Berita Ragam

Begini Hukum Kampanye LGBT Menurut Islam dan KUHP. Dianggap Bentuk Kejahatan?

2 menit

Kampanye LGBT akhir-akhir ini tengah ramai diperdebatkan. Lantas bagaimana hukumnya menurut agama Islam dan hukum di Indonesia? Benarkah tindakan ini diharamkan karena merupakan bentuk kejahatan?

Tindakan mempromosikan atau mengkampanyekan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) dan sejenisnya bertentangan dengan hukum positif dan hukum agama di Indonesia.

Dilansir dari republika.co.id, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) Bidang Hukum dan HAM, Ikhsan Abdullah mengatakan kalau kampanye tersebut melawan hukum.

Menurut Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, sebagai hukum positif bertujuan untuk mewujudkan Indonesia sebagai suatu bangsa yang langgeng.

UU ini mewadahi perilaku seksual dalam satu ikatan perkawinan yang merupakan ikatan lahir-batin antara seorang pria dan perempuan.

Tujuannya adalah untuk membentuk sebuah keluarga berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Oleh karenanya, tindakan orang perorangan atau sekelompok orang atau perkumpulan yang mengkampanyekan perilaku menyimpang LGBT, transgender, dan sejenisnya adalah tindakan yang melawan hukum,” kata Ikhsan.

Untuk lebih jelasnya, simak ulasannya di bawah ini!

Hukum Kampanye LGBT Menurut Islam dan KUHP

Sanksi Pidana Kampanye LGBT

Menurutnya, berdasarkan UU Perkawinan dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), orang yang mengkampanyekan perilaku LGBT dapat dikenakan sanksi pidana.

Dengan delik mengajak dan menghasut orang lain untuk melawan UU yang dapat membuat gangguan atau disfungsi pada prinsip-prinsip kehidupan ajaran agama, dan nilai-nilai sosial kemasyarakatan yang religius.

Ikhsan menegaskan, Indonesia adalah negara yang berketuhanan dan bukan negara sekuler, juga bukan negara berdasar agama.

Bentuk Perilaku Menyimpang

lgbt




Ikhsan menyampaikan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) berpandangan bahwa LGBT dan sejenisnya adalah bentuk perilaku menyimpang.

Hal hal tersebut sangat tidak sesuai dan tidak dibenarkan oleh semua agama.

“MUI telah menerbitkan Fatwa Nomor 57 Tahun 2014 tentang lesbian, gay, sodomi dan pencabulan sebagai sesuatu yang diharamkan, karena merupakan suatu bentuk kejahatan,” ujar ahli hukum ini.

Ikhsan juga mengingatkan, perilaku LGBT dan sejenisnya jika dibiarkan akan mengancam keberlangsungan Indonesia sebagai suatu negara yang masyarakatnya religius.

Pasalnya, masyarakat Indonesia menjunjung tinggi nilai-nilai moral, agama, budaya, dan adat istiadat.

Ikhsan menyampaikan, MUI juga akan mengusulkan dalam rancangan KUHP yang sudah dilakukan pembahasan tentang hubungan seksual sesama jenis, lesbian, dan transgender serta perbuatan zina.

Zina artinya hubungan seksual bukan suami istri yang sah dan perkosaan.

Semua itu agar dapat dikualifikasikan sebagai tindak kejahatan dan tindak pidana.

Pandangan Pakar Hukum Pedana

Dalam pandangan Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad, hukum di Indonesia tentang kampanye perilaku LGBT belum ada kejelasan aturan dan ketegasan sanksinya.

KUHP atau UU belum secara tegas menjerat kampanye LGBT.

“Secara teknis, kualifikasi tentang kampanye LGBT juga tidak jelas kriterianya, sehingga dapat multi-tafsir,” ungkapnya.

Suparji mengatakan, untuk itu perlu diatur secara pasti, jelas dan tegas dalam KUHP.

Pengaturan dalam KUHP dimaksudkan untuk mencegah perilaku LGBT, termasuk pihak-pihak yang mengkampanyekan LGBT.

Dia menegaskan, karena praktik tersebut bertentangan dengan ideologi dan konstitusi serta pola hubungan manusia yang berlaku secara universal.

Suparji berharap, pemerintah dan DPR mempertegas larangan LGBT dengan cara melarang melalui ketentuan RKUHP dan merumuskan sanksinya yang menjerakan.

***

Demikian ulasan mengenai hukum kampanye LGBT menurut Islam dan KUHP.

Bagaimana pendapatmu mengenai hal ini?

Simak juga artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari hunian impian di Kota Bandung?

Kunjungi 99.co/id dan temukan beragam pilihan perumahan seperti di Sentraland Antapani Bandung.




Nita Hidayati

Penulis konten
Follow Me:

Related Posts