Berita Berita Properti

Harga Rumah Subsidi Tidak Kunjung Naik, REI Ancam Turunkan Kualitas Bangunan

2 menit

Baru-baru ini, Ketua Umum DPP REI melontarkan ancaman kepada Kementrian PUPR. Ia menegaskan bahwa anggotanya akan menurunkan kualitas bangunan jika keputusan kenaikan harga rumah subsidi tidak kunjung terbit. Berikut informasi selengkapnya!

Isu kenaikan harga hunian subsidi sebenarnya sudah ada sejak dua tahun silam.

Sayangnya, sampai saat ini, belum ada titik terang mengenai keputusan akhir terkait harga rumah subsidi.

Hal inilah yang menjadi pemicu utama keluarnya statement yang terdengar seperti ancaman dari Ketua Umum DPP REI.

Untuk lebih jelasnya, simak artikel berikut ini, ya!

Kontroversi Kenaikan Harga Rumah Subsidi

harga rumah subsidi totok lusida

Sumber: infobanknews.com

Para pengembang telah mengajukan kenaikan harga sebesar 10 persen sejak 2020 silam.

Alasan utamanya adalah karena harga material bangunan yang terus naik setiap tahunnya.

Lalu, berdasarkan hasil negosiasi, disepakati akan ada kenaikan sebesar 7 persen.

“Setelah usulan disampaikan, kemudian, disepakati kenaikan harga rumah subsidi sebesar tujuh persen,” kata Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI), Paulus Totok Lusida, dilansir dari kompas.com, Rabu (14/12/2022).

Dua tahun berlalu, Menteri Keuangan tidak kunjung menerbitkan surat keputusan kenaikan harga tersebut.

Karena itulah pada saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) REI 2022, Totok langsung menyampaikan kekecewaannya.

“Kalau pemerintah tak kunjung menerbitkan aturan kenaikan harga rumah bersubsidi, seperti yang telah disepakati, maka kami pun akan menurunkan kualitas rumah subsidi,” katanya dengan nada tinggi, dilansir dari batamnow.com, Rabu (14/12/2022).

Sebagai catatan, pada acara ini turut hadir Sekretaris Jendral Kementerian PUPR, Direktur Jenderal Perumahan, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan, dan Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN.



Respon Kementrian PUPR Terhadap Ancaman REI

pupr Iwan Suprijanto

Sumber: harianproperty.com

Mendengar pernyataan Totok, Direktur Jenderal Perumahan Kementrian PUPR, Iwan Suprijanto, lantas angkat bicara.

Menurutnya, bagaimanapun juga kualitas merupakan hal yang sangat penting dalam pembangunan rumah.

“Kualitas itu it’s a must. Itu harus. Terutama kita belajar dari kejadian gempa di Cianjur. Jadi menurut saya, bangunan harus tahan gempa sesuai zonanya. Yang kedua adalah jaminan mutu bagi konsumen,” tegas Iwan, dilansir dari kompas.com, Rabu (14/12/2022).

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa pemerintah sebenarnya sudah mempertimbangkan kenaikan harga rumah subsidi.

Namun, keputusan akhirnya tetap berada di tangan Kementrian Keuangan.

“Ada beberapa regulasi lain yang harus diterbitkan terlebih dulu sebelum PMK dirilis. Misalnya dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP). Kami (Kementerian PUPR-red) sudah memberi pertimbangan,” pungkas Iwan.

***

Semoga informasi di atas bermanfaat untukmu, ya.

Temukan informasi menarik lainnya hanya di Google News Berita 99.co Indonesia.

Cek juga beragam artikel mengenai tips hingga rekomendasi properti di Berita.99.co.

Kamu tertarik untuk tinggal di kawasan Landmark Residence?

Jangan lupa berkunjung ke portal 99.co/id dan Rumah123.com yang selalu #AdaBuatKamu, ya!




Hanifah

Hanifah adalah seorang penulis di 99 Group sejak tahun 2020. Lulusan Jurnalistik UNPAD ini fokus menulis tentang properti, gaya hidup, marketing, hingga teknologi. Di waktu senggang, ia senang menghabiskan waktu untuk kegiatan crafting dan membaca.

Related Posts