Berita Berita Properti

Jokowi Sebut Ibu Kota Baru Butuhkan Rp501 Triliun dan Ajak Persatuan Emirat Arab Investasi di Indonesia

2 menit

Jokowi sebutkan besaran anggaran yang dibutuhkan untuk membangun Ibu Kota Baru dan gandeng Persatuan Emirat Arab untuk kerja sama dan berinvestasi di Indonesia.

Dilansir dari kompas.com, anggaran tersebut disampaikan Jokowi ketika menghadiri Indonesia-PEA (Persatuan Emirat Arab) Investment Forum tanggal 4 November, 2021.

Jokowi juga menawarkan kerja sama investasi kepada PEA terhadap pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru yang terletak di Kalimantan Timur.

Untuk menggandeng negara-negara di Persatuan Emirat Arab, Jokowi juga membeberkan beberapa sektor pembangunan yang dapat dijadikan proyek kerja sama antarnegara.

Jokowi Prioritaskan Ibu Kota Baru Sebagai Proyek Kerja Sama dengan PEA

gambar ibu kota baru

sumber: mediaindonesia.com

Salah satu proyek yang diprioritaskan oleh Jokowi adalah kerja sama terkait Ibu Kota Baru atau IKN.

Ketika mempromosikan IKN, Jokowi juga turut menyebutkan berapa besaran anggaran yang diperlukan untuk membangun IKN.

“Yang pertama, pembangunan ibu kota baru Indonesia. Untuk membangun ibu kota baru setidaknya dibutuhkan dana sebesar USD35 miliar (sekitar Rp501 triliun),” ucap Jokowi seperti dikutip dari kompas.com, Senin (08/11/2021).

Selain IKN, ada pula proyek lainnya yang ditawarkan oleh Jokowi.

Proyek tersebut adalah proyek dalam sektor transisi energi yang diharapkan dapat mengundang investor dan teknologi baru dalam Indonesia dengan harga terjangkau.




“Jika Anda tertarik melakukan investasi untuk energi baru dan terbarukan, ini adalah saat yang tepat. Potensi yang dimiliki Indonesia cukup banyak dan beragam, hidro, surya, panas bumi dan lain-lain,” lanjut Jokowi.

Potensi Kerja Sama Indonesia Terkait IKN dengan Putra Mahkota Abu Dhabi

kerja sama jokowi dan mbz

sumber: kompas.com

Selain mempromosikan IKN dalam forum Indonesia-PEA Investment Forum, Jokowi juga menyinggung kerja sama IKN kepada Putra Mahkota Abu Dhabi, Seikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ).

Berdasarkan keterangan Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, pertemuan kedua kepala negara ini berlangsung sampai 2,5 jam.

Retno juga mengungkapkan baik Jokowi dan MBZ telah berkomitmen dalam memperkuat kerja sama dan kemitraan di pembangunan IKN.

Hingga saat ini, konstruksi Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di IKN sendiri akan dimulai di tahun 2022.

Pembangunan awal akan terdiri dari pembuatan infrastruktur dasar, seperti jalan, saluran air, dan drainase air.

***

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu, Sahabat 99!

Simak juga artikel menarik lainnya hanya di portal Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari rumah di Malang?

Bisa jadi Citra Garden City Malang adalah jawabannya!

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!




Shafira Chairunnisa

Penulis 99.co Indonesia
Follow Me:

Related Posts