Berita Berita Properti

Jokowi Berkomitmen Sikat Habis Mafia Tanah, Minta Aparat Jangan Lindungi!

2 menit

Presiden Joko Widodo meminta jajaran Polri untuk tak segan menindak mafia tanah menyusul komitmen pemerintah untuk menyelesaikan konflik agraria.

Hal itu diungkap Jokowi dalam acara Penyerahan Sertifikat Redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria, di Istana Kepresidenan Bogor, beberapa waktu lalu.

“Kepada jajaran Polri, saya minta jangan ragu-ragu mengusut mafia-mafia tanah yang ada,” katanya melansir mediaindonesia.

Praktik mafia tanah di Indonesia masih lumrah terjadi.

Hal ini tentunya membuat resah masyarakat karena tak jarang menjadi konflik berkepanjangan.

Untuk itu, Jokowi berharap agar kepolisian dapat menindak tegas para mafia lahan.

Aparat Jangan Lindungi Mafia Tanah

sertifikat tanah gratis

viva.co.id

Jokowi juga meminta agar Polri tidak pandang bulu memberantas mafia tanah.

Kepala negara berharap agar tak ada yang melindungi para mafia tanah tersebut.

“Jangan sampai juga ada aparat penegak hukum yang membeking mafia tanah tersebut. Perjuangkan hak masyarakat dan tegakkan hukum secara tegas,” kata dia.

Negara juga menurutnya berkomitmen mewujudkan reformasi agraria bagi masyarakat.

Selain itu, memastikan ketersediaan dan kepastian ruang hidup yang adil bagi rakyat.

Apalagi, menurutnya, tak sedikit konflik agraria yang berlangsung lama.

“Ada yang puluhan tahun bahkan sampai 40 tahun tapi masalahnya tidak selesai-selesai,” ujar Jokowi melansir Kompas.

Dia juga memahami kalau konflik agraria dan sengketa lahan merupakan tantangan berat yang dihadapi masyarakat.

Setiap tahun, Jokowi menerima kelompok tani yang datang jauh-jauh ke Jakarta untuk mengadu persoalan konflik agraria.




“Bahkan ada yang berjalan kaki ke Jakarta untuk memperjuangkan lahan-lahan mereka yang terdampak konflik agraria,” katanya.

Dalam acara Penyerahan Sertifikat Redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria, Jokowi menyerahkan 124.120 sertifikat tanah.

Hal tersebut hasil redtribusi 26 provinsi dan 127 kabupaten/kota di mana 5.512 di antaranya merupakan hasil penyelesaian konflik agraria di 7 provinsi.

Jokowi meminta masyarakat agar menjaga sertifikatnya dengan baik untuk menghindari hal yang tak diinginkan.

Tanggapan Polri Terkait Mafia Tanah di Indonesia

kasus mafia tanah

matakamera.net

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyatakan komitmennya untuk menindak tegas mafia tanah di Indonesia.

“Pasti instruksi dari Presiden akan dilaksanakan untuk memberi kepastian kepada masyarakat,” kata dia, melansir mediaindonesia.

Salah satu kasus mafia tanah yang kini tengah ditangani kepolisian adalah lahan di Jalan Pemuda, Jakarta Timur.

Atas kasus tersebut, PT Pertamina kehilangan Rp244,6 miliar.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengakui kasus itu ditangani oleh Direktorat Pidana Umum dan Direktorat Tindak Pidana Korupsi.

Tak hanya kasus itu, kepolisian juga terus memburu praktik lain yang belum terselesaikan dan masih menjadi persoalan hingga kini.

***

Semoga bermanfaat, Sahabat 99.

Ikuti artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Jangan lupa, kunjungi www.99.co/id bagi kamu yang sedang mencari rumah!




Ilham Budhiman

Penulis 99.co Indonesia. Lulusan sastra daerah yang berkarier sebagai wartawan sejak 2016 dengan fokus liputan terkait hukum, logistik, dan properti nasional.

Related Posts