Berita Ragam

Sering Jadi Pajangan di Ruang Tamu, Ini Hukum Memajang Kaligrafi di Dinding Rumah. Islam Melarangnya?

2 menit

Apakah kamu tahu apa hukum memajang kaligrafi di dinding rumah menurut Islam? Apakah dibolehkan atau justru hal yang haram?

Dari sekian banyak jenis ornamen islami yang kerap jadi pajangan di rumah, kaligrafi paling banyak digunakan masyarakat

Biasanya jenis kaligrafi yang sering digunakan itu berisi ayat-ayat Al-Qur’an yang ‘populer’.

Hiasan tersebut umumnya dipajang di dinding ruang tamu atau ruang keluarga.

Tentu ada banyak alasan yang membuat seseorang menjadikan kaligrafi sebagai hiasan…

Mungkin karena alasan estetika, sebagai bentuk zikir, wujud identitas jika pemilik adalah muslim, hingga untuk menangkal gangguan jin jahat.

Namun demikian, apakah kamu sudah tahu apa hukum memajang kaligrafi di dinding rumah?

Apakah Islam membolehkannya atau justru melarang?

Nah, untuk mengetahui jawabannya, kamu bisa melihatnya pada ulasan di bawah.

Hukum Memajang Kaligrafi di Dinding Rumah

hukum memajang kaligrafi di dinding rumah menurut islam

sumber: bukalapak.com

1. Pandangan yang Melarang

Hukum memajang kaligrafi di dinding rumah pertama merupakan pandangan yang melarangnya.

Ulasan ini kami lansir sepenuhnya dari laman konsultasisyariah.com.

Dalam penjelasan di konsultasisyariah.com disebut, jika memasang kaligrafi dalam bentuk tulisan Al-Qur’an, pujian, dan jenis lainnya, bisa menjadi penyebab penghinaan terhadap Allah atau ayat Al-Qur’an.

Tak ayal, para ulama dari berbagai mazhab sepakat untuk melarangnya.

Berikut beberapa penjelasan dari ulama ihwal masalah ini.

Pertama, dari ulama mazhab malikiyah.

Keterangan al-Qurthubi (631 H):

ومِن حرمته ألاَّ يُكتب على الأرض ولا على حائط كما يُفعل به في المساجد الْمُحدَثة

Artinya: “Di antara kehormatan al-Quran, tidak boleh ditulis di tanah atau di atas tembok, sebagaimana yang terjadi pada masjid-masjid baru-baru ini.”

Kedua, dari ulama mazhab hanafi.

Keterangan Imam Ibnu Nujaim (970 H):

وليسَ بمستَحسَنٍ كتابةُ القُرآنِ على المحاريبِ وَالجدرَانِ لِما يُخَافُ من سُقوطِ الكتَابةِ وأَن تُوطأَ

Artinya: “Bukan tindakan yang baik, menuliskan ayat al-Quran di mihrab atau dinding, karena dikhawatirkan tulisannya jatuh dan diinjak. (al-Bahr ar-Raiq, 2/40)”




Ketiga, keterangan mazhab hambali.

Keterangan Ibnu Taimiyah (728 H):

وأما كتابة القرآن عليها : فيُشبه كتابة القرآن على الدرهم , والدينار , ولكن يمتاز هذا بأنها تُعاد إلى النار بعد الكتابة , وهذا كلُّه مكروه , فإنه يُفضي إلى ابتذال القرآن , وامتهانه , ووقوعه في المواضع التي يُنزَّه القرآن عنها

Artinya: “Hukum menuliskan al-Quran di lempeng perak sebagaimana hukum menuliskan al-Quran di mata uang dirham atau dinar, bedanya, tulisan di lempeng perak dibakar dulu setelah diukir. Dan ini semua dibenci, karena bisa menjadi sebab pelecehan al-Quran dan disikapi tidak terhormat, atau diletakkan di tempat yang tidak selayaknya.”

Keempat, keterangan mazhab syafiiyah.

Keterangan Imam an-Nawawi (676 H) dalam kitabnya at-Tibyan:

مذهبنا أنه يُكره نقش الحيطان والثياب بالقرآن , وبأسماء الله تعالى

Artinya: “Madzhab kami (syafiiyah), dibenci menuliskan al-Quran atau nama Allah di tembok atau kain.”

2. Pandangan Lain

Sementara pandangan lain mengenai hukum memajang kaligrafi di dinding rumah, kembali pada niat awal yang memajang.

Hal ini diungkap oleh Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustaz Ainul Yaqin yang dilansir dari laman muslim.okezone.com.

Menurutnya, jika memajang ayat Al-Qur’an sebagai hiasan diniatkan untuk mengingat Allah maka dibolehkan.

“Kalau niatnya untuk mengingat Allah, mengagungkan kebesaran Allah, menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut sebagai tarbiyah, sebagai pengingat dan pendalaman makna ayat terkandung tersebut untuk tujuan kemaslahatan itu boleh,” tutur ustaz Ainul Yaqin, pada 8 Januari 2020.

Akan tetapi, tulisan atau kaligrafi tersebut harus disimpan di tempat yang baik dan jauh dari hal-hal buruk.

“Yang terpenting adalah penulisan ayat-ayat Al-Qur’an tersebut juga peletakannya harus benar-benar menjaga kehormatan Al-Qur’an, dan menjaga dari hal-hal yang merendahkannya seperti di tempat najis atau kotor,” jelasnya.

***

Itulah hukum memajang kaligrafi di dinding rumah.

Semoga bermanfaat, Sahabat 99.

Baca ulasan menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Apakah kamu sedang mencari rumah di Bogor?

Perumahan Pesona Prima Cikahuripan bisa dijadikan opsi tepat.

Informasi lebih lengkap bisa kamu temukan di www.99.co/id dan rumah123.com.

Cek sekarang juga!




Insan Fazrul

Penulis 99.co Indonesia. Sejak kuliah sudah aktif menulis di Pers Kampus. Usai lulus, melanjutkan karier sebagai penulis lepas yang fokus dengan tema gaya hidup dan sepak bola. Kini, sepenuhnya menulis di Blog 99.co Indonesia dengan banyak membahas seputar properti, khususnya desain rumah.
Follow Me:

Related Posts