Berita Ragam

Buat Inovasi Baru, Abdi Karya ITS Berhasil Mengolah Limbah Laundry yang Berbahaya!

2 menit

Usaha laundry kerap kali dianggap memberikan dampak buruk pada lingkungan. Namun, Abdi Karya ITS berhasil membuat inovasi untuk mengatasi hal ini!

Abdi Karya Institus Teknologi Sepuluh November (ITS) berhasil merancang instalasi pengolahan air limbah atau IPAL yang berbasis reuse, recycle, dan recovery (3R).

Menurut Cindy Synthia Putri, Ketua Tim Abdi Karya, limbah pada laundry cenderung dibuang begitu saja tanpa diolah terlebih dahulu meskipun limbah mengandung zat berbahaya dari detergen dan kotoran pakaian.

“Nilai BOD (Biochemical Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand) yang tinggi dapat menyebabkan defisit oksigen yang larut di air. Sementara itu, TSS (Total Suspend Solid) mampu mengeruhkan air dan menghalangi cahaya matahari masuk. Sedangkan fosfat dapat mendegradasi kehidupan biota air dan meningkatkan unsur hara,” tutur Cindy dikutip dari news.detik.com.

Abdi Karya Berhasil Membuat IPAL untuk Laundry yang Berbasis 3R

sungai tercemar limbah laundry

Sumber: tempo.co

Untuk mengurangi risiko pencemaran lingkungan tersebut, tim Abdi Karya merancang desain IPAL yang dapat diletakkan di ruangan laundry skala kecil dan tidak memakan banyak tempat.

“Jika limbah keluaran alat ini akan dikumpulkan terlebih dahulu pada bak pengumpul. Selanjutnya limbah akan disaring menggunakan pasir kali melalui filter biosand. Lalu, air olahan akan melalui dua kali proses adsorpsi karbon aktif menggunakan adsorben tempurung kelapa. Terakhir limbah yang telah diolah ini akan menjadi bersih dan dapat dikumpulkan ke dalam tandon air,” jelas Cindy.




Desain IPAL yang dibuat oleh Abdi Karya juga telah berbasis 3R.

Prinsip recycle terlihat pada air olahannya yang dapat digunakan kembali untuk menyiram tanaman, hidroponik, mencuci kendaraan, atau dapat dialirkan ulang ke unit pengolahan lagi.

Prinsip reuse terlihat pada pasir kali yang menjadi kotor akibat proses filter dapat digunakan kembali setelah dicuci dengan air bersih.

Sementara itu, prinsip recycle terlihat pada adsorben jenuh yang dihasilkan dari inovasi ini dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk tanaman.

Meskipun sudah berhasil, Cindy masih berharap timnya dapat mengembangkan kembali inovasi ini agar menjadi semakin matang dan dapat digunakan oleh pegiat bisnis cuci pakaian.

Dia juga berharap dampak pencemaran limbah ini dapat segera teratasi melalui IPAL yang telah dirinya dan timnya buat.

***

Itulah inovasi dari Abdi Karya ITS yang dapat mengatasi limbah dari bisnis laundry.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu yang sedang berbisnis laundry.

Kamu sedang mencari rumah di Malang?

Bisa jadi Citra Garden City Malang adalah jawabannya!

Cek saja di 99.co/id untuk menemukan rumah idamanmu!




Shafira Chairunnisa

Penulis 99.co Indonesia
Follow Me:

Related Posts