Berita Berita Properti

Mengenal 5 Jenis Dak Rumah Berdasarkan Materialnya untuk Bangunan Bertingkat

3 menit

Ada beragam jenis dak rumah yang dapat menjadi pilihan untuk bangunan bertingkat. Adapun setiap jenisnya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Selama ini, material untuk dak yang banyak digunakan adalah beton.

Padahal selain beton, terdapat juga pilihan material lain yang bisa digunakan untuk bangunan bertingkat.

Namun, setiap jenisnya tersebut memang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing

Nah, bagi Sahabat 99 yang sedang mencari informasi mengenai jenis dak rumah, simak ulasan selengkapnya di bawah ini!

5 Jenis Dak Rumah

1. Dak Beton Konvensional

dak konvensional

Dak beton konvensional merupakan dak beton bertulang yang paling sering digunakan dalam membuat rumah tingkat.

Adukan beton yang dipakai adalah campuran beberapa jenis semen, pasir, dan kerikil.

Kemudian beton tersebut dipadukan dengan besi untuk meningkatkan kelenturannya.

Sebelum proses pengecoran dimulai, bekisting harus dipasang terlebih dahulu sebagai cetakan beton.

Setelah itu, dilakukan proses pembesian yakni merangkai besi sebagai rangka plat lantai. Barulah kemudian adukan beton bisa dituangkan.

Dak beton ini lalu akan mengering dan mengeras dalam waktu 20-25 hari.

Kelebihan dak beton konvensional antara lain cocok dengan berbagai desain rumah, prosesnya sederhana, dan material yang dibutuhkan mudah didapat.

Namun kekurangannya yaitu waktu pengerjaannya lebih lama.

Selain itu, material yang dibutuhkan lebih banyak, serta menyisakan limbah kayu dan bambu bekas bekisting.

2. Dak Bondek

dak bondek

sumber: hargadepo.com

Selanjutnya adalah floor deck yang merupakan pengembangan dari dak beton konvensional.

Di Indonesia sendiri, istilah floor deck biasa disebut bondek.

Floor deck adalah bahan alternatif pengganti papan kayu dan tripleks yang berfungsi sebagai bekisting.

Bondek terbuat dari besi yang memiliki ketebalan 6-10 mm dan lebar 80-100 cm.

Berbeda dengan bekisting dari kayu, bondek ini bisa digunakan berulang-ulang kali sehingga lebih ramah terhadap lingkungan.

Dak beton bondek ini mempunyai kelebihan utama yaitu kebutuhan material dapat dihemat semaksimal mungkin.

Bahannya yang terbuat dari besi memungkinkan bondek bisa mengganti peran tulangan besi pada plat bagian bawah.

Profilnya yang membentuk huruf W juga dapat mengurangi pemakaian adukan beton mencapai 30 persen.

Selain itu, bondek juga tak memerlukan tiang penyangga sebanyak bekisting dari tripleks karena bahannya sudah kokoh.

Namun sayangnya, harga beli bondek ini lumayan mahal.

3. Dak Keramik/Keraton

jenis dak rumah

sumber: arsiteki.com

Dak keramik (ceiling brick) atau disebut juga dak keraton merupakan inovasi selanjutnya dari dak beton yang digunakan untuk membangun rumah bertingkat.




Ukuran modulnya yaitu 25x20x10 cm. Dalam pemasangannya, modul-modul ini diperkuat memakai besi di bagian tengah-tengahnya.

Oleh sebab itu, modul dak keraton ini dirangkai terlebih dahulu, barulah setelah jadi, rangkaian tersebut dinaikkan dan disusun di atas balok dinding.

Adapun kelebihan dari dak keraton di antaranya proses pembuatan dak ini tak memerlukan bekisting.

Selain itu, dapat menghemat penggunaan material hingga mencapai lebih dari 30 persen, sanggup meredam panas dan suara dengan baik.

Dak keramik juga memiliki tampilan yang indah jika diekspos, serta mempunyai bobot yang cukup ringan sehingga ramah terhadap struktur.

Kekurangan dak keraton sendiri tidak boleh dilubangi setelah berhasil dipasang karena mudah pecah.

4. Dak Panel Lantai

panel lantai

sumber: tigamitra.co.id

Dak panel lantai adalah jenis dak yang paling baru.

Bahan baku yang digunakan adalah bata ringan atau dikenal dengan sebutan hebel.

Dak ini mempunyai ukuran panjang hingga 6 m, lebar 60 cm, dan tebal sekitar 12,5-20 cm.

Sebelumnya panel lantai perlu dicetak terlebih dahulu di pabrik, lengkap dengan tulangan besi di bagian tengahnya.

Setelah jadi, dak ini kemudian dipasang dengan membaringkannya secara bersusun di atas baik dinding rumah. Lalu aplikasikan semen/groting di bagian sambungannya.

Kelebihan dari dak panel lantai adalah dapat menghilangkan kebutuhan bekisting pada saat mengedak.

Jumlah pemakaian besi dan semen pun dapat dikurangi, sehingga biaya pembangunan dapat dihemat semaksimal mungkin.

Sementara kekurangan dari dak panel lantai ini adalah masa pemesanan atau pembuatan di pabrik (pabrikasi) yang membutuhkan waktu lama hingga 1 bulan, terutama jika stock sedang tidak tersedia.

Selain itu, bentuk modulnya kurang cocok untuk desain rumah yang mempunyai banyak lekukan.

5. Metal Deck

jenis dak rumah

sumber: metaldeck.uk.com

Metal deck atau pelat baja berfungsi sebagai floor decking dalam membuat dak.

Bentuknya bergelombang dan memiliki tonjolan atau embossment.

Embossment tersebut fungsinya untuk mencegah pergeseran beton dan mencegah beton dari risiko retak rambut.

Ketebalan pelat baja biasanya ditentukan dari bentangan dak yang ingin dibuat.

Makin besar bentangan, maka makin tebal pelat baja yang digunakan.

Untuk rumah, umumnya ketebalan yang digunakan 6-8mm, sedangkan untuk perkantoran biasanya menggunakan pelat baja yang lebih tebal, yakni 8-10mm.

Kelebihan dari material ini adalah instalasinya yang mudah dan cepat karena tidak perlu dibongkar layaknya bekisting konvesional.

Selain itu, bobot daknya ringan dan harga material ini lebih ekonomis.

Kekurangannya, dak ini bisa melemahkan gaya inersia karena pelat metal sendiri termasuk ke dalam material komposit.

Artinya, defleksi atau lendutan dari pelat metal lebih tinggi dibandingkan dengan pelat konvensional.

***

Demikian penjelasan mengenai jenis dak rumah.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Sahabat 99!

Simak juga artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari perumahan impian di Kota Surabaya?

Kunjungi 99.co/id dan temukan beragam pilihan perumahan seperti di Springville Residence Surabaya.




Nita Hidayati

Penulis konten
Follow Me:

Related Posts