotor? Jangan panik dulu! Kenali penyebab, jenis, dan cara mengatasinya pada artikel berikut ini!

Keputihan saat hamil merupakan kondisi yang normal.

Fase ini biasanya dilewati setiap ibu hamil yang memasuki bulan kedua atau ketiga.

Akan tetapi, apabila keputihan yang dialami berlangsung terlalu lama atau berubah warna, kondisinya perlu diwaspadai.

Pasalnya, ini bisa menjadi pertanda timbulnya infeksi pada organ intim dan rahim.

Tidak hanya membahayakan kesehatan ibu, pertanda ini juga bisa mengancam janin di dalam kandungan.

Berikut adalah ulasan selengkapnya!

Penyebab Keputihan saat Hamil

cara mengatasi keputihan saat hamil

Penyebab keputihan saat hamil adalah peningkatan kadar estrogen dan aliran darah berlebihan ke vagina.

Ini merupakan penyebab utama pada kebanyakan kasus keputihan.

Cairan keputihan yang keluar merupakan hasil buangan langsung dari leher rahim.

Cairan ini mengandung bakteri normal serta sel-sel mati dari dinding dalam vagina.

Saat bulan-bulan awal kehamilan, cairan keputihan akan memenuhi saluran serviks.

Kemudian, cairannya akan berubah menjadi lending pelindung berwarna putih.

Jumlah lendirnya akan bertambah menjelang persalinan.

Selain kasus di atas, ada juga penyebab keputihan lainnya.

Mari kita pelajari penyebab tersebut sesuai dengan jenisnya!

Jenis-Jenis Keputihan yang Dialami saat Hamil. Teliti Lebih Jauh!

1. Berwarna Putih dan Menggumpal

Ini merupakan jenis keputihan saat hamil yang normal.

Penyebab keputihan ini adalah pertumbuhan ragi pada tubuh.

Menurut penelitian 1 dari 4 ibu hamil mengalami kondisi ini saat hamil, menyebabkan infeksi jamur.

Kabar baiknya, keputihan ini tidak membahayakan janin. Ibu hanya perlu konsultasi langsung dengan dokter untuk obatnya.

2. Berwarna Putih dan Tekstur Tipis

pembalut wanita dan tampon

Keputihan ini disebut juga dengan leukorrhea.

Ciri-cirinya adalah warnanya yang pucat, tekstur tipis cair, dan tidak berbau.

Penyebab keputihan kali ini adalah hormon estrogen ibu mengandung yang tidak stabil.

Meski cukup mengganggu, keputihan ini tidak membahayakan ibu dan janin.

Ibu juga bisa mengatasi keputihan ini dengan berkonsultasi dengan dokter atau berolahraga dengan lebih giat.

3. Berwarna Kuning Muda

Bunda, pernah melihat bekas keputihan berwarna kuning?

Itu bisa saja disebabkan oleh cairan urine yang keluar bersamaan dengan keputihan.

Ketika rahim tumbuh, kandung kemih akan tertekan sehingga mengeluarkan urine dengan tidak sengaja.

Namun, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh hal lain, seperti air ketuban yang pecah.

Apabila cairan yang keluar berwarna kuning jernih, pucat, berbau manis atau tidak berbau sama sekali, itu adalah air ketuban.




Ini merupakan satu-satunya perbedaan dari cairan urine yang berbau amonia.

4. Berwarna Kuning Kehijauan

Keputihan saat hamil berikut inilah yang harus kamu waspadai!

Biasanya, keputihan yang berubah warna disertai dengan bau yang tidak sedap.

Ini merupakan gejala trikomoniasis.

Trikomoniasis adalah penyakit seksual menular yang bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur.

Selain itu, penyakitnya juga bisa mempengaruhi berat badan bayi saat lahir, membuatnya lebih kurus dari berat normal.

Apabila ibu mengalami gejala ini, segera periksaan diri ke dokter kandungan, ya.

5. Berwarna Merah atau Kecokelatan

keputihan berwarna cokelat merah

sumber: orami.id

Jenis keputihan saat hamil selanjutnya adalah berwarna merah atau kecokelatan.

Ini merupakan jenis yang paling parah karena bisa menandakan keguguran.

Jika ibu mengalami kondisi ini, segera meminta pemeriksaan lebih lanjut ke dokter, apalagi jika dibarengi dengan rasa sakit.

Selain pertanda keguguran, keputihan yang berubah warna menjadi cokelat dan merah juga bisa menandakan luka dalam vagina.

Lukanya biasanya didapatkan karena hubungan seksual saat hamil.

Jika setelah konsultasi dengan dokter terbukti bahwa ini penyebabnya, kamu tidak usah khawatir.

Bercak kecokelatan pada keputihan akan hilang sendiri seiring sembuhnya luka pada dinding organ intim.

Cara Mencegah dan Mengatasi Keputihan

hamil muda

Keputihan normal memang tidak berbahaya, tetapi cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.

Area organ intim menjadi lebih lembap, membuat kita merasa tidak percaya diri dan kurang bebas dalam menjalankan aktivitas.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa kamu coba untuk mencegah dan mengatasi keputihan:

  • Hindari menggunakan celana terlalu ketat, terutama jika berbahan nilon.
  • Selalu ganti celana dalam setiap hari.
  • Ganti celana dalam setelah selesai berolahraga.
  • Selalu basuh kemaluan dari depan sampai belakang dengan bersih.
  • Jangan lupa untuk mengeringkan areanya sebelum memakai celana dalam.
  • Hindari menggunakan sabun vagina atau tisu basah beraroma kuat untuk membersihkan kemaluan.
  • Minum cukup air.
  • Buang air secara teratur.
  • Konsumsi karbohidrat dan protein yang cukup.

***

Semoga ulasan di atas bermanfaat ya, Sahabat 99…

Jangan lupa untuk pantau terus informasi terkini dan menarik lainnya lewat Berita 99.co Indonesia.

Untuk kamu yang sedang mencari rumah untuk keluarga kecil atau besar seperti Aeropolis Tangerang, langsung saja kunjungi 99.co/id, ya!




Samala Mahadi

Content Writer and all things Basquiat connoisseur.

Related Posts