Berita Berita Properti

Jababeka Group Hibahkan 2 Ha Lahan untuk Masyarakat Terdampak Pandemi, Sofyan Djalil Beri Apresiasi

2 menit

Sofyan A. Djalil, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), memberikan apresiasi kepada Jababeka Group karena menghibahkan tanah seluas dua hektare untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Tindakan dari Jababeka ini mendukung upaya Kementerian ATR/BPN dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya di tengah pandemi yang belum surut.

“Kami sangat mendukung program ini, terima kasih untuk Jabebeka yang telah memfasilitasi lahan seluas 2 hektar untuk membantu teman-teman yang terdampak Covid-19,” ungkap Sofyan dikutip dari laman Kementerian ATR/BPN.

Penghibahan tanah ini merupakan langkah pemberdayaan masyarakat untuk memanfaatkan lahan di Botanical Garden Jababeka, Kota Jababeka, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Menurut Sofyan, lahan tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pertanian di tengah kota.

Jababeka Group Dukung Pemberdayaan Masyarakat

jababeka

sumber: jabarnews.com

Kendati bisa digunakan untuk kegiatan pertanian, tetap ada beberapa hal yang harus diperhatikan supaya hasilnya bisa maksimal.

“Ini adalah salah satu contoh pemberdayaan masyarakat yang saya pikir cukup berhasil. Walaupun, kondisi tanahnya tidak terlalu cocok untuk bawang, namun dengan intervensi yang tepat dengan pupuk organik sehingga hasil panennya cukup bagus,” tambahnya.

Maka dari itu, kegiatan tersebut perlu didukung dengan baik supaya pekerja yang terimbas pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa memanfaatkan lahan terlantar menjadi sesuatu yang produktif.

Sofyan pun mengungkapkan bahwa Kementerian ATR/BPN sangat peduli terhadap program pemberdayaan masyarakat.

Dalam upaya mendukung hal tersebut, saat ini sedang diperkenalkan hak, batasan, dan tanggung jawab (right, restrictions, and responsibilities) untuk pengaturan tanah supaya lebih mudah dan pasti.




“Jadi tanah memiliki fungsi sosial. Ada hak, batasan, dan tanggung jawab bagi si pemilik tanah,” tuturnya.

Jika ada tanah yang tidak digunakan, Kementerian ATR/BPN akan mengatur agar bisa digunakan oleh masyarakat.

jababeka group

jababeka.com

Meski demikian, hal ini harus dilakukan dengan aturan dan perjanjian agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

Setyono Djuandi Darmono, Founder & Chairman Jababeka Group, mengatakan bahwa pandemi Covid-19 justru memberikan kesempatan bagi perseroan untuk berpikir dan berinovasi supaya lahan yang tidak digunakan bisa dimanfaatkan dengan memberdayakan masyarakat di sekitar kawasan industri Jababeka.

“Kita tidak boleh melihat lahan kosong dan tidak dimanfaatkan, ini harus dimanfaatkan. Apalagi masa Pandemi Covid-19, banyak yang terkena PHK,” kata Darmono.

Oleh karena itu, Darmono mengatakan harus ada pemberdayaan masyarakat terdampak PHK agar mereka bisa bertahan hidup dan meningkatkan taraf perekonomian.

“Di Kawasan Industri Jababeka kan tenaga kerjanya banyak, belum lagi pabrik-pabrik di sini kurang lebih ada sekitar 1 juta tenaga kerja. Utilize idle asset and empower the people jadi bagaimana kita memberdayakan orang-orang, dikasih pelatihan agar bisa memanfaatkan lahan-lahan yang nganggur tadi,” ungkapnya.

***

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari rumah dijual di Dramaga, Bogor?

Kunjungi www.99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!




Alya Zulfikar

Penulis 99.co Indonesia

Related Posts