Berita Ragam

Terkuak! Inilah Alasan Kenapa PDIP Selalu Dicap sebagai PKI. Banyak Keturunan Komunis di Tubuh Partai?

2 menit

Tak dipungkiri, sejak awal berdiri hingga sekarang, PDIP kerap dikaitkan dengan PKI bahkan diisukan menjadi bagian dari partai komunis yang sudah diberantas pada 1965 itu. Padahal, anggapan tersebut hanyalah kabar burung belaka yang terdengar sensitif bagi masyarakat kita. Sebenarnya, kenapa PDIP selalu dicap sebagai PKI?

Dalam beberapa kesempatan, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri merasa kesal dengan anggapan masyarakat bahwa partainya kerap dikaitkan dengan kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

“Selalu mainannya PKI terus, beretika lah (dalam berpolitik). Saya partainya PDIP, ideologinya Pancasila, itu (penyebutan PKI) menghina, pencemaran. PKI itu sudah tidak ada,” ungkapnya pada acara deklarasi enam calon gubernur dan wakil gubernur di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta Selatan, Senin (8/1/2018).

Disinggung oleh Lawan Politiknya

megawati

Kekesalan Megawati memuncak karena banyak dari lawan politiknya kerap menyamakan PDIP dengan PKI.

Seperti yang dilakukan politikus Partai Gerindra, Arief Poyuono yang dilansir tempo.co, melalui keterangan tertulisnya sempat menyamakan PDIP dengan PKI.

Arief menyinggung pernyataan PDIP yang mengkritik pernyataan Prabowo soal presidential threshold di Undang-Undang Pemilu.

“Keberadaan PKI sendiri sudah selesai. Karena itu jangan dong Prabowo mengkritik UU Pemilu yang dianggap lelucon politik dan nipu rakyat, dikira ambisi jadi Presiden. Kok Hasto sebagai Sekjen Partai antikritik sih. Nah biasanya sifat PKI itu antikritik dan melanggar konstitusi. Makanya wajar sehingga PDIP sering disamakan dengan PKI,” jelas Arief.

Dilabelkan Partai Komunis oleh Aliansi Masyarakat

Melansir dari vice.com, selain oleh lawan politiknya, terdapat Aliansi Nasional Anti-Komunis (Anak NKRI) juga mengecam PDIP hingga membakar benderanya ketika melakukan demonstrasi menentang RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di depan gedung MPR/DPR, Rabu (24/6/2022).

“Bakar, bakar, bakar PKI, bakar PKI sekarang juga,” teriak para pendemo kala itu.

Alasan mengapa sekelompok masyarakat itu meentang RUU HIP karena terdapat beleid yang diduga ada upaya mengubah ideologi Pancasila.




Pemicu lain demonstrasi dan penolakan besar-besaran atas RUU HIP adalah tidak dimuatnya kandungan TAP MPRS No. XXV/MPRS/1996 yang mengatur larangan ajaran Komunisme/Marxisme dalam RUU HIP.

Dari sini, isu kebangkitan komunis mengudara.

Dicap PKI Sejak Awal Berdiri PDIP

pdip

sumber: balipuspanews.com

Masih melansir dari vice.com, pengarsip sejarah Muhidin M. Dahlan menjelaskan, cap PKI telah lama disematkan kepada pemimpin PDIP, Megawati Soekarnoputri, sejak ia mulai mendominasi partai banteng ini pada 1993.

Di masa itu, Mega adalah tokoh sekaligus simbol politik paling kuat bagi kelompok penentang rezim Orde Baru.

“Bisa dibayangkan, di tahun pertama kepemimpinan Megawati pada Desember 1993, tuduhan dari musuh politiknya memelihara 300 kader yang terlibat G30S/PKI secara tak langsung. Tuduhan itu ‘dilegitimasi’ ABRI. PKI emang jimat setan yang selalu ditempelkan di jidat Bu Mega,” ujar Muhidin.

Bukan sekali ini saja PDIP kerap dikaitkan dengan PKI dan Komunisme.

Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Kivlan Zen pernah mengatakan PDIP banyak menampung pihak yang terkait dengan PKI.

Kivlan menyebut nama Eva Kusuma Sundari, Rieke Dyah Pitaloka, dan Budiman Sudjatmiko sebagai contoh.

***

Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Sahabat 99!

Simak juga artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari hunian impian di Jakarta Timur?

Temukan beragam pilihan perumahan seperti di Chelsea Modern Home hanya di 99.co/id dan Rumah123.com, karena kami memang #AdaBuatKamu.




Gadis Saktika

Penulis konten di 99.co Indonesia yang senang menyelami topik politik, properti, dan KPOP.

Related Posts