Berita Ragam

Viral Kisah Joko Subandi, Seorang Mualaf Palsu yang Mengaku Pernah ke Surga & Neraka

3 menit

Beberapa waktu lalu nama Joko Subandi ramai diperbincangkan di media sosial. Ia menjadi viral karena diketahui sebagai seorang mualaf palsu. Kisahnya pun kini telah terungkap, simak di sini!

Sosok bernama Ignatius Yohanes viral di media sosial karena mengaku sebagai putra dari seorang Kardinal dan Evangelist (pengabar injil) yang kemudian menjadi ustaz mualaf.

Faktanya, dia adalah pria yang lahir di Kudus, memiliki nama panggilan Fauzan dan nama terlahir dengan nama Joko Subandi.

Atas kebohongan tersebut, Mualaf Centre Indonesia beberapa waktu lalu mendatangi lokasi Joko Subandi di Jawa Tengah dengan tujuan untuk mencari kebenaran.

Ternyata, semua kisahnya tersebut hanya bohong belaka.

Simak kisah selengkapnya berikut ini!

Kisah Mualaf Palsu

Mualaf Palsu yang Menjadi Ustaz

Melalui ceramahnya yang kini beredar luas di media sosial, Joko Subandi mengaku mengganti namanya menjadi ustaz Fauzan Al Azmi setelah memeluk agama Islam.

Ia bahkan mengatakan bahwa sebelum beragama Islam ia adalah Ketua Misionaris yang tugas utamanya menghancurkan Islam.

“Saya berangkat dari ketua misionaris Kristen Indonesia tahun 2004 selepas dari pendidikan saya di IVS, Injil Vatican School Roma Italia, saya empat tahun di Roma, Italia, mempelajari tafsir Injil dan teologi ilmu perbandingan agama,” kata Ignatius dalam video yang beredar di media sosial, dikutip dari Twitter @KatolikIG, Kamis (9/7/2020).

Mengungkap Masa Lalu Ibunya

Namun rupanya semua yang diceritakannya adalah palsu dan tidak benar.

Tak sampai di sana, kini Joko juga mengungkap masa lalu ibu kandungnya.

Saat tim Mualaf Center Indonesia datang untuk mencari kebenaran kisah mualaf Joko, ustaz palsu tersebut malah mengungkap kisah keluarganya.

“Ternyata orang tua yang mengasuh saya selama ini bukan ibu kandung saya, bapak adalah bapak kandung, ibu bukan ibu kandung, dan saya tidak tahu, tahunya ketika saya beranjak besar menjelang masuk SMA pada waktu itu, tahun 1995,” ujar Joko, dikutip dari YouTube Vertizone TV.

Joko mengaku kaget saat tahu ternyata ibunya diceraikan dan dicampakkan oleh sang ayah. Dan terjadi konflik besar di keluarga ibunya kala sang ibu memutuskan pindah agama.

“Ibu kandung saya itu dari Islam, dia murtad, dia tujuh bersaudara, makanya saya lahir di Kudus, gara-gara murtad, dimusuhi keluarga, tidak diterima,” bebernya.

Mencari Keberadaan Sang Ibu

Joko kemudian menanyakan pada ayahnya kenapa sang ayah mencampakkan ibunya.

Merasa tak puas dengan jawaban ayahnya, ia pun mencari tahu keberadaan sang ibu secara diam-diam.

“Saya mencari tahu tentang keberadaan ibu saya karena dia tidak ada di Kudus. Begitu saya cari tahu, dia di Jakarta dan dia sudah menikah lagi, sudah punya anak dua, tapi saya bersembunyi dan enggak cerita sama ayah,” ujarnya.

Saat ayahnya tahu tentang hal tersebut, ayahnya pun marah. Sementara itu, Joko sendiri memutuskan tinggal dan dibesarkan sang nenek.




Dia merasa perlu ikut sang nenek dan berniat untuk membahagiakan ibunya yang telah dibuang dari keluarga.

“Ayah saya marah, karena pada saat itu saya sempat kabur ikut nenek di Kudus, ayah enggak terima, marah-marah ke keluarga nenek, karena (nenek) udah ajarin saya salat, aku dikasih tahu kamu tuh Islam ibumu Islam jangan ikut ayah,” ungkap Joko.

Mengaku Pernah ke Akhirat

joko subandi

sumber: insertlive.com

Melansir laman insertlive.com, Joko juga mengaku pernah mengunjungi akhirat.

Hal itu ia katakan di depan jamaahnya yang didominasi kumpulan santri, ia dengan bangga mengaku pernah mati suri selama tiga hari.

“Selama tiga hari itulah roh saya diajak jalan-jalan untuk keliling akhiratnya Allah, dan demi, saya katakan bukan rekayasa, beruntung saya bisa mengalami mati suri selama tiga hari,” ujar Joko.

Jamaah pun dibuat terdiam kala Joko menceritakan pengalaman pernah melihat secara langsung keberadaan surga. Dia mengakui tak ada wanita jelek di dalam surga.

“Ternyata surga dan neraka itu ada, surga itu nikmat dan indahnya itu luar biasa. Surga itu penduduknya cantik-cantik dan laki-lakinya ganteng-ganteng, semuanya perempuan seksi-seksi, bodinya langsing, di surga enggak ada perempuan gendut,” kata Joko dengan mimik wajah serius.

Joko juga meminta para wanita segera berdiet untuk menghilangkan bobot tubuh yang berlebih. Menurutnya, wanita bertubuh tak seksi tak akan bisa masuk surga.

“Maka dari itu untuk ibu-ibu yang punya badan gendut sebelum mati tolong diet dulu,” tegas Joko menyindir ibu-ibu yang hadir di acara dakwahnya.

Pengakuan terakhir Joko yang sungguh mengejutkan adalah dia melihat secara langsung keberadaan ulama-ulama di neraka.

“Di dalam neraka demi Allah saya melihat ulama-ulama masuk nerakanya Allah, Kiai-kiai masuk neraka, banyak. Ya Allah ternyata Kiai-kiai bersorban, berjenggot, ternyata masuk neraka dan banyak lagi jumlahnya,” katanya.

Hmm, bagaimana apakah Sahabat 99 percaya dengan kisahnya ini?

***

Itulah kisah Joko Subandi, seorang mualaf palsu yang bongkar masa lalu sang ibu dan mengaku pernah ke akhirat.

Baca artikel menarik dan terbaru lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Ingin miliki rumah masa depan seperti di Citraland Tallasa City Makassar?

Pastikan hanya mencari di 99.co/id, ya!




Nita Hidayati

Penulis konten
Follow Me:

Related Posts